http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=300986

Senin, 27 Agt 2007,

Cabut Dukungan ke SBY, Digoyang Isu KLB 




JAKARTA - Diduga karena melontarkan pernyataan bahwa PAN mencabut dukungan 
terhadap pemerintahan SBY-Kalla, posisi Soetrisno Bachir mulai digoyang. Kabar 
santer yang berkembang saat ini sejumlah kader PAN dan wilayah berancang-ancang 
melengserkan Soetrisno lewat kongres luar biasa (KLB).

Wilayah yang paling depan menyuarakan KLB adalah Sumsel dan Sulut. Kemudian, 
tiga anggota DPR yang berada di faksi Hatta Radjasa disebut-sebut berada di 
balik pendongkelan Soetrisno.

Saat dikonfirmasi soal aksi penggoyangan tersebut, Soetrisno hanya tersenyum. 
"Ayo, kita jalan sehat saja. Jangan tanya soal itu," ucapnya sembari memulai 
jalan sehat bersama kader dan simpatisan PAN di Parkir Timur Senayan kemarin. 
Ikut serta dalam olahraga pagi memperingati HUT Ke-9 PAN itu mantan Ketua Umum 
PAN Amien Rais.

Wakil Sekjen DPP PAN Viva Yoga Mauladi tidak menampik adanya isu KLB. Tapi, dia 
tidak risau karena hal serupa pernah mencuat di masa-masa awal kepemimpinan 
Soetrisno. "Itu isu lama. Dulu juga sempat muncul," ucapnya.

Menurut Viva, wacana KLB dianggap sah sepanjang sesuai konstitusi partai berupa 
anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan peraturan organisasi. "DPP tidak 
akan reaktif main pecat hanya gara-gara menggulirkan isu KLB. Tidak seperti di 
partai lain yang langsung main pecat," jelasnya.

Meski begitu, jika ada kader yang bertindak kelewatan dan melanggar rambu-rambu 
partai, DPP akan bertindak tegas. "Jika ada kader yang secara sadar digerakkan 
pihak lain untuk menjatuhkan ketua umum, DPP tidak segan-segan memberikan 
sanksi tegas," jelas mantan Sekjen PB HMI itu.

Sesuai konstitusi partai, lanjut Viva, sanksinya mulai peringatan tertulis 
sampai pemecatan. "Tapi, KLB tetap dimungkinkan sepanjang ada dasar kuat dan 
sesuai rambu-rambu organisasi," jelasnya.(adb

Attachment: 1188148286b
Description: Binary data

Kirim email ke