Seperti yang pernah saya tulis mengenai Garuda membeli onderdil2 bekas untuk semua pesawat2 Garuda. Kemudian dalam kwitansi pembeliannya harganya disesuaikan dengan harga onderdil baru.
Wajar ya, kalo mau selamat janganlah naik Garuda, memang tiketnya murah, tapi nyawa anda itu mahal untuk digadaikan dengan tiket yang murah tadi. Tapi ya terserah anda, saya tidak akan bisa memberikan bukti2nya, yang penting kalo anda mengutamakan keselamatan tentu anda harus tahu pesawat yang anda naiki. Jelas kalo bukti saya tidak punya, tapi ada orang2 Garuda yang menghubungi anak saya yang jadi pilot US Airforce untuk mendapatkan onderdil2 pesawat Boeing yang sudah dibuang untuk dijual ke Garuda. Tetapi anak saya bilang itu ilegal, onderdil bekas tak boleh dijual harus direcycling. Rupanya mereka tak putus asa, kabarnya berhasil mendapatkannya dari Singapore, Phillipine dan beberapa negara2 berkembang lainnya. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > HARIAN KOMENTAR > 29 Maret 2007 > Garuda GA 828 Berasap, Penumpang Dikeluarkan > > > > > > Sebuah kejadian kecil menimpa penumpang pesawat Garuda GA 828 rute Jakarta Singapura, sekitar Pukul 13.45 WIB, kemarin (28/03). Ketika seluruh penumpang sudah masuk dalam pesawat dan mesin Garuda GA 828 dinyalakan serta sudah berja-lan ke runway, tiba-tiba me-sin jet sebelah kiri gagal me-nyala dan mengeluarkan asap. > "Ketika dua kali start engine, gagal, keluar asap putih dari mesin jet sebelah kiri," kata Raden Ardian, penumpang Garuda GA 828 seperti dilansir detikcom. "Saya duduk di kursi 19A saat peristiwa itu terjadi. Saya duduk di dekat jendela sebelah kiri, jadi saya bisa melihat asap putih tipis keluar dari mesin pesawat," urainya. > > > Akhirnya pesawat tidak jadi take off, dan pesawat kembali ke apron, serta para penum-pang dikeluarkan. Pesawat pun diperbaiki selama 2 jam dan kemudian diberangkat-kan. Tapi sebagian penum-pang yang sudah keburu ta-kut, tidak jadi lagi naik pesa-wat tersebut, dan memilih me-numpang pesawat berikut-nya. > > > Sementara rilis Garuda In-donesia melalui Kepala Komu-nikasi Perusahaan Garuda, Pujobroto mengatakan, Pesa-wat GA-828 memang menga-lami gangguan mesin. Semen-tara asap putih yang sempat muncul akibat proses ignition (penghidupan mesin) yang tidak terjadi. Asap itu bukan sesuatu yang berbahaya. > > > Menurut Pujobroto, saat pe-sawat bergerak mundur (push back) di tempat parkir pesa-wat (apron) Terminal E Ban-dara Soekarno-Hatta dan me-sin dinyalatan oleh pilot, ter-nyata mesin nomor satu pe-sawat mengalami gangguan pada sistem 'ignition-nya' (se-macam busi pada kendaraan bermotor). > > > Setelah dilaksanakan peme-riksaan, para teknisi Garuda segera melakukan perbaikan pada sistem 'ignition' terse-but. Mengingat pelaksanaan perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu jam, pe-numpang yang saat itu ber-ada di pesawat dipersilakan untuk turun dan menunggu di salah satu lounge di bandara. Setelah menjalani perbaikan, pesawat GA-yang membawa 54 penumpang tersebut diter-bangkan oleh Capt. Bagus Asbari dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.35 WIB dan tiba di Singapura pada pukul 19.23 WIB.(dtc/zal > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
