Refleksi: Yang tidak berkhayal, tetapi tidak memiliki keberanian bagaikan 
pemimpi kosong di siang hari bolong.

RIAU POS

      Berkhayal pun Perlu Keberanian  


      Sabtu, 15 Desember 2007  
      Meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia khususnya di Pekanbaru 
sendiri tidak lain karena hilangnya kesadaran untuk menjadi entrepreneur, yakni 
pola fikir masyarakat yang hanya untuk mencari pekerjaan (pola yang diwarisi 
oleh para penjajah). Hal ini dikarenakan hilangnya rasa keberanian, berani 
untuk menghadapi segala tantangan untuk mencapai suatu kesuksesan      


      Kalau entrepreneur berani memiliki visi, maka akan lebih dapat 
menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. Sehingga nantinya akan lebih 
mampu meningkatkan kemampuan kerja dan kualitas hidup kita. Karena ini saya 
sangat yakin dengan ungkapan berikut ini: "Hati-hatilah dengan angan-anganmu, 
karena angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan"

      Presiden RI pertama, Ir Soekamo pernah bilang, "Gantungkan cita-citamu 
setinggi langit." Visi itu memang bisa menyugesti orang. Dan, semua langkah 
kita akan kita arahkan ke sana. Apalagi entrepreneur ini biasanya seorang 
pemimpi. Maka mimpi tentang perusahaan, mimpi tentang masa depan, tentu akan 
dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.

      Wirausahawan yang memiliki visi, adalah penerangan bagi para bawahannya, 
anggota "tim sukses"nya dalam bisnis. Wirausahawan dengan visi besar, 
merangsang terbangunnya atmosfir bisnis penuh kreativitas dan inovasi. 

      Bahkan orang meyakini, jiwa wirausahawan itu, dekat sekali dengan dunia 
pengkhayal.  Apa susahnya, berkhayal? Berkhayal adalah aktivitas yang "murah". 
Bagaimana tidak, karena berkhayal tidak memerlukan fasilitas khusus, apalagi 
ongkos. Sekarang juga, Anda pun bisa berkhayal. Tentu saja, khayalan seorang 
wirausahawan, bukan sembarang berkhayal. Bahkan, di zaman susah, dengan 
tumpukan persoalan hidup yang harus dipikul, bisa membuat orang pun tidak 
berani berhkayal. Anda akan tercenung, kalau kami katakan, "Berkhayal pun, 
perlu keberanian!"***


      Intan Khairani, 
      mahasiswi Jurusan Komunikasi 
      Rab University. 
      Tinggal di Pekanbaru. 

  

Kirim email ke