Bangga, senang dan terharu ... membaca tulisan anda..., Saat rekan-rekan berlomba menceritakan tips, trick, motivasi dan janji kaya atau naik ke syurga, sahabat saya bung bhayu yang brewok, disela kesibukannya lebih konkrit menghimbau kita untuk bersimpati kepada saudara kita ... waria Statement anda "keadilan untuk semua" tanpa pandang waria, homo atau lesbian, seolah-olah menjadi tantangan buat saya sehingga saya terpancing untuk merespons email anda. Dari mana kita mulai nih? Salute, Ch Yang dekat & punya sahabat Waria, Homo & Lesbian
_____ bhayu mahendra wrote: Waria dan Kita Apa ada yang tahu, kemarin adalah hari waria sedunia? Saya tahu dari berita televisi pagi ini, kemarin ada yang demo di bundaran HI menuntut perlakuan adil bagi kaum waria. Demo yang lucu karena biasanya pendemo hobi nampang begitu ada wartawan, eh, ini malah pada nutupin muka takut kesorot kamera. Yang demo menurut berita tidak cuma waria, tapi juga kaum homo dan lesbian. Meski sedikit -masih menurut berita- demo itu menimbulkan kemacetan 2 kilometer. Bagi saya pribadi, secara agama memang tindakan menjadi homoseksual atau lesbian tidak dibenarkan, demikian pula menjadi waria. Tetapi prinsip saya tetap, keadilan harus buat semua. Saya tahu, dari berita televisi dan sewaktu bertugas menjadi wartawan, bahwa mereka kerap mendapat perlakuan buruk. Tidak cuma dari aparat saat merazia, tapi juga dari warga negara lain yang merasa dirinya 'normal'. Inilah yang harus kita tentang. Mereka juga manusia dan harus dimanusiakan. Kalau mereka dianggap 'abnormal', rangkul mereka dengan kasih-sayang. Mereka sudah cukup menderita dengan cobaan yang Tuhan berikan kepada mereka. Kesulitan mendefinisikan jati dirinya. Secara psikologis, apa yang mereka alami termasuk penyakit kejiwaan yang tentunya harus ditolong. Saya jadi teringat beberapa tahun lalu di perempatan Trakindo-Marinir Cilandak-Kemang di jalan T.B. Simatupang ada seorang waria miskin. Ia rupanya sulit menerima dirinya seorang laki-laki dan mengamen dengan berdandan ala wanita. Untuk melacur -maaf- ia masih kurang 'cantik' karena belum dioperasi. Walhasil, penampilannya 'nanggung'. Lama- kelamaan, rupanya modalnya untuk beli kosmetik wanita habis. Maka, ia pun kembali berpakaian ala pria. Malah tampak aneh karena ia justru terlihat canggung dan tidak nyaman dengan pakaian yang sebenarnya justru sesuai dengan jenis kelaminnya sewaktu lahir itu. Karena makin jarang yang memberi uang, akhirnya ia menghilang dan saya tak tahu lagi ia ada di mana. Saya yang waktu itu tidak punya dana banyak cuma bisa sekedar memberi receh saja. Dan saya masih kerap menangis mengingat ketidakberdayaan saya menolong orang-orang seperti waria itu. Cita-cita saya kelak -semoga ALLAH meridhoi- adalah membuat perlindungan bagi orang-orang marjinal seperti ini. Tidak cuma fakir-miskin, tidak cuma anak yatim-piatu, tapi semua orang yang dianggap hina oleh orang lain. Maukah Anda bekerja bersama saya? Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.32/1131 - Release Date: 11/14/2007 4:54 PM
