Saya Membela Kehormatan Muhammad Dari Penghinaan Umatnya Sendiri !!! Tulisan2 yang dilestarikan baik dalam AlQuran dan Hadistnya tentang Nabi Muhammad yang menikahi begitu banyak wanita2 setelah isterinya Khadijah meninggal dunia, telah menjadi bahan olok2-an dunia diluar umat Islam.
Sebaliknya, dikalangan umat Islam sendiri juga merasa perbuatan nabinya sangatlah tidak pantas, meskipun sebagian besar umat Islam mengutuk perbuatan nabi Muhammad dalam hatinya, tidak ada yang berani mengungkapkannya keluar. Darimanapun anda mau menggunakan sudut pandang, mengawini bocah wanita umur 7 tahun dengan laki2 tua pikun yang sudah renta berumur 5 tahun sangatlah tidak pantas, melanggar etika, melanggar moral, hina, dan dikutuk semua orang diseluruh dunia baik dizaman dulu, maupun hingga dizaman sekarang. Tidak mungkin menutupi penghinaan terhadap nabi Muhammad ini dengan meng-otak atik umur Aisyah salah, karena kalo umur Aisyah salah, semuanya jadi salah, AlQuran dan Hadist-nya juga jadi salah, bagaimana mungkin umat Islam tidak malu untuk mengatakan bahwa AlQuran dan Hadistnya dijaga oleh Allah ??? Apanya yang dijaga kalo umur Aisyah saja tak terjaga hingga membanting kehormatan nabi yang seharusnya terhormat dimata semua orang baik mereka yang percaya maupun mereka yang tidak percaya ??? Saya sebagai peneliti berhasil menemukan berbagai inscripsi2 kuno yang menceritakan pelarian keturunan nabi Muhammad ke Asia Tenggara di kerajaan Champa yang kemudian menjadi kerajaan Islam pertama diAsia Tenggara. Sangatlah aneh, kerajaan Islam ini menganut system kekeluargaan yang matrimonial persis seperti yang dianut oleh Siti Khadijah. Bukanlah rahasia lagi bahwa kerajaan2 Arab dimasa lampau menganut system matrimonial seperti halnya Ratu Cleopatra yang melamar Raja Alexander, juga Ratu Sheba yang melamar raja Sulaiman. Ada Hadist Shia yang menceritakan bahwa Siti Khadijah masih perawan sewaktu menikah dengan Nabi Muhammad, namun dipihak Sunni ceritanya Siti Khadijah adalah janda beranak satu. Jelas sekali kalo anda telusuri secara netral tidak berpihak, pihak Sunni selalu merendahkan kehormatan Siti Khadijah dan dilain pihak meninggikan Aisyah. Sebaliknya dipihak Shiah selalu meninggikan kehormatan Siti Khadijah dan berkencendrungan menghina Aisyah. Urusan pertikaian antara Shia - Sunni bukan urusan saya untuk berpihak, namun kecendrungan2 tsb memang membawa pesan tersendiri untuk dianalisa bahwa memang terjadi pembunuhan berencana terhadap nabi Muhammad dan keturunan2nya. Hal ini juga bisa dipastikan bahwa semasa hidupnya nabi Muhammad ternyata Umar adalah musuh nabi Muhammad. Namun entah dengan cara apa, AlQuran bisa memutar balik riwayat Umar yang tadinya musuh mendadak diceritakan menjadi pengikut dan sahabat nabi bahkan menikahkan anaknya dengan nabi Muhammad. Berdasarkan analysis antropologis bisa dibuktikan bahwa Khadijah adalah orang Arab yang berdarah campuran dengan Yahudi, hal ini bisa dipastikan karena paman Khadijah yang bernama Ibn Waraq atau dipanggil Waraqa adalah seorang Rabbi Yahudi. Waraqa inilah orang paling pertama yang menyatakan nabi Muhammad adalah nabi utusan Allah sebelum Muhammad sendiri menyadarinya. Muhammad dan Khadijah yang hidup sebagai pengusaha sangat dekat dengan kebanyakan orang2 Yahudi dizaman dulu, jadi tidak mungkin Muhammad membenci Yahudi sementara Khadijah isterinya juga berdarah Yahudi dan pamannya Waraqa adalah Rabbi Yahudi. Bagaimana mungkin AlQuran dan Hadistnya begitu banyak ayat2 yang penuh kebencian kepada orang Yahudi ??? Kalo anda yakin bahwa Muhammad dan Khadijah hidup sebagai pengusaha, apakah anda bisa membayangkan darimana sumber kehidupan Abu Bakar dan Umar dimasa itu ???? Kedua orang ini bukanlah pengusaha melainkan penyamun yang biasa merampok orang2 Yahudi. Demikianlah, baik hadist2 dan berbagai AlQuran banyak kontradiksinya dalam hal, disatu pihak ada yang menyatakan Muhammad memusuhi Yahudi, tapi dilain pihak banyak bukti2 bahwa Muhammad sangat bersahabat dengan orang2 Yahudi. Sebetulnya hal ini tidak mengherankan, pada hakekatnya Muhammad memang bersaudara dengan orang2 Yahudi melalui isterinya yang tercinta yaitu Khadijah. Orang2 Yahudi semuanya adalah pedagang sementara itu Muhammad dan Khadijah juga memiliki professi yang sama dengan orang2 Yahudi. Wajar kalo kita berkesimpulan bahwa nabi Muhammad tidak mungkin memusuhi atau dimusuhi oleh orang2 Yahudi. Sangat berbeda dengan Abu Bakar dan Umar, kedua orang ini mempunyai alasan untuk membenci dan memusuhi orang2 Yahudi. Sebabnya karena nabi Muhammad yang banyak pengikutnya waktu itu justru melindungi orang2 Yahudi melalui dukungannya kepada Rabbi Yahudi yang waktu itu merupakan paman langsung dari Siti Khadijah yaitu Waraqa. Bukanlah hal yang luar biasa kalo Abu Bakar dan Umar merekayasa konspirasi pembunuhan nabi Muhammad untuk mengambil alih kekuasaannya dimasa usianya sudah senja. Untuk mendapatkan dukungan dari para pengikut Muhammad itulah, Abu Bakar merekayasa anak gadisnya se-olah2 menjadi isteri nabi Muhammad sehingga memberi legitimasi kepada Abu Bakar untuk mengangkat dirinya sebagai Caliph yang menggantikan nabi Muhammad. Kunci kebohongan dan kejahatan Abu Bakar Umar ini terletak dalam umur Aisyah yang sebenarnya tidak memungkinkan menikah dengan nabi Muhammad. Kesemuanya ini bisa kita sama2 membuktikannya dengan menganalisa umur semua para pelaku saat itu yang saling berkaitan satu sama lainnya: Tak perlu anda buang waktu untuk membuktikan kesalahan umur Aisyah, karena kalo anda mengubah umur Aisyah maka semua umur pelaku2 lainnya juga turut berubah, karena semua pelaku berada dalam dimensi waktu yang sama yang berjalan sejajar. Sewaktu Khadijah menikahi Muhammad, Khadijah sudah berumur 36 tahun, Muhammad berumur 26 tahun, dan Abu bakar baru berusia 10 tahun. Khadijah mati pada umur 65 tahun, pada saat Muhammad berusia 55 tahun dan Abu Bakar berusia 29 tahun, sedangkan Aisyah baru berusia 7 tahun. Aisyah lahir sewaktu Abu Bakar berusia 22 tahun. Nabi Muhammad meninggal sewaktu berumur 60 tahun pada saat Aisyah berumur 12 tahun. Semua perhitungan ini dilakukan berdasarkan tanggalan Masehi. Jumlah hari tanggalan Arab lebih sedikit dari tanggalan masehi, sehingga kalo dihitung berdasarkan tanggalan Arabnya, Muhammad mati kira2 sekitar usia 65-66 tahun. Semua pernyataan saya ini berdasarkan bukti2 yang nyata, namun bukti2 ini tidak bisa dipertunjukkan demi keamanan dan keselamatan para penelitinya dan juga mereka yang memiliki dan menyimpan tulisan2 kuno diatas kulit kambing. Bisakah anda bayangkan, nabi Muhammad yang sejak berusia 26 tahun hidup bahagia bersama Siti Khadijah selama 29 tahun, mendadak dalam usianya yang sudah 55 tahun hingga wafatnya dalam usia 60 tahun, hanya dalam kurun 5 tahun saja mengawini puluhan wanita2 yang ternyata sangat erat hubungan kekerabatannya dengan bekas musuh2 nabi Muhammad seperti Abu Bakar, Umar, dan beberapa lainnya? Susah untuk masuk dalam akal sehat, dimana seorang laki2 kaya seperti Muhammad yang tidak pernah menikahi wanita lain selama 29 tahun selain isterinya sendiri, mendadak dalam waktu hanya 5 tahun dalam usianya yang sudah tua menikahi puluhan wanita2 muda. Anehnya, setelah mati, ayah dari wanita2 yang dinikahi menduduki jabatan2 tertinggi yang tidak pernah dijabatnya selama kehidupan nabi Muhammad. Sangatlah menyesatkan kalo dalam tulisan ini saya dianggap menghina nabi Muhammad, kenyataannya, saya adalah umat Islam yang mungkin satu2nya didunia ini yang justru membela, melindungi, dan membuktikan kehormatan nabi Muhammad di-injak2 oleh umatnya sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati.
