Refleksi: Apa beda antara Muhammadiyah dan Golkar, bila Din bekas funksionaris Golkar ditawari balik ke Golkar. PDIP pun dibawah naungan Golkar. Jadi sekali Golkar memang partai berkuasa.
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=301277 Rabu, 29 Agt 2007, Usai Memuji, Din Ditawari Balik ke Golkar JAKARTA - Rangkaian safari politik Partai Golkar ke sejumlah ormas keagamaan dimulai kemarin. Saat bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Koordinator Bidang Keagamaan DPP PG Priyo Budi Santoso sempat menawarkan kembali ke partai beringin. Pertemuan singkat jajaran DPP PG dengan PP Muhammadiyah tersebut berlangsung penuh keakraban. Din beberapa kali bernostalgia soal masa lalunya yang pernah menjadi fungsionaris Partai Golkar. "Sebenarnya saya punya ikatan batin dengan Golkar," tuturnya. Din menceritakan pernah menjabat wakil sekretaris jenderal DPP Partai Golkar. Tak hanya itu, mantan ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IP NU) tersebut juga pernah menjadi badan penelitian dan pengembangan (balitbang) partai beringin. "Meski cuma beberapa bulan, saya pernah menjadi kader Golkar," tambah Din yang kemarin mengenakan jas dan dasi warna kuning. Dalam kesempatan itu, Din juga memuji Partai Golkar sebagai miniatur Indonesia. Kader dari berbagai latar belakang suku bangsa dan agama mampu mengekspresikan aspirasinya. Selain itu, posisi Partai Golkar sebagai partai tengah (median position) akan menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun bangsa. "Kalau itu dipertahankan, Golkar pasti besar," tandas Din. Pendapat Din tersebut ditangkap dengan baik oleh Priyo Budi Santoso. Pengganti Yahya Zaini untuk posisi Korbid Keagamaan di DPP PG itu langsung menawarkan kepada Din untuk kembali bergabung dengan partainya. Ketua FPG DPR RI tersebut lalu mengacu pada track record dua mantan ketua PP Muhammadiyah yang sudah menjadi kader parpol. "Pak Amien sudah dengan PAN, Buya Syafi'i Ma'arif sudah ke PDIP (ketua Dewan Pembina Baitul Muslimin Indonesia, Red), dan sekarang tinggal Pak Din mau bernostalgia dengan Golkar," katanya. Menanggapi tawaran politik tersebut, Din menjawab sambil bercanda. "Kalau yang ngomong politisi, harus ditanggapi dengan diskon. Nggak usah diterima bulat-bulat," katanya. Dia kemudian mengatakan tidak akan berafiliasi dengan partai apa pun selama menjadi pengurus PP Muhammadiyah.(c
1188318978b
Description: Binary data
