Refleksi: Bravo PDIP! Harus digolakan untuk dijalankan, jangan nanti setelah 
pemilu selesai tidak ada suara, ibarat lidah tak bertulang.

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/12/17/b18.htm

PDI-P Jembrana dan PDI-P Gianyar 
Gelar Pengobatan Gratis 
"Apa yang dilakukan Prof. Winasa sebagai Bupati Jembrana adalah sesuatu yang 
baik juga benar, karena memang seperti itulah seharusnya perilaku seorang 
pemimpin yakni memikirkan rakyatnya. Tetapi perilaku seperti itu tidak akan 
pernah ditiru oleh kepala daerah lainnya. Karena apa yang dilakukan Prof. 
Winasa adalah perilaku yang merugikan dan tidak menguntungkan bagi seorang 
pemimpin. Demikian diungkapkan sosiolog Dr. Mochtar Na'im dalam buku Prof. I 
Gede Winasa: Memasuki Peradaban Milenium. 

KETIKA hal ini disinggung oleh salah satu anggota tim kesehatan sebelum Prof. 
Winasa melepas tim ke Gianyar pada Jumat (14/12) lalu, Winasa mengatakan 
sejatinya keberadaan suatu pemerintahan adalah untuk melayani masyarakat, bukan 
untuk dilayani. ''Dan ketika kebanyakan rakyat masih berada pada tataran 
kemiskinan, apakah seorang pemimpin tidak tergelitik hati nuraninya untuk 
berbuat sesuatu bagi rakyatnya?'' tanya Winasa. Pertanyaan itu dijawabnya 
sendiri, itulah yang dilakukan dalam otoritas sebagai pemimpin untuk menetapkan 
kebijakan publik maupun operasional pelayanan publik yang prorakyat.

Winasa menambahkan justru jika sebagai kepala daerah dirinya tidak melakukan 
semua itu, maka itu baru merupakan sebuah perilaku yang tidak wajar dan ini 
bertentangan dengan komitmen moral kepemimpinannya. 

Winasa melepas Tim Kesehatan Gratis hasil kerja sama antara PDI Perjuangan 
Jembrana dengan PDI Perjuangan Gianyar. Pengobatan gratis bagi masyarakat 
Gianyar dimulai sejak 14-21 Desember 2007. 

Koordinator Tim Kesehatan, I Gede Suarnaadi alias Kompyang, mengatakan setiap 
hari ada lima tim dengan lima dokter yang melayani di lima desa dalam satu 
kecamatan. Kompyang menambahkan pengobatan gratis dimulai sejak Maret 2007 dan 
kini memasuki tahap akhir dari putaran ketiga. 

Pengobatan gratis ini telah menjangkau seluruh kecamatan serta kira-kira 90% 
desa di seluruh Bali. Kompyang menegaskan kegiatan ini akan terus berlanjut 
baik pada desa yang pernah dilayani maupun desa yang belum. 

Mengutip ungkapan Winasa, Korlap Gst. Ngr. Gd. Natih, mengatakan tujuan dari 
diadakannya pemerintahan hanya ada dua yakni untuk meningkatkan kesejahteraan 
masyarakatnya dan untuk memberikan jaminan rasa keadilan. Selebihnya hanya 
merupakan pengembangan dalam upaya pencapaian kedua tujuan utama itu sendiri. 
Artinya kalau masyarakatnya sudah sejahtera dan merasakan adanya keadilan, 
sebenarnya tugas pemerintah itu sudah selesai dan kemudian dilanjutkan oleh 
masyarakat dalam bentuk partisipasi.

Natih menambahkan, Winasa biasanya mengatakan kalau keberadaan suatu 
pemeritahan tidak bisa mewujudkan kedua tujuan itu, maka pemerintahan yang ada 
dapat dikatakan telah gagal menjalankan tugas dan fungsinya, dan lebih baik 
dibubarkan saja. Natih mengatakan sebagai masyarakat Jembrana dirinya sekarang 
merasa bangga, bagaimana tidak, Jembrana yang tadinya dikatakan miskin dan 
terbelakang di Bali, sekarang sudah menjadi kabupaten idola di Indonesia, 
terbukti 800 kunjungan dari seluruh Indonesia datang untuk belajar ke Jembrana.

Mengomentari prakata Natih, Ketua PAC Tampaksiring IB Putu Suwastika mengatakan 
sebagai kader dirinya sangat menghargai Winasa dalam kepemimpinannya. Suwastika 
menambahkan sebagai seorang kader, Winasa telah menjaga dan bahkan meningkatkan 
citra PDI-P. Sangat ironis apabila ada kader sekaliber Winasa yang telah 
terbukti kepemimpinannya di tingkat kabupaten tidak diberi kesempatan untuk 
mengaktualisasikan dirinya dalam menghadapi tantangan di tingkat propinsi.

Sementara itu, Klian Banjar Tegal Suci, Tampaksiring, Sang Made Kangen, 
mengibaratkan Winasa sebagai sang Rama yang mengutamakan kejujuran, kepentingan 
rakyat dan hukum/aturan dilaksanakan dengan baik. 

Di sela-sela pengobatan gratis di Desa Taro, Tegallalang seorang tokoh pemuda 
Made Gama, mengomentari moto Winasa dalam membangun Jembrana "Kalau Mau Pasti 
Bisa". Menurut Gama pada batas-batas tertentu dirinya sepakat dengan moto 
tersebut, dan menurut Gama memang ada banyak pemimpin yang memiliki kemauan 
untuk berbuat baik bagi rakyatnya, tetapi apa yang dimiliki Winasa untuk 
mewujudkan kemauannya belum tentu dimiliki oleh pemimpin lain.

Oleh karena itu, kata Gama, tidak berlebihan kalau Winasa dikatakan sosok yang 
pintar dan cerdas, yang kecerdasannya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. 
Gama menambahkan banyak orang yang pintar tetapi pengalaman memimpin dalam 
pemerintahan belum terbukti tetapi Winasa sudah berpengalaman dan terbukti. 
Untuk itu, dirinya siap untuk mendukungnya menuju Bali satu

Kirim email ke