Dibilang lari ke Cina itu mempunyai dua arti, (a) benar ada koruptor, dan (b) 
rasisme terhadap etnik tertentu.

  ----- Original Message ----- 
  From: Hafsah Salim 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, May 03, 2007 2:22 AM
  Subject: CiKEAS> Re: Kejarlah Koruptor Hingga Negeri China


  --- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Refleksi: Dalam hadits dikatakan bahwa Nabi Muhammad menyerukan 
  > kepada umatnya, bila perlu tuntutlah ilmu ke Tiongkok. Mungkin 
  > sekali dalam menaati seruan Nabi Muhamad para koruptor minggat 
  > menuntut ilmu menjadi manusia baik nan jujur di Tiongkok.
  > 

  Tapi mana ada koruptor mau lari ke China ??? Kalo anda belum pernah
  jadi Koruptor bisa jadi berpikir untuk lari ke China untuk memelet
  amoy2 tanpa perlu diperkosa secara massal.

  Tapi kalo anda Koruptor tulen, janganlah lari ke China, karena yang
  paling aman justru di Amerika bukan di China. Buktinya, koruptor
  China sekalipun larinya ke Amerika.

  Juga tidak ada yang siapapun yang ingin menuntut ilmu belajar ke
  China. Hadist yang bilang menuntut ilmu ke China itu pasti hadist
  palsu karena dimasa hidupnya Muhammad belum ada negara China seperti
  sekarang ini, yang ada disana hanyalah 6-7 kerajaan yang saling
  bermusuhan, saling memerangi yang satupun tidak ada yang bernama
  China. Dan semuanya berbentuk kerajaan bukan negara.

  Ny. Muslim binti Muskitawati.

  > 
  > http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=32434&ik=6
  > 
  > 
  > Kejarlah Koruptor Hingga Negeri China 
  > 
  > Kamis 3 Mei 2007, Jam: 2:15:00 
  > 
  > JAKARTA (Pos Kota) - Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menegaskan
  institusinya akan buru para koruptor hingga ke negeri Cina dan Kanada
  (Amerika Utara). 
  > 
  > Menurut Arman, sapaan akrab Abdul Rahman Saleh, pemburuan itu
  sebagai langkah antisipasi pemerintah tentang kemungkinan para
  koruptor lari dari Singapura, setelah perjanjian ekstradisi dengan
  Singapura ditanda tangani di Bali, Jumat (27/4). 
  > 
  > "Jadi kita sudah antisipasi. Seperti disampaikan Presiden SBY,
  pemerintah juga akan segera menjajagi kerjasama hukum (ekstradisi)
  dengan Cina dan Kanada hingga langkah mereka makin dipersempit. Kita
  akan buru merek," ujarnya, Rabu (2/5). 
  > 
  > Dari catatan, sejumlah koruptor diduga menyimpan asetnya dan bahkan
  membangun pabrik di Cina, diantaranya Eddy Tanzil yang menjadi
  terpidana kasus korupsi di bank Bapindo sebesar Rp 1,3 trilyun.
  Sedangkan di Kanada, Irawan Salim (Bank Global). 
  > 
  > EKSTRADISI 
  > Di bagian lain, Arman meminta masyarakat tidak berharap banyak
  dahulu dengan ekstradisi ini, sebab pengalaman alm. Hendra Rahardja
  yang lari ke Australia, ternyata hingga kini belum dapat dibawa pulang
  asetnya. "Padahal dengan Australia, kita telah menanda tangani
  perjanjian ekstradisi."
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.2/784 - Release Date: 5/1/2007 2:57 
PM


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke