Refleksi: Barangkali tidak keliru bila dikatakan bahwa pada perayaan hari besar 
agama di Indonesia selama 62 tahun  "merdeka" bukannya memberikan ketenangan 
batin dengan penuh kegembiraan kepada kaum beragama kususnya mereka yang 
berpendapatan rendah yang merayakan hari raya agama mereka. Tetapi, sebaliknya 
selalu berita tidak mengembirakan, mereka dihadapi dengan berbagai kendala 
teristimewa harga bahan-bahan kebutuhan sehari-hari melonjak tinggi. Gejala ini 
kalau diterjemahkan menunjukkan ketikak kemampuan Kuasa Allah membela kaumnya 
yang merayakan hari raya agama. Allah dikalahkan oleh  kekuasaan iblis 
mekanisme pasar dengan mendikte harga kebutuhan hidup menjulang ke angkasa 
neraka, Adakah jalan keluar dari ritual kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan 
utama teristimewa pada hari-hari raya agama?

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=42698&ik=3


Ampun, Harga Pada Naik! 


Selasa 18 Desember 2007, Jam: 13:56:00 
JAKARTA (Pos Kota)- Menjelang Idul Adha, Natal, dan 
Tahun Baru harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Warga meminta 
pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi demikian. "Ampun dah. Duit lagi 
susah kok barang-barang malah pada naik," kata Ny. Tuti, warga Jalan Warakas V 
Gg. 2 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (17/12) 
kemarin. 
Beberapa hari lalu harga telur ayam per kilo Rp 10 ribu. Sekarang sudah naik 
menjadi Rp 11.000. Padahal telur sudah makanan pokok. 

Bukan hanya telur yang naik. Sejumlah barang kebutuhan lainnya juga harganya 
makin menggila seperti tepung terigu, yang semula Rp 6.000 perkilogram menjadi 
Rp 6.500 per kilogram. 

Kasudin Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Utara Tarmizi Natar Nasution 
mengakui ada sejumlah kebutuhan pokok harganya naik rata-rata Rp 500. Namun 
kenaikan tersebut dinilainya masih wajar dan hanya untuk beberapa kebutuhan 
pokok saja. 

HARGA BERAS 
Sementara itu kenaikkan harga di Jakarta Selatan sudah seminggu berlangsung. 
Tetapi mulai dirasakan beberapa hari belakangan, kata Ny. Suryati, pedagang 
Sembako di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru. Kenaikan harga di pasar ini berkisar 
antara Rp 500 hingga Rp 1.500/kg. 

Paling terasa kenaikkan adalah beras IR 64 dari sebelumnya Rp 4.500/liter 
menjadi Rp 5.000/liter bahkan sampai Rp 5.500/liter, minyak goreng sebelumnya 
Rp 20.000/2liter kini mencapai Rp 22.000/2liter, bawang merah dari Rp 14.000/Kg 
menjadi Rp 15.000/Kg dan gula pasir Rp 6.000/kg menjadi Rp 6.500/kg. 

Hal serupa juga dikatakan Dudi, pedagang lain yang mengaku harga sembako mulai 
merangkak naik menjelang Lebaran Haji, Natal dan Tahun Baru yang tinggal 
beberapa hari lagi. 

Menurut dia, harga bawang putih yang sebelumnya Rp 5.600/kg kini Rp 6.000/kg, 
gula pasir sebelumnya Rp 6.000/kg kini Rp 6.300/kg, kacang tanah Rp 10.000/Kg 
menjadi Rp 13.000/kg dan lainnya. 

RELATIF 
Sedangkan harga beberapa kebutuhan pokok dan daging di Pasar Cengkareng, 
Jakarta Barat, relatif stabil, kendati situasi menjelang Idul Adha dan Natal. 

Beberapa pedagang mengatakan harga-harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, 
terigu, dan beras relative stabil. Gula pasir masih seharga Rp 6.000/kg, terigu 
Rp 4.000/kg, sedangkan beras kelas medium IR 63 berkisar antara Rp 3.800 hingga 
Rp 4.000/kg. Sedangkan harga mentega, merk Menara Rp 135 ribu satu dus berisi 
15 Kg. "Harga masih relatif stabil, tidak ada kenaikan harga,"ujar Adi, satu 
pedagang. 

Sedangkan untuk harga ayam potong, juga belum ada kenaikan, yakni Rp 20 ribu 
per Kg, dan harga daging sapi berkisar Rp 50 ribu/Kg. "Kemungkina harga ayam 
potong naik pada sehari sebelum Lebaran Haji. Kalau sekarang harga masih 
biasa," ujar Saiful, pedagang ayam. 

Sebetulnya kenaikan harga tidak hanya terjadi di sejumlah pasar. Di supermarket 
beberapa kebutuhan pokok juga mulai melonjak. Mie instan dan susu semakin tak 
terkendali. 

Adanya kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok ini diduga hanyalah 
permainan pedagang. Pasalnya, persediaan komoditas tersebut di sejumlah pasar 
umumnya melimpah. 

Ada kesan kenaikan itu justru disebabkan adanya upaya pemanfaatan situasi 
menjelang hari besar keagamaan, serta adanya rencana pemerintah pusat menaikkan 
gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) mulai Januari 2008 mendatang. 

Sedangkan Ketua Umum Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Thomas Darmawan 
mengatakan , kenaikan harga tersebut masih dalam batas normal. "Kenaikan harga 
bukan karena kelangkaan barang, namun hanya bersifat musiman karena menjelang 
hari raya yang berdekatan.

Kirim email ke