rEFLEKSI:  Faktor-faktor apa saja yang telah menekan tingkat kemiskinan di 
Indonesia turun drastis? Ada yang tahu?

++++
HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 19 Desember 2007 

Presiden: Tingkat Kemiskinan Turun Drastis 

Jakarta, (Analisa) 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tingkat kemiskinan pada 2007 telah 
mencapai 16,5 persen, turun drastis dibanding awal 1998 ketika terjadi krisis 
ekonomi, dengan tingkat kemiskinan mencapai 24,2 persen. 

Hal itu diungkapkan Presiden Yudhoyono saat memberi sambutan pada Peringatan 
Hari Ibu (PHI) ke-79 Tahun 2007, di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia 
Indah, Jakarta, Selasa (18/12). 

Pidato Kepala Negara tersebut seperti membantah iklan layanan di media 
elektronik dari salah satu partai politik calon peserta Pemilu 2009 yang 
menyebutkan tingkat kemiskinan masih tinggi atau sekitar 49,5 persen. 

"Saya katakan secara jujur trend penurunan angka kemiskinan terus berlanjut, 
namun angkanya tak seperti yang banyak diberikan di luar sana yang mencapai 
49,5 persen. Itu tidak akurat," kata Presiden. 

Menurutnya, dari tahun ke tahun angka kemiskinan menurun jika pada 1998 
mencapai 24,1 persen, pada 2005 telah mencapai 15,9 persen. Namun pada 2006 
kembali meningkat karena krisis energi dengan naiknya harga minyak dunia. 

Ia menjelaskan, angka penduduk miskin sebesar 49,5 persen itu merujuk pada Bank 
Dunia, sehingga berbeda dengan yang digunakan pemerintah yaitu Badan Pusat 
Statistik (BPS). 

"Sejak dulu kita menggunakan BPS, sehingga kalaupun ada yang menggunakan data 
Bank Dunia sama saja tidak benarnya," tegas Kepala Negara. 

Pada kesempatan itu, Presiden memuji penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu yang 
mengangkat masalah kemiskinan dan ketertinggalan kaum perempuan di Indonesia. 

"Saya setuju kita harus menjadi bangsa yang jujur, dan memang permasalahan 
kemiskinan dan ketertinggalan masih menjadi fundamental di negeri ini, seperti 
halnya juga dialami negara berkembang lainnya," kata Presiden. 

Ia menerangkan, sejak 10 tahun lalu Indonesia mengalami krisis yang dahsyat 
mengakibatkan tingkat kemiskinan meningkat tajam, pengangguran melonjak, dan 
utang luar negeri meroket. 

"Kita terus dari tahun ke tahun berusaha mengatasinya, termasuk pendahulu saya 
Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur dan Megawati terus terlibat melakukan upaya 
besar mengurangi kemiskinan dan pengangguran demi mensejahterakan rakyat. 
Alhamdullilah... sesungguhnya keadaan sudah semakin membaik," katanya. 

Namun, ujar Kepala Negara, tidak jujur juga jika ada yang mengatakan keadaan 
saat ini sama saja atau lebih buruk dibanding masa lalu saat negara ini 
mengalami keterpurukan. 

"Yang saya tahu semua pihak telah bekerja termasuk Gubernur, Bupati, untuk 
mengatasi masalah secara bersama-sama," katanya. 

Sedangkan bagi kaum perempuan, Presiden berpesan melakukan kegiatan nyata yang 
disertai etos kerja dan produktivitas tinggi demi memutus mata rantai 
kemiskinan. 

"Saya meminta kaum perempuan tingkatkan tekad mengisi pembangunan di era 
kebangkitan, bukan hanya sebagai pelengkap tetapi juga menjadi yang utama 
memajukan kehidupan bangsa," katanya

Kirim email ke