Refleksi: Apakah tidak ada orang PDIP lain, ataukah masalahnya tergantung kepada siapa yang beri sumbangan uang terbanyak kepada partai?
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=300985 Senin, 27 Agt 2007, Kalangan Muda PDIP Desak Mega Tegas September Harus Ambil Keputusan Maju Pilpres atau Tidak JAKARTA - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri harus segera memberi kepastian maju lagi atau tidak dalam Pilpres 2009. Alasannya, agar PDIP tersedia cukup waktu untuk mempersiapkan kebutuhan internal dalam menghadapi kontestasi orang nomor satu di Indonesia itu. "Kami yang muda-muda mendesak Bu Mega segera memastikan. September ini waktu yang paling tepat untuk mengambil keputusan," kata Ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Olahraga DPP PDIP Maruarar Sirait kemarin (26/8). Maruarar mengatakan, kendati internal PDIP solid, banyak persiapan yang harus dilakukan untuk memenangkan Megawati. "Memang ada orang yang memilih Bu Mega karena karismanya. Tapi, kalau bisa digabung dengan manajemen persiapan partai yang baik, potensi ini akan memperbesar peluang memenangkan Pilpres 2009," ujarnya. Menurut Arar -demikian dia akrab disapa, Megawati memang sengaja menjadikan rentang waktu antara Rakernas I PDIP di Bali, 7-10 Januari 2007 lalu dengan Rakernas II dan Rakornas PDIP di Jakarta, 8-11 September mendatang sebagai masa untuk berhitung. Pertimbangan utama Mega dalam menentukan sikap adalah hasil kerja dan karya struktural PDIP, mulai tingkat desa sampai pusat. "Bu Mega punya ukuran yang sangat matang dan hati-hati. Bahkan, Pilkada DKI kemarin itu juga jadi test case," tegas anggota DPR itu. Bagaimana barisan muda PDIP? "Kami semua solid dan siap bekerja dengan bersandar pada semangat Bung Karno. Satukan perkataan dan perbuatan," jawabnya. Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), salah satu organisasi sayap di tubuh PDIP, juga meminta Megawati segera mengambil keputusan. "Kami berharap Bu Mega mau menyetujui pencalonan itu," cetus Ketua Umum Repdem Budiman Sudjatmiko kemarin. Kendati banyak analisis yang menyebut peluang Megawati untuk menang kecil bila tetap maju pada Pilpres 2009, Budiman bergeming. Dia menyebut belum ada kader PDIP yang bisa berhadapan head to head dengan para capres potensial lain yang akan bertarung pada 2009, kecuali Megawati. "Tapi, Bu Mega sendiri bukan orang yang ambisius mengenai pencalonan ini," katanya. Namun, mengapa Megawati terkesan masih ragu? "Beliau masih mau melihat kedisiplinan partai yang dipimpinnya," jawab mantan ketua umum PRD itu. Hal inilah, lanjut Budiman, yang akan dibuktikan segenap jajaran partai pada 8-11 September nanti. Sikap politik Maruarar dan Budiman itu memperkuat pernyataan Sekjen PDIP Pramono Anung sebelumnya. Pramono juga meminta Megawati segera menentukan sikap. Sebab, ketidakpastian Mega terkait pencalonannya pada Pilpres 2009 hanya akan mengganggu konsolidasi partai. (pri
