http://www.sinarharapan.co.id/berita/0711/26/eko02.html

AALI Perluas Lahan Sawit 30.000 Hektare



Bandung - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan memperluas usahanya dengan 
membuka lahan baru kelapa sawit seluas 30.000 hektare (ha) pada 2008. Lahan 
baru yang akan dibuka oleh anak perusahaan Astra Internasional ini akan 
tersebar di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. 


"Kita akan melakukan perluasan lahan 25.000 ha hingga 30.000 ha pada tahun 
depan," kata Presiden Direktur PT AALI Widya Wiryawan di sela-sela workshop 
Wartawan Industri, akhir pekan lalu. Menurut Widya, dengan perluasan tersebut, 
total luas lahan kelapa sawit yang dimiliki AALI akan menjadi 258.862 ha. 
Sementara hingga Oktober 2007, penanaman lahan baru kelapa sawit milik AALI 
telah mencapai 12.863 ha atau sekitar 76,7 persen dari total perluasan target 
tahun ini sebanyak 17.000 ha. Saat ini lanjut Widya, total luas tanaman lahan 
kelapa sawit milik AALI telah mencapai 228.862 ha atau meningkat 7,1 
dibandingkan tahun lalu.


Mengomentari kinerja AALI sepanjang 2007 ini, Widya mengungkapkan dari total 
produksi CPO, produksi perusahaannya memang mengalami penurunan sebesar 5,9 
persen. Hingga Oktober 2007, total produksi CPO AALI hanya sebesar 730.000 ton. 
Padahal, pada periode yang sama di tahun 2006, produksi CPO mereka mencapai 
776.000 ton. 


"Kemarau tahun lalu berakibat pada produksi kita di semester I 2007. Tapi 
menjelang akhir tahun ini kita optimistis produksi bisa meningkat karena sudah 
masuk musim penghujan," tukasnya. Walaupun produksi sedikit menurun, secara 
finansial laba bersih yang dihasilkan AALI mengalami peningkatan signifikan. 
Hingga September 2007, laba bersih AALI tercatat sebesar Rp 817 triliun.


Jumlah tersebut meningkat 106,4 persen dibandingkan laba bersih hingga periode 
yang sama tahun lalu yang hanya tercatat Rp 396 triliun. "Kami diuntungkan 
dengan kenaikan harga CPO dunia yang rata-rata naik sebesar 66,1 persen. Harga 
sekarang sudah mencapai Rp 5.763 per kilogram," ujarnya. Penerapan pungutan 
ekspor CPO pada tahun ini juga mempengaruhi kinerja ekspor mereka yang turun 
sebesar 51,6 persen dari 257.145 ton pada Oktober 2006, menjadi 124.450 hingga 
periode yang sama tahun ini. Sebaliknya, penjualan CPO untuk pasar dalam negeri 
justru mengalami peningkatan sebesar 13,2 persen dari 504.378 ton per Oktober 
2006 menjadi 571.067 ton pada tahun ini.
(moh ridwan)

Kirim email ke