refleksi: Wah, hebat juga pernyataan Haji Megawati yang mau dipilih untuk 
menjadi preiden NKRI.


HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 21 November 2007 

Megawati: Saya Bukan Sinterklas 

Blora, (Analisa) 

Ketua Umum PDIP yang juga Calon Presiden dari PDIP Megawati Soekarnoputri 
menegaskan, dirinya bukan sinterklas yang datang untuk membagi-bagikan bantuan 
uang kepada rakyat yang dikunjunginya. 

Saat bertemu dengan sekitar seribu masyarakat tani dari sejumlah kelompok tani 
penggarap hutan di Desa Kedung Wungu, Blora, Megawati mengimbau masyarakat agar 
tidak membiasakan diri menjadi orang yang selalu meminta-minta. 

"Kalau berpikir pendek tidak punya uang lalu tidak bisa berbuat apa-apa, maka 
bangsa ini tidak akan bisa maju," katanya. 

Mega lalu mengingatkan pesan ayahnya, Bung Karno, yang selalu menekankan agar 
bangsa ini bisa mandiri dengan kekuatannya sendiri tanpa bergantung pada pihak 
lain. 

Lalu setelah panen, petani dihadapkan masalah rendahnya harga jual produksi 
mereka. 

"Semua itu memang tidak bisa saya selesaikan karena kapasitas bukan lagi 
sebagai kepala pemerintahan, tapi aspirasi tetap akan diperjuangkan melalui 
fraksi PDIP di DPR," katanya. 

Dalam pertemuan yang mengambil tempat di obyek wisata Goa Terawang, Kedung 
Wungu, yang diteduhi banyak pohon jati berusia belasan hingga puluhan tahun 
itu, Megawati juga berpesan agar masyarakat setempat tak lagi mengulangi 
penjarahan hutan seperti pada 1998. Dikatakan, perusakan hutan bakal 
mendatangkan bencana bagi warga sendiri. 

Sebelumnya, para petani setempat memohon agar Mega memperjuangkan nasib petani 
yang di antaranya terkendala oleh kelangkaan pupuk. 

"Hasil panen pertanian juga selalu rendah atau di bawah ongkos produksi. Jadi 
kami ini selalu melarat selawase (susah selamanya-red)," kata salah seorang 
petani. 

Petani lainnya meminta agar Megawati memberikan bantuan modal untuk 
menghidupkan usaha kripik pisang. Industri kecil ini potensial dikembangkan 
karena ditempat itu banyak terdapat bahan baku pisang. 

Sementara itu pada hari ketiga safari di Jawa Tengah, Megawati membatalkan 
berziarah ke makam RA Kartini di Rembang, Jawa Tengah karena padatnya acara. 

"Pembatalan ini lantaran banyaknya jadwal kunjungan ibu Mega di beberapa 
tempat. Makanya, kemungkinan untuk berziarah ke makam RA Kartini di Rembang 
batal," ujar Hendro, salah seorang staf DPP PDIP yang ikut dalam rombongan. 

Masakan khas Kota Semarang, Soto Bangkong yang terletak di Jalan Brigjen 
Katamso, Semarang, Jawa Tengah juga urung disantap Mega. Padahal, beberapa 
pengurus DPP PDIP dan pengurus PDIP Jawa Tengah, sudah menunggu. 

Mega yang menginap di Hotel Candi Semarang langsung melanjutkan perjalanan 
selama lebih dari dua jam ke Desa Kedung Wungu, Blora. 

Kirim email ke