=================================
Seri : "Membangun Keluarga Indonesia"
=================================
[EQ]
MIMPI ANAK JADI NAGA
Oleh : Joseph LandRi
[belajar sampai ke negeri China]
TI LIANG :
PENGERTIAN
Dukungan apa pun pasti baik,
tetapi sering kali anak membutuhkan lebih dari sekedar
dukungan materi, tetapi juga emosi.
Orangtua harus mengerti perasaan anak
karena pada saat-saat tertentu,
pengertianlah yang dibutuhkan oleh anak.
45. Bimbingan, Pengertian, Dukungan - Itulah yang Paling Dibutuhkan
Kita mengenal banyak istilah bimbingan sekarang ini. Ada bimbingan belajar,
bimbingan skripsi, bimbingan untuk atlet yang akan bertanding di kejuaraan, dan
banyak lagi. Kalau kita melihatnya secara sederhana saja, kita tentu bisa
membayangkan bahwa anak yang baru lulus SMA dan ingin masuk ke perguruan tinggi
memerlukan les yang dinamakan bimbingan belajar. Begitupun, mahasiswa yang
sebentar lagi akan menjadi sarjana, tetap perlu mendapatkan bimbingan untuk
penulisan skripsi atau tugas akhir. Atlet Sea Games, Olimpiade. dan sebagainya
sebelum diberangkatkan juga mendapatkan bimbingan, baik secara fisik maupun
mental. Peran pembimbing mental sangatlah besar. Mereka memupuk kepercayaan
diri dan semangat para atlet supaya berjuang sebaik mungkin. Kalaupun setelah
bertanding ternyata hasil si atlet tidak memuaskan, mereka juga tetap
memberikan dukungan moril dan pengertian bahwa hal seperti itu mungkin saja
terjadi. Selain itu, mereka juga membangkitkan semangat si atlet untuk
berusaha lebih baik dipertandingan selanjutnya.
Dengan analogi itu, kita sebagai orangtua juga harus bisa menjadi pembimbing
moril anak kita. Jadi, seandainya anak kita berotak biasa saja dan kalah bila
dibandingkan dengan teman-teman sebaya, kita harus sadar dan tidak menuntutnya
untuk menjadi juara kelas. Kita justru harus lebih banyak memberikan bimbingan,
pengarahan, penertian dan dukungan, terutama kalau anak mengalami masalah
dengan pelajaran di sekolah.
Saya mendengar sebuah cerita mengenai sepasang suami istri yang hanya punya
seorang anak laki-iaki semata wayang. Latar belakang pendidikan suami istri itu
sangat hebat. Keduanya semasa SMA selalu mendapat ranking dan merupakan lulusan
universitas ternama. Masalahnya, anak mereka semasa SD ternyata tidak
berprestasi seperti yang mereka harapkan. Nilainya hanya sedikit di atas
rata-rata kelas. Suami istri itu menyuruh si anak ikut les tambahan supaya bisa
lebih berprestasi di sekolahnya. Sayangnya, prestasinya tidak juga meningkat.
Celakanya lagi, saat di SMP, prestasinya semakin jelek. Semakin hari, suami
istri itu semakin merasa kecewa. Mereka semakin sering melampiaskan emosi
kepada si anak, sampai suatu saat anak itu tidak naik kelas!
Pada suatu hari suami istri itu berkunjung ke rumah teman anaknya. Kebetulan
ibu anak itu adalah seorang psikolog. Setelah mendengarkan cerita pasangan
suami istri ini, si psikolog menyarankan mereka untuk mengubah sikap. Mereka
sebaiknya tidak menuntut anak punya prestasi seperti anak lain. Sebaliknya,
mereka sebaiknya menerima keadaan anak apa adanya, memberi bimbingan,
pengarahan, terutama dukungan dan pengertian untuk membuat si anak tidak merasa
masa depannya hancur karena ia tidak naik kelas.
Pasangan suami istri itu pun kemudian mencoba menerapkan saran si psikolog.
Betul saja, setelah diberi Iebih banyak bimbingan, pengarahan, pengertian dan
dukungan, prestasi anaknya kian hari kian membaik. Kalau tidak salah, saat ini
si anak sudah lulus dari perguruan tlnggi dan menduduki posisi yang lumayan di
sebuah perusahaan multinasional.
Ingat, jangan terlalu menuntut. Berikan bimbingan, pengarahan, dan terutama
pengertian serta dukungan kepada anak kita, karena semua anak membutuhkan
vitamin itu.
[bersambung . . .]
SONETA INDONESIA [www.soneta.org]
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]