KOMPAS
Rabu, 28 Maret 2007 

 

Makassar Gratiskan Biaya SD dan SMP 

Untuk Tahap Awal Hanya Siswa di Kepulauan dan Warga Miskin


Makassar, Kompas - Mulai Tahun Ajaran 2007/2008, Pemerintah Kota Makassar 
menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP di seluruh sekolah yang ada di 
pulau-pulau di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejumlah sekolah di daratan, 
terutama yang berpenduduk miskin, juga digratiskan. 

Hal ini dilakukan karena angka putus sekolah di pulau-pulau itu terbilang 
tinggi. "Untuk sementara baru SD dan SMP yang digratiskan, dengan pertimbangan 
wajib belajar sembilan tahun. Prioritas di pulau, selain karena masalah 
kemiskinan, juga karena angka putus sekolah di pulau cukup tinggi," kata Wali 
Kota Makassar Ilham Arif Sirjauddin, Selasa (27/3). 

Untuk tahun ini, kata Ilham, ada sembilan SD dan dua SMP di pulau serta enam SD 
dan satu SMP di daratan. Di Kota Makassar setidaknya ada 11 pulau, sembilan di 
antaranya memiliki SD. Untuk sekolah gratis itu, pemkot menyediakan anggaran Rp 
2 miliar per tahun. Anggaran ini di luar yang ditanggung dana bantuan 
operasional sekolah (BOS) dan antara lain untuk pengganti biaya sekolah, 
komite, seragam, hingga buku pelajaran dan buku tulis. 

"Pokoknya siswa yang belajar di sekolah gratis, sama sekali tidak mengeluarkan 
dana sepeser pun. Mereka hanya harus bersekolah saja," kata Ilham. 

Selain biaya sekolah, sejak Januari lalu Makassar juga menggratiskan biaya 
pelayanan kesehatan dan obat-obatan di seluruh puskesmas dan perawatan di kelas 
III rumah sakit pemerintah. 

Berbeda dengan sekolah gratis yang mengutamakan warga miskin, pengobatan gratis 
di puskesmas berlaku bagi siapa pun, tanpa perlu menunjukkan kartu miskin atau 
semacamnya. 

Bantuan Belanda 

Saat mengunjungi sejumlah sekolah di Manokwari, Papua, Duta Besar Belanda 
Nicolaos Van Damm menemukan banyak siswa yang tidak hadir di sekolah. Persoalan 
pendidikan di di kawasan timur Indonesia, katanya, bukanlah semata soal 
infrastruktur, melainkan juga rendahnya kesadaran orangtua untuk mendorong 
anak-anaknya sekolah. 

Berkaitan dengan kondisi pendidikan di Papua dan Papua Barat, Pemerintah 
Belanda menjalin kerja sama melalui berbagai organisasi internasional. Lewat 
bantuan UNDP, Pemerintah Belanda memberi kontribusi sebesar 8 juta dollar AS 
dari total 20 juta dollar AS kepada Papua dan Papua Barat pada periode 2006- 
2009. 

Melalui International Labour Organization (ILO), Belanda juga membantu 5,7 juta 
gulden untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan pemuda pada periode 
2006-2011. Di luar pendanaan spesifik untuk Papua, Belanda membantu peningkatan 
pendidikan anak usia dini sebesar 21 juta gulden pada periode 2006- 2012 
melalui World Bank. (ICH/REN


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke