HARIAN KOMENTAR
27 Nopember 2007
Bila kasus Gereja dipaksa tutup tak cepat disikapi
Kelompok Minoritas Bakal tak Lagi Percaya Pemerintah
Berbagai tanggapan mencuat atas ditutup paksanya tempat ibadah umat Katolik
Jakarta Barat, termasuk dari kalangan DPRD Kota Manado dan organisasi massa.
Kasus ini, dinilai akan memicu krisis kepercayaan kelompok minoritas terhadap
pemerintah.
Anggota DPRD Manado, Drs Jimmy Joseph menegaskan, pemerintah harus cepat
menyikapi kasus ini. "Karena jika tidak, akan menimbulkan krisis kepercayaan
dari kelompok minoritas terhadap pemerintah," ujar Joseph, Senin (26/11)
kemarin.
Lanjutnya, krisis kepercayaan ini yang harus cepat dicegah, karena berpotensi
menimbulkan hal-hal yang tak terkontrol. "Bagaimana kalau kemudian krisis ini
memicu pada agresifitas massa, kan akan semakin memperlebar masalah," tukas
Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Manado ini.
Joseph mengungkapkan, selain potensi agresifitas massa, kasus ditutup paksanya
Gereja di Jakarta Barat, juga berpotensi memicu gejolak di daerah. "Artinya,
bisa saja kelompok yang ditutup paksa tempat ibadahnya di Jawa itu adalah
kelompok minoritas. Namun di daerah lain, mereka adalah kelompok mayoritas.
Kita juga harus memikirkan reaksi mereka. Karena itu saya menegaskan,
pemerin-tah harus cepat bertindak demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan,
khususnya terja-dinya krisis kepercayaan yang imbasnya tidak kita duga,"
tukasnya.
Sementara itu, Legium Christum (LC) Sulut mengecam aksi penutup paksaan tempat
ibadah ini. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi harian ini tadi
malam (26/11), Superior Jenderal LC Sulut, Lucky Senduk menegaskan, pemerintah
harus menunjukkan sikap adil atas penegakan UUD 45 dan Pancasila tentang
kebebasan beragama, karena paroki tersebut sudah beraktivitas selama 30 tahun.
"Kami juga mendesak Pemerintah Jakbar dan Gubernur DKI untuk mengganti jabatan
Camat Tambora yang mem-buat surat penutupan tempat ibadah tersebut," tukasnya.
Ditambahkan, LC meminta kebijakan Kapolri untuk menonaktifkan Kapolres dan
Kapolsek setempat. "Ternyata mereka tidak bisa menjadi pengayom masyarakat dan
tidak bisa menjamin rasa aman bagi masyarakat," tukasnya.(ftj