http://www.suarapembaruan.com/News/2007/12/17/Nusantar/nus01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Perkelahian Antarwarga di Palu, 18 Luka-Luka

[PALU] Perkelahian antarwarga Kelurahan Nunu dan Tawanjuka, Kota Palu, Sulawesi 
Tengah (Sulteng) kembali terjadi. Sedikitnya 18 orang luka parah dan ringan 
menyusul perkelahian yang kembali memuncak Minggu siang (16/12). Perkelahian 
yang melibatkan para anak muda dari dua kelurahan itu berpusat di sebuah 
jembatan yang menjadi tapal batas kedua kelurahan di Kecamatan Palu Barat. 

Hingga Senin (17/12) pagi suasana di lokasi perkelahian masih mencekam. Bahkan 
sekitar pukul 08.00 Wita, aksi kejar-kejaran antara polisi dan warga terjadi 
lagi karena polisi melihat ada warga yang mencoba menyerang lagi ke arah 
permukiman warga Nunu. 

Keterangan yang dihimpun SP menyebutkan, ketegangan antara dua kelompok 
terulang ketika beberapa anak muda Nunu dan Tawanjuka yang berpapasan di 
jembatan perbatasan saling mengejek. 

Saling ejek pun meningkat menjadi saling melempar. Situasi terus memanas dan 
perkelahian memuncak pada Minggu siang. Warga yang saling bersaudara itu, 
saling menyerang dan membacok dengan parang, tombak bahkan anak panah serta 
senapan angin. 

Sedikitnya 18 orang terluka, satu di antaranya kritis di RSU Undata Palu. Tiga 
rumah warga dan 7 sepeda motor milik warga juga dibakar massa. Sebuah bengkel 
sepeda motor tidak jauh dari jembatan perbatasan juga ludes dibakar massa. 


Sulit Dikendalikan 

Polisi yang tiba di lokasi kejadian saat warga sudah saling bacok, sulit 
mengendalikan perkelahian. Bahkan posko polisi di jembatan perbatasan itu habis 
dibakar massa. Situasi baru bisa diatasi Minggu petang ketika dikerahkan 
sedikitnya 5 peleton polisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng dan Polresta 
Palu. Terdiri dari 2 peleton pasukan Brimob dan 3 peleton pasukan perintis. 

Konsentrasi penjagaan aparat terutama di sebuah jembatan yang menjadi pusat 
konsentrasi massa dan perkelahian warga kelurahan. Sepanjang Minggu malam 
diberlakukan jam malam. 

Akibat perkelahian itu, ratusan keluarga warga Nunu maupun Tawanjuka yang 
tinggal di sekitar jembatan perbatasan juga mengungsi karena takut terimbas 
perkelahian. Pemantauan SP Senin pagi, sebagian besar rumah- rumah warga di 
situ ditutup. 

"Warga mengungsi sejak Minggu malam, kami takut karena ada isu serangan balik 
masih akan terjadi pada hari ini," kata Nena (32) seorang warga Nunu. 

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Palu, AKBP Sunarto mengatakan 
pihaknya sedang mengupayakan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palu untuk 
dilakukan pertemuan dengan warga yang bertikai dan menyelesaikan perselisihan 
tersebut. 

"Kelihatannya Pemerintah Kota agak lamban menyelesaikan perselisihan antara 
kedua kelompok warga, ini yang sedang kita mau bicarakan secepatnya," katanya. 

Mengenai para korban terluka sa-at ini masih dirawat di RSU Undata, Budi Agung 
dan RS Bhayangkara Polda Sulteng. 

Situasi Kota Palu secara umum aman tenang. Namun sejak Minggu malam hingga 
Senin siang terjadi hujan deras di kota ini sehingga banyak menghalangi 
aktivitas warga. [128] 


Last modified: 17/12/07 

Kirim email ke