Syallom teman temanku sekalian,
   
  Mungkin anda sekalian tidak tahu duduk perkaranya karena tidak terlalu dekat 
dengan negara Republik Korea, berita berikut ini adalah pertaruhan terakhir, 
yaitu Firman Tuhan di Roma 12 : 17 - 21 yang demikian bunyinya: Jangan membalas 
kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat 
dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan 
semua orang! Saudara saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut 
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: 
Pembalasan itu adalah hakKU. AKUlah yang akan menuntut pembalasan, firman 
Tuhan. 
   
  Tetapi, jika seterumu lapar (juga kalau sakit dan minta bantuan, red) berilah 
dia makan (bantuan, seperti yang telah dilaksanakan oleh para sandera Korea di 
Afganistan, red); jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu 
menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap 
kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" 
   
  Misi itu memang tidak meminta nasehat kepada Negara Afganistan dan Amerika, 
karena mereka itu mau dengan sungguh sungguh membantu Taliban agar tidak 
terlalu tergencet, tapi karena Taliban itu memang tidak tahu perikemanusiaan, 
ya akhirnya terbukti sendiri, dan sekarang ini menjadi bumerang bagi Taliban 
sendiri. Lokasi Taliban sudah dikepung oleh tentara dan selebaran untuk 
penduduk agar meninggalkan lokasi telah disebar luaskan liwat udara, jadi kalau 
tidak mau mengungsi, itu berarti Taliban dan berarti ikut mati kalau para 
Sandera Korea tidak dilepaskan, kalau para Sandera Korea dilepaskan, itu 
mungkin ada harapan baik bagi Taliban. 
   
  Ini berita dari teman saya:
   
    Pihak Gereja dan keluarga para sandera di Afganistan telah menyerahkan 
seluruh sandera itu kepada Allah Bapa di Sorga, jadi berita berikut ini yang 
saya terima dari Indonesia bisa dikatakan 90% betul:
   
  Amerika dan Afghanistant menolak tuntutan Taliban untuk menukarkan
pekerja Social Korsel dengan tahanan2 Taliban.

Ke 23 Social Worker Korsel ini berasal dari sebuah gereja Kristen
aliran tertentu di Korsel yang masuk ke Afghanistant diluar
pengetahuan pemerintah Afghanistant dan Amerika. Mereka masuk ke 
Afghanistan atas undangan Taliban untuk memberi bantuan sosial
terutama kesehatan kepada para terorist Taliban. Selesai memberi
bantuan obat2an maupun operasi kepada anggauta2 Taliban yang takut
masuk kekota itu, rombongan pekerja Sosial ini kembali dengan bus,
namun ditengah perjalanan para anggauta Taliban melakukan penghadangan
dan mereka resmi diculik.

Apa yang dilakukan Taliban ini merupakan pelajaran bagi semua aliran
Kristen baik di Amerika maupun didunia untuk jangan sekali2 
mempercayai terorist Islam dan mencoba untuk beramal tanpa
sepengetahuan tentara Amerika maupun pemerintah Afghanistant.

Oleh karena itu, penolakan pemerintah Afghanistant dan tentara Amerika
terhadap tuntutan Taliban akan mengakibatkan pembantaian para sandera 
yang bisa dijadikan contoh kepada missi2 lain yang coba2 membantu atau
menolong para terorist ini.

Sementara itu, pemerintah Afghanistant maupun tentara Amerika
mengabaikan tuntutan para terorist Taliban ini, lokasi para penculik
tsb sudah dikepung ketat, namun demi keselamatan para sandera belum
dimulai serangan total. Taliban mengancam bahwa apabila Amerika dan 
pemerintah Afgahnistan menyerangnya, maka semua sandera akan dibunuh.

Sementara itu, pihak pemerintah Afghan maupun tentara Amerika hanya
menunggu waktu, apabila keseluruhan sandera ini sudah dibunuh, maka
tidak ada lagi alasan untuk menunda serangan habis2an. Namun pihak
Taliban terus menerus mengundurkan ancamannya karena mereka tetap
membutuhkan sandera ini untuk menyelamatkan diri.

Kecil sekali kemungkinan para penculik dan penyandera ini bisa keluar
dengan selamat dari wilayah yang sudah terkepung ini. Semua tuntutan 
Taliban ditolak oleh tentara Amerika maupun pemerintah Afghanistant, 
tetapi lsm2 swasta tetap berusaha mengadakan negosiasi kepada Taliban
dengan harapan bisa dicapai kesepakatan.

Sementara itu, pihak Taliban juga sudah kebingungan, mereka berulang
kali mengubah tuntutannya, kalo pertama kali mereka meminta untuk
pertukaran tanahan antara 8 tahanan dengan 8 sandera, tapi terakhir
setelah waktu yang diultimatumkan mereka sendiri berakhir, tuntutan 
berubah bukan pertukaran tahanan tapi menuntut uang tebusan.

Perantara Taliban yang melakukan negosiasi juga menjadi serba salah
tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi selain cuma menunggu. 
Pembicaraan mengalami dead lock. Sementara itu kutukan diseluruh
dunia terhadap terorist Islam dan Taliban terus meningkat, pemerintah 
Afghan dan tentara Amerika tidak mungkin diharuskan bertanggung jawab
karena menolak tuntutan Taliban karena ke 23 pekerja Sosial ini
bekerja sendiri tanpa sebelumnya meminta perlindungan pemerintah
Afghan maupun tentara Amerika.

Bagi tentara Amerika maupun pemerintah Afghan, kejadian ini sangat 
baik direlease sebagai pelajaran bahwa janganlah sekali2 bersimpati
dengan terorist jihad Islam atau mereka akan mengalami nasib yang
sama. Demikianlah, secara politik dan psikologis posisi Taliban dan
Terorist Jihad Islam akan makin terjepit karena selama ini mereka
masih terus mendapatkan bantuan dari simpatisan2 terutama di Asia
sehingga bisa melanjutkan teror2 mereka diseluruh dunia selama ini. 
Bantuan kepada mereka dipastikan akan makin menurun sehingga lebih
memudahkan bagi tentara Amerika dan pemerintah Afghan untuk menumpas
semua gerakan2 ini.

Pemimpin Taliban yang menculik ke 23 orang ini adalah bekas tahanan
pemerintah Afghan yang kemudian dilepaskan melalui pertukaran dengan 
wartawan Itali. Tentara Amerika mengkritik tindakan pemerintah Afghan
ini karena pertukaran seperti ini akan mendorong penculikan2
selanjutnya. Oleh karena itulah, pemerintah Afghan tidak akan
melakukan kesalahan kedua kalinya dengan mengabulkan tuntutan 
pertukaran sandera ini. Malah lokasi para sandara dan Taliban yang
menculiknya ini sekarang terkepung ketat. Peringatan pemimpin Taliban
agar pasukan tentara Amerika maupun pasukan tentara Afghan
mengundurkan diri melepaskan kepungan ini tidak dihiraukan baik oleh 
tentara Amerika maupun oleh pemerintah Afghan.

Bagi tentara Amerika dan pemerintah Afghan hanyalah menunggu sampai
sandera dibebaskan semuanya, atau dibunuh semuanya, tidak ada tawar
menawar lagi untuk hal ini. Kalau para sandera Korea itu dilepaskan, maka
  Taliban masih punya kesempatan baik, kalau dibunuh semua, ya mereka
  pasti juga mati semua, karena sudah terkepung, dan Tentara Korea juga
  sudah berada di Afganistan juga.


-- 
1 Korintus 1:10
aku menasihatkan kamu, saudara saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, 
supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi 
sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 



                      For of Him and through Him and to Him are all things, to 
whom be glory for ever. 
  Amen (Romans 11:36)
      
                 














       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke