Refleksi: Kalau tidak memikir kepentingan sendiri akan susah dapat kursi empuk 
di dewan penipu rakyat dan kedudukan penting guna mendatangkan fulus. 

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/19/nas03.html


Parpol Jangan Hanya Pikir Kepentingan Sendiri 



Jakarta-Partai politik (parpol) di Indonesia diharapkan tidak hanya 
mengedepankan kepentingan internal. Tapi, parpol harus memikirkan hal yang 
lebih besar untuk kepentingan bangsa ke depan. Untuk itu, perlu ada dialog 
lintas parpol.

Demikian Ketua Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) Ignas Kleden yang 
mendampingi perwakilan Netherland Institute Multiparty for Democracy (NIMD), 
usai menemui Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, 
Selasa (19/6). Perwakilan mengunjungi tujuh partai politik yang tergabung dalam 
Komunitasi Dialog Partai Politik Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla yang juga Wapres itu, hadir antara lain 
Ketua NIMD Ben Bot, Roel von Meijenfield, Wakil Ketua KID Daniel Sparringa, 
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Soemarsono, Ketua DPP Golkar Syamsul Marif, 
Firman Subagyo dan Rully Chaerul Azwar. 

Pertemuan dengan pimpinan Partai Golkar merupakan rangkaian pertemuan dengan 
tujuh partai politik di Indonesia yang dilakukan NIMD, yakni Partai Golkar, 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai 
Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan 
Partai Demokrat. Menurut Ignas yang memfasilitasi forum dialog tujuh parpol di 
Indonesia, kehadiran NIMD bertujuan untuk membangun dialog antarpartai politik 
lintas negara dan NIMD juga mengajak partai politik di Indonesia memikirkan 
kesejahteraan bangsa. 

Sementara itu, Rully Chaerul Azwar, mengatakan, dalam pertemuan itu, Jusuf 
Kalla mengungkapkan kalau format demokrasi yang terjadi di Eropa tidak bisa 
diterapkan begitu saja dalam konteks Indonesia. "Harus disesuaikan dengan 
konteks kita di sini. Bisa saja di sini kita lebih maju dalam beberapa hal," 
ujar Rully mengutip Jusuf Kalla. 

Anggota Fraksi Partai Golkar Yorrys Raweyai berpendapat kedatangan NIMD ke 
Indonesia merupakan sesuatu yang sangat positif, karena dialog antar-partai 
yang berlangsung selama ini hanya antarpemerintah. "Ini ideal untuk berbagi 
pengamalan dan membangun format sistem kepartaian yang lebih baik ke depan. 
Pengalaman berbagai negara tentu berbeda dan bisa kita cari titik temu jika ada 
forum dialog seperti ini," ujar Yorrys. 

NIMD merupakan forum dialog tujuh partai politik di Belanda, yang terdiri dari 
empat partai oposisi dan tiga partai pemerintah. NIMD telah memiliki jaringan 
komunikasi di 17 negara. 
(inno jemabut)
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke