Refleksi: Agaknya bahasa gurun pasir tidak cukup, padahal bahasa tsb adalah bahasa yang juga bahasa kerajaan langit biru. Ada-ada saja dunia kafir.
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/27/0602.htm Industri Perlu SDM Berbahasa Asing BANDUNG, (PR).- Perkembangan bisnis dan industri yang semakin berkembang pesat terutama pada pasar global/internasional dewasa ini, menuntut kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di berbagai bidang. Termasuk, kemampuan dalam berbahasa asing, tidak saja mampu berbahasa Inggris secara aktif tapi juga berbahasa Mandarin. Kondisi itu, seperti diakui Direktur Akademi Bahasa Asing (ABA) Internasional (periode 2007-2011), Dr. Petrina Faustine S.E., M.M., M.Sc. PRESKOM Bank NISP Karmaka Surjaudaja yang juga Dewan Pembina pada Yayasan Akademi Bahasa Asing (ABA) Internasional, menyampaikan sambutan saat wisuda akademika ABA Internasional di Bandung, Sabtu (25/8). Kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Mandarin semakin dibutuhkan dunia bisnis dan industri dewasa ini.*Ivan W./"PR" Menurut dia, kegiatan bisnis dan industri selama ini banyak memerlukan bantuan ahli bahasa Mandarin, untuk dapat mengerti kontrak maupun bernegosiasi dengan pebisnis dari Cina. Hal ini sangat penting demi mempelajari kultur bangsa itu yang sudah dikenal sebagai budaya tertua di dunia. "Bahkan, saat ini paradigma bisnis dunia sudah bergeser ke Asia seperti Jepang, Korea, dan Cina. Di mana, Cina sudah menjadi pusat perhatian dunia. Sehingga, mempelajari bahasa Mandarin menjadi penting bagi bangsa Indonesia, untuk bersaing dengan bangsa lainnya, maupun bekerja sama dengan Cina di segala bidang," ujarnya kepada "PR", Sabtu (25/8). Petrina mengungkapkan hal itu, seusai Sidang Terbuka Senat ABA Internasional-Wisuda Lulusan I Semester Genap Tahun Akademik 2006/2007, serta pemberian sertifikat kelulusan pelatihan bahasa Mandari. Sebanyak 32 lulusan program D-3 ABA Internasional yang dilantik ini, dihadiri seluruh civitas academica, keluarga wisudawan, dan Pengurus Yayasan ABA Internasional (Yayasan Citra Cemara). Di antara Pengurus Yayasan ABA Internasional, tampak di antaranya Karmaka Surjaudaja sebagai Dewan Pembina. Karmaka, yang juga Presiden Komisaris Bank NISP ini mengungkapkan, kemampuan berbahasa asing diakui memiliki peran penting di tengah era globalisasi dan perdagangan dunia. Untuk itu, melalui ABA Internasional diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mempunyai daya saing. Mengenai ABA Internasional, Petrina Faustine menjelaskan, akademi yang didirikan Yayasan Citra Cemara 2004 ini, kampusnya berada di Parahyangan Villa Padalarang Bandung. Misi pendiriannya, untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan bangsa, agar memiliki kemampuan bersaing di dunia internasional yang difasilitasi kemampuan berbahasa . Adapun, program studi yang disediakan, ujar Petrina D-1 dan D-3. Setelah tingkat ini diselesaikan, mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan selama 2 tahun lebih lanjut di Cina, untuk mendapatkan S-1 di Beijing Capital Normal University-China, sehingga memperoleh gelar sarjana. (A-68)***
<<06-aba.gif>>
