Refleksi: NKRI tidak  mampu menyediakan lapangan perkerjaan, Malaysia belum 
bisa melindungi TKI, lalu apa yang harus diperbuat? 


http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=302844&kat_id=23

Rabu, 08 Agustus 2007  14:12:00

Malaysia Belum Bisa Melindungi TKI Asal Jatim


Surabaya-RoL-- Pemerintah Malaysia dinilai belum bisa melindungi Tenaga Kerja 
Indonesia (TKI) asal Provinsi Jatim yang bekerja di negaranya, terbukti hingga 
saat ini pemulangan TKI masih terus berlangsung dan kasus-kasus terus 
bermunculan.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim, Rivo Hernandus SH MHum mengemukakan hal 
itu di Surabaya, Rabu, ketika dikonfirmasi ANTARA soal kesepakatan bersama 
antara RI dan negara penerima untuk saling melindungi TKI terkait HUT ASEAN 
(8/8) ini.

"Mengenai perlindungan TKI Jatim yang bekerja di Malaysia, kami sudah 
berkali-kali bertemu pejabat terkait baik dari Disnaker, Depnaker, bahkan pihak 
Malaysia pernah bertemu dengan gubernur," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan sudah ada kesepakatan agar TKI yang ada 
di Malaysia diberlakukan secara manusiawi, namun sampai detik ini setiap tahun 
dan setiap bulan selalu ada pemulangan TKI.

"Para cukong selalu datang ke Jatim pada saat panen sawit dengan merekrut TKI 
ilegal, sehingga kesepakatan tidak berjalan sama sekali. Intinya kami kecewa 
pada pemerintah Malaysia karena tidak pernah menghargai komitmen yang dibuat 
bersama," katanya.

Dia mengatakan komitmen tersebut sudah dipertegas berkali-kali tetapi hasilnya 
selalu saja keluar dari kesepakatan yang telah dibuat bersama, karena itu 
sekarang tidak terlalu berharap banyak dari Malaysia.

"Kami cuma minta kepada pejabat terkait di Depnaker, apalagi sekarang sudah ada 
BP2TKI agar lebih maksimal lagi untuk memantau kerja teman-teman kita yang ada 
di Malaysia dan juga di wilayah ASEAN lainnya," katanya.

Rivo mengatakan DPRD Jatim sudah melakukan kerja sama dengan Disnaker, Depnaker 
dan KBRI di Malaysia.

"Kami minta ada advokasi ketika TKI terkena masalah, meminta kepada PJTKI yang 
memberangkatkan TKI benar-benar bertanggung jawab tidak hanya ditaruh kemudian 
selesai, tetapi juga saat bekerja disana," katanya.

Rivo juga meminta kepada Disnaker agar PJTKI yang memberangkatkan TKI 
benar-benar diperketat legalitasnya. antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke