SUARA MERDEKA
Selasa, 07 Agustus 2007
Perankan Cheng Ho, Yusril Berlatih Silat Selama Setahun
SM/detik PERAN CHENG HO:Yusril Ihza Mahendra saat tampil sebagai pemeran
utama dalam film Laksamana Cheng Ho.(30)
Mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan mantan Meneg Pembangunan Daerah
Tertinggal Saifullah Yusuf kini jadi bintang film. Kedua mantan menteri Kabinet
Indonesia Bersatu itu bermain dalam film Admiral Zheng He atau Laksamana Cheng
Ho. Berikut laporannya.
YUSRIL Ihza Mahendra hapal betul riwayat Laksamana Cheng Ho. Karena itulah, ia
sangat senang ketika mendapat peran sebagai Cheng Ho dalam film berjudul
''Laksamana Cheng Ho''. Untuk peran ini, mantan Mensesneg itu berlatih silat
selama 1 tahun. "Cheng Ho adalah legenda," kata dia saat memperkenalkan film
Laksamana Cheng Ho di NAM Centre, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin
(6/8).
Yusril begitu kagum kepada sosok utusan kaisar China itu. Selain beragama
Islam, menurut dia, Cheng Ho adalah pembawa misi perdamaian. "Banyak unsur
pendidikan, sejarah dan politik dalam film ini. Karena itu saya tertarik,"
imbuh Yusril.
Yusril berkisah mengenai sosok Cheng Ho. Sejak umur 10 tahun, Cheng Ho telah
menjadi pelayan seorang pangeran dan dikebiri. "Itu dilakukannya demi menolong
orang tuanya dari hukuman penjara. Di istana, Cheng Ho belajar dan membaca
banyak buku hingga menjadi pintar," ujar Yusril.
Untuk berperan menjadi Cheng Ho memang tidak mudah. Menurut Yusril, dia harus
berlatih adegan silat selama 1 tahun. "Syuting di Thailand tanpa memakai
stuntman dan menggunakan pedang sungguhan," ungkap Yusril.
Adapun ide awal mengenai film itu, menurut dia, sudah ada sejak 2 tahun lalu
kala dirinya masih menjabat menteri. "Waktu itu rencananya aktor Thailand yang
akan menjadi Cheng Ho. Karena kalau saya, nanti filmnya akan membutuhkan waktu
lama, syutingnya kan mesti libur," jelas dia.
Namun nasib berkata lain. Ternyata dirinya diberhentikan menjadi menteri dan
rezeki peran Cheng Ho pun jatuh kepadanya. Jubah merah Cheng Ho pun lantas
melekat di tubuhnya. "Film ini tidak komersil, kita tidak dibayar sama sekali
dan sebenarnya ini film islami," jelas Yusril.
Lalu apakah ke depannya profesi seni peran akan ditekuninya, Yusril menjawab
diplomatis. "Saya lebih tertarik menjadi produser untuk membuat film-film
bermutu," tandas dia.
Film Laksamana Cheng Ho ini dibintangi pula oleh mantan Menteri Percepatan
Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Film ini
rencananya akan tayang pada akhir Januari 2008 di salah satu stasiun tv swasta
di Indonesia.
Film berbiaya US$ 3 juta itu dibuat di 6 negara dan melibatkan 6 ribu pemain.
Yang terbesar di China 4 ribu pemain serta ikut pula militer China.
Perankan Raja Majapahit
Majapahit sedang mengalami perpecahan kala Cheng Ho mendarat di Bumi Indonesia
sekitar tahun 1440-an. Ada dua raja saat itu yang bertikai. Salah satunya
bernama Raja Wikramawardana. Peran inilah yang jatuh kepada Saifullah Yusuf
alias Gus Ipul.
"Waktu ditawari main film jadi raja Majapahit oleh Pak Yusril saya bilang mau,
tapi saya pilih yang hidup (menang)," kata Gus Ipul saat mendampingi Yusril
Ihza Mahendra dalam memperkenalkan film tersebut.
Gus Ipul bercerita sekitar 2 bulan yang lalu, dirinya diajak ikut melihat
syuting film di Thailand oleh Yusril. "Saya bilang enak juga main film, lalu
Pak Yusril menawari jadi raja Majapahit," jelas Gus Ipul.
Namun, Gus Ipul memilih peran Raja Majapahit yang hidup. "Lha gak mau dong,
kalau memerankan yang kalah (mati)," ujar Gus Ipul terkekeh. (
[Non-text portions of this message have been removed]