CENDRAWASIH POS Senin, 11 Juni 2007
Ledakan Bom Kejutkan Warga Pasir II JAYAPURA- Sabtu, (9/6), pekan kemarin, warga sekitar di kompleks Persipura Pasir II Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, dikejutkan dengan bunyi keras yang diduga dari ledakan bom. Ledakan keras itu, berasal dari sekitar depan rumah warga, yaitu keluarga Korwa, tepatnya pada kebun nanas di kompleks Persipura Pasir II. Tapi anehnya, meski ledakan itu dashyat, namun tidak ditemukan barang bukti, ataupun serpihan Bom. Yang ada hanya asap yang berbau belerang. "Saat mendengar bunyi kedakan itu, saya mengira ada orang yang sedang bermain meriam-meriaman, tapi saat mendatangi tempat asal bunyi ledakan yang ada hanya asap dan bau belerang,"kata seorang warga Pasir II, Ronald Korwa (26) kepada polisi dan wartawan disekitar tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu, (9/6), pekan kemarin. Menurutnya, di Pasir II kerap kali terdengar bunyi ledakan yang berasal dari bom ikan (dopis), tapi bunyi ledakan yang terjadi di kebun nanas itu lain dan lebih keras. Bahkan ada seorang pelatih siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jayapura yang berada di Lapangan tembak SPN Jayapura sampai mendatangi TKP karena khawatir akan adanya masyarakat yang menjadi korban akibat dari ledakan yang baru terjadi. Saksi lainnya, Iwan Porat (23) mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 11:55 WIT, ia sedang berada di dalam rumah, karena rumah yang ditinggalinya tersebut terguncang (bergoyang) bersamaan dengan bunyi ledakan, maka ia keluar rumah dan bergabung dengan orang-orang yang berada di sekitar TKP. Sementara itu, Kapolresta Jayapura AKPB Robert Djoenso yang berada di sekitar TKP kepada wartawan mengatakan, beberapa pekan terakhir ini banyak laporan masyarakat yang menemukan berbagai jenis bom. "Pada kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun masyarakat perlu hati-hati apabila menemukan bom,"paparnya. Lanjut Kapolresta, dimungkin di daerah Pasir II, masih banyak terdapat sisa-sisa peninggalan bom. Untuk itu, dalam melakukan aktivitasnya seperti membakar sampah dan lainnya, masyarakat diharapkan mencari lokasi yang aman agar tidak terjadi dampak buruk akibat ledakan suatu bom. "Saya belum pastikan bom apa yang barusan meledak sampai Tim Jibom Brimobda Papua tiba,"terangnya. Ditempat sama, Kanit Jibom Brimopda Papua Brigadir Rosman mengatakan jenis bahan penghasil ledakan tidak dapat dipastikan karena tidak ada barang bukti (BB) yang ditemukan. Namun diakuinya bahwa di sekitar TKP baru saja terjadi ledakan dengan melihat adanya bekas titik ledakan, asap dan bau belerang. Dari titik lokasi ditemukan kerusakan 2 meter keliling, namun tidak ada BB bahan peledak, dengan ini dapat dikatakan bahwa tidak mungkin yang meledak adalah sisa bom peninggalan perang dunia II (PD II). "Apabila yang meledak sisa bom PD II, maka akan menimbulkan bekas lobang dan kaca rumah di sekitar TKP akan pecah,"pungkasnya. Sekedar diketahui, untuk mengamankan lokasi pihak berwajib sempat memasang garis larangan masuk (police line) di sekitar TKP. Bahkan Tim Jibom Brimobda Papua sempat meluaskan lokasi pencarian, tapi setelah daerah itu dinyatakan aman, masyarakat diperbolehkan kembali untuk beraktivitas di sekitar tempat yang sempat disegel polisi itu.(api [Non-text portions of this message have been removed]
