=================================
Seri : "Membangun Keluarga Indonesia"
=================================
[EQ]
CHRISYE : SEBUAH MEMOAR MUSIKAL
[Naga Legendaris INDONESIA]
Oleh : Alberthiene Endah
Bermimpilah,
sebab harapan akan memberi hidup
Berkaryalah,
sebab seni akan memberi makna
[Naga belajar . . . sampai menutup mata]
64. Saya Penyanyi yang bukan Selibriti!
Sebagian besar orang yang mengenal saya menandai saya sebagai pria pendiam
dan agak dingin. Padahal, aslinya, saya sebenarnya bisa ancur juga. Namun
memang saya tergolong orang yang tidak bisa langsung akrab dengan orang yang
baru saya kenal. Butuh waktu sampai saya bisa luwes. Sudah begitu, saya juga
kurang jago menunjukkan sikap rame.
Anak-anak saya tidak boleh merasa jadi anak artis!
Ada hal yang mengerikan dalam kehidupan selibriti. Sorak-sorai kekaguman saat
berada di panggung popularitas pujian dari sana-sini dan perasaan menjadi orang
besar, efektif membuat diri menyusup keluar dari karakter asli. Saya tidak
heran melihat seorang artis yang berubah sikap hanya dalam hitungan bulan
ketika kejayaan mendadak menghadirinya.
Mudah. Amat mudah bagi seorang selebriti yang berjaya untuk melayang terbang
dan lupa untuk mengijak bumi. Ketika perlahan popularitas surut, tubuh yang
sudah membumbung tinggi langsung terjatuh rasanya sakit sekali. Dampak yang
menyertai bisa berbeda-beda. Sebagian menjadi sadar bahwa populanjtas dan
kejayaan (apalagi di kancah musik seperti di Indonesia) bukanlah sesuatu yang
abadi. Sebagian lagi tak bisa menerima kenyataan dan terus terjebak dalam rasa
frustrasi.
Itu membuat saya sangat hati-hati bersikap dengan profesi yang saya jalani.
Setiap kali ada orang mendapat tepuk tangan di panggung, saya selalu
berkata-kata dalam hati : Ya Allah, Ya Allah jangan biarkan saya jadi manusia
sombong.
Kepada anak-anak saya tidak pernah mengobral kebanggaan sebagai anak
selebriti. Mereka cukup bangga menjadi anak Chrisye, bapak mereka dan punya
tanggung jawab. Bahwa saya dikenali orang banyak itu adalah risiko logis
seorang penyanyi.
Saya takut anak-anak saya terbuai dalam kesombongan yang sangat rapuh, saya
tidak mau mereka berpikir bahwa dengan menyebut diri sebagai anak Chrisye
mereka akan mendapat perlakuan lebih di luar. Saya katakan bahwa seribu orang
memuji saya, maka seribu orang juga membenci saya. Saya adalah manusia biasa
yang tidak sempurna.
Alhamdullilah mereka tumbuh menjadi anak-anak sederhana yang tidak berpikir
bapaknya adalah penyanyi terkenal.
Memilih partner musik, jangan asal comot!
Satu hal yang paling saya pertimbangkan setelah menetapkan niat memulai album
baru adalah menentukan arranger alias penata musik. Lagu bagus, suara oke, tapi
kalau penata musiknya tidak bisa mengangkat, sebuah album seperti tak punya
darah.
Susah-susah gampang mendapatkan musisi yang klop. Saya sendiri tak punya
rumusan pasti. Tapi, yang jelas, saya tidak percaya bahwa partner musik yang
cocok harus datang dari kalangan yang akrab dalam pertemanan. Buat saya yang
penting adalah dekat dan nyambung secara musikal. Pertemuan saya dengan Vounky
Soewarno, Addie MS, bahkan juga Erwin Gutawa, semua tidak diawali oleh
pertemanan dekat. Tapi, begitu ketemu, naluri saya menemukan jodoh musik yang
asyik.
Sebelum memutuskan untuk melamar seorang arranger dalam setiap album,
biasanya saya akan melakukan pengamatan mendalam. Saya lihat kreativitasnya,
karya dan saya ajak bicara. Saya menyukai orang-orang kreatif yang penuh
semangat dan rendah hati. Dan obrolan itu saya akan tahu tipikal seperti apa
calon partner saya. Seorang penata musik yang baik akan sangat memperhatikan
diri penyanyi, kekurangan dan kelebihannya. Dia akan memberikan tantangan yang
menarik, tapi tidak akan menghancurkan performa penyanyinya. Pendeknya, ia akan
menjaga seorang penyanyi.
Satu hal lagi yang perlu dimiliki dalam proses kerja sama adalah keikhlasan
untuk menerima kritik dan saran. Saya tidak pernah tersinggung jika diatur oleh
musisi yang usianya jauh lebih muda. Namun, tentu saja, semua dilakukan dalam
cara berkomunikasi yang saling menghargai.
Jika ketemu yang cocok, tak ada salahnya mempertahankan kerja sama itu sampai
beberapa album atau proyek musik. Tapi, selalu kritis dengan perkembangan zaman
agar kita tahu kapan saatnya berganti partner. Jangan salah, partner kita pun
memerlukan pindah ke penyanyi lain agar ia bisa berkembang.
[bersambung ]
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.