http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=4724&ses=
11 September 2007 04:36:20 Saatnya Kaum Perempuan Bangkit Ones Pahabol: Perempuan Merupakan Bagian Terpenting Dalam Proses Pembangunan JAYAPURA-Setelah begitu lama hidup dalam keterbelakangan atau bahkan keterpurukan, saat ini para kaum hawa (Perempuan) asal Kabupaten Yahukimo mulai bangkit. Pelan tapi pasti, mereka mulai menunjukkan jati dirinya. Hal itu sebagaimana telah dilaksanakannya kegiatan seminar sehari, peranan perempuan Yahukimo, yang dilaksanakan oleh Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo, di Museum Provinsi Papua Waena, akhir pekan kemarin. Ketua Panitia Pelaksanaan Seminar, Olha Balingga, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini, dalam rangka untuk memberikan pemahaman kepada kaum perempuan asal Yahukimo, agar jangan saja menjadi budak laki-laki, namun bisa berkarnya sama dengan kaum laki-laki. "Kagiatan ini baru pertama kali kami laksanakan dengan tujuan agar perempuan Yahukimo mempuyai pemahaman, sehingga kedepan perempuan Yahukimo bisa berkembang, sama seperti saudara-saudara kami di daerah lain. Di samping itu, kegiatan ini juga sebagai satu media untuk melatih kami, kelak menjadi pemimpin,"jelasnya. Kegiatan seminar sehari ini diikuti oleh mahasiswi-mahasiswi asal Yahukimo yang menuntut ilmu di Jayapura, apara tokoh perempuan asal Yahukimo, serta ibu-ibu asal Yahukimo yang sementara bermukim di Jayapura. Bupati Yahukimo, Ones Pahabol SE,MM, ketika membuka kegiatan ini mengungkapkan rasa bangganya terhadap para perempuan asal Yahukimo itu. ''Anggaplah selama ini kita sedang tidur, dan kini kita mulai bangun untuk bergegas menyongsong hari esok,''kata Bupati Pahabol. Menurut Bupati Pahabol, perempuan merupakan bagian yang terpenting dalam proses pembangunan yang sementara sedang dilaksanakan di Kabupaten Yahukimo. Untuk itu, semua pihak harus mendukung dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perempuan untuk lebih berkarya, termasuk juga dari pihak adat. "Kami sudah dilepaskan oleh pihak agama dari pengaruh kejahatan. Untuk itu segala adat-istdiat yang menekan perempuan untuk berkarya, sebaiknya dihapuskan,"ungkapnya. Dikatakan, dengan pemekaran Kabupaten Yahukimo sejak empat tahun silam, pemerintah sangat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan Yahukimo untuk lebih berkarya. ''Dan wujud perhatian pemerintah daerah itu, bisa dilihat dari perbaikan gizi kesehatan perempuan Yahukimo, maupun dari dari segi sumber daya manusia (SDM)nya. Untuk itu, banyak anak-anak perempuan asal Yahukimo yang sudah mampu menuntut ilmu di beberapa kota studi, baik di Papua maupun di luar Papua,''ungkapanya. Dijelaskan, pembangunan pemberdayaan perempuan Yahukimo dilakukan untuk menunjang dan mempercepat tercapainya kualitas hidup dan mitra kesejajaran laki-laki dan perempuan, dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi/advokasi pendidikan dan latihan bagi kaum perempuan yang bergerak dalam seluruh bidang atau sektor. Secara nasional, tujuan pembangunan pemberdayaan perempuan antara lain, meningkatkan sumber daya manusia perempuan yang mempunyai kemampuan dan keamanan guna kemandirian, dengan bakal kepribadian, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian, terciptanya gerak langkah yang terpadu dan harmonis antara sektor dan sub sektor pemerintah, organisasi (kemasyarakatan dan politik), LSM, tokoh dan pemuka masyarakat dan agama dalam upaya proses pembangunan perempuan. Adapun sasaran umum pembangunan pemberdayaan perempuan antara lain, meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Perempuan di berbagai kegiatan sektor dan sub sektor serta lembaga dan non lembaga yang mengutamakan peningkatan kemampuan dan profesionalisme/keahlian kaum perempuan. Kemudian mewujudkan kepekaan, kepedulian jender dari seluruh masyarakat, penentu kebijakan, pengambil keputusan, perencana dan penegak hukum serta pembaharuan produk hokum yang bermuatan nilai sosial budaya serta keadilan yang berwawasan jender. Sedangkan kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan meliputi mengarusutamakan jender dalam pembangunan daerah pada semua sektor melalui kelembagaan/wadah yang ada untuk mendukung kemajuan dan kemandirian perempuan; meningkatkan komitmen antara lembaga pemerintah, swasta dan independen untuk pemberdayaan perempuan, proses perencanaan, pelaksanaan maupun pemantauan dan evaluasi. Kemudian kinerja pembangunannaya, adalah pertama Pencapaian Sasaran bahwa dalam kegiatan pelaksanaan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan didasarkan atas Kepres Nomor : 122 Tahun 1998 dikoordinasikan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, serta GBHN Tahun 1999 menentukan arah kebijakan sosial budaya pada sektor kependudukan dan peranan perempuan. Pembangunan Pemberdayaan Perempuan yang menunjang/mempercepat tercapainya kualitas hidup dan mitra kesejajaran laki-laki dan perempuan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan antara lain sosialisasi/advokasi, pendidikan dan latihan bagi kaum perempuan yang bergerak dalam seluruh bidang dan sektor. Sedangkan keluarannya (Outpu) bahwa kaum perempuan telah banyak memperoleh kesempatan dan diterima untuk bersama-sama berkiprah di berbagai bidang dan sektor serta dipercaya untuk menjadi penentu, pengambil kebijakan serta mampu pula meningkatkan kualitas hidup pribadi dan keluarga. Untuk meningkatkan peran jender dalam masyarakat dan meningkatkan kedudukan perempuan sebagai bagian dari civil socitey dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memang terdapat berbagai hambatan Hambatan pertama, bahwa sebagai perempuan belum mempuyai kekuatan yang sangat kuat dalam pengambilan keputusan, sering terpengaruh oleh lingkungan sekitar yang akan menimbulkan ketergantungan pada orang lain. Kedua, kurangnya partisipasi aktif dan kreativitas dalam pembangunan, serta mengantisipasi kemungkinan dan pencegahan dalam masalah yang akan muncul. Adapun upaya untuk mengatasi permasalahan bahwa dalam pencapaian sasaran pembangunan pemberdayaan perempuan masih dirasa perlu terus dilaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kemampuan dan peran serta kaum perempuan dalam mengisi pembangunan antara lain: Sosialisasi/advokasi fungsi kelembagaan perempuan baik oleh pemerintah maupun swasta serta LSM yang menangani bidang pemberdayaan perempuan. Kemudian, meningkatkan koordinasi antara lembaga-lembaga yang menangani pemberdayaan perempuan baik dalam bentuk program proyek maupun kegiatan rutin. Pelaksanaan pelatihan/pendidikan sesuai analisis jender agar kaum perempuan dapat menjadi salah satu penentu kebijakan dalam berbagai bidang juga pengambil keputusan. Dan bagi kaum perempuan Yahukimo belum terlambat untuk mengaktualisasikan kebearadaannya. Yang penting, kata Bupati Pahabol, para kaum Perempuan di Yahukimo mau terus belajar dan berlatih guna meningkatkan mutu adan kualitasnya. ''Kita berlum terlambat, mari kita bangun bersama-sama. Pemerintah tetap akan memberikan kesempatan kepada kaum perempuan sebagaimana terhadap para kaum pria,''pungkasnya. Dan untuk menuju ke sana, agar para orang tua mendukung dan terus mendorong anak-anaknya, khususnya yang perempuan untuk terus berkreasi, mengembangkan diri dan terus belajar. Satu hal yang harus dihilangkan adalah budaya orang tua dulu yang jika punya anak perempuan, sejak lahir sudang menghitung uang atau seakan-akan setiap anak perempuan cita-citanya untuk segera dinikahkan agar mendapatkan amas kawin. ''Budaya ini sudah harus ditingglkan jauh-jauh. Jangan lagi ketika anaknya mulai kelihatan punya buah dada lalu dicarikan jodoh, doronglah untuk terus belajar agar kelah ada kaum perempuan dari Yahukimo ini yang ajadi pemimpin di adaerah ini, pemimpin di negara ini,''jelas Bupati Pahabol.(cak/jko
