KOMPAS

Selasa, 18 Desember 2007 - 22:25 wib 


Papua Dikhawatirkan Bisa Jadi Afrika Kedua Soal AIDS 

TOKYO, SELASA - Provinsi Papua dikhawatirkan menjadi Afrika kedua dalam perkara 
AIDS jika penanganan pencegahan penyakit AIDS di wilayah itu masih dilakukan 
secara parsial. Sebab wilayah itu kini mencatat jumlah proporsi kasus (rate 
case) tertinggi dalam skala nasional.
    
"Saat ini Papua menempati peringkat pertama provinsi, dengan proporsi yang 
jumlah kasus dan jumlah penduduknya terbesar, yakni 15,39 kali lebih tinggi 
dibandingkan rate nasional," kata Kepala Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani 
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI Dokter Widaninggar Widjajanti MEd 
di Tokyo, Jepang,  Selasa (18/12) malam.

Widaninggar bersama tim kecilnya datang ke Tokyo, untuk mengadakan sosialisasi 
pendidikan pencegahan penyakit HIV/AIDS, bahaya narkoba dan kesehatan 
repoduksi, topik bahasan yang saling berkaitan. 

Dia mengemukakan, masalah terpenting dalam mengatasi masalah meluasnya penyakit 
AIDS di Papua, ialah masalah psikologi dan juga kultural atau budaya. Terlebih 
lagi karena penyebabnya ialah perilaku seksual manusia.
    
"Ada adat-istiadat yang tidak menjadikan perilaku seksual bebas itu sebagai 
suatu larangan. Makanya perlu suatu kepedulian yang luar biasa besar untuk 
Papua, jika tidak ingin Papua akan meledak seperti kasus AIDS di Afrika," 
katanya.
    
Ia juga menyinggung  perkara lemahnya kepedulian pemerintah daerah (pemda) 
dalam menangani epidemik AIDS. Pemda,  katanya, harus betul-betul aktif dan 
melibatkan banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan, melalui jalur guru dan 
kegiatan ekstrakurikulernya.
    
Hingga 30 September 2007 kasus AIDS di Indonesia. berdasarkan data Departemen 
Kesehatan, yang dikutip Depdiknas tercatat sebanyak 10.384 dari 32 propinsi, 
dan terdapat sepuluh besar propinsi yang menyandang kasus AIDS terbanyak. 
    
Kini epidemi AIDS sudah meluas ke seluruh Indonesia, padahal pada akhir 2000 
hanya terdapat di 16 propinsi. Kasus yang dilaporkan meningkat pesat dari 2.682 
kasus  pada akhir 2004 menjadi 10.384 per September 2007.
    
Secara nasional Papua berada pada urutan ketiga penyebab umum kasus AIDS, di 
bawah Jakarta dan Jawa Barat. Namun di Jakarta dan Jawa Barat penyebabnya lebih 
karena narkoba dan seks bebas, sementara di Papua lebih karena perilaku seks 
bebas yang diduga masih terkait adat.
   
Case rate kasus AIDS adalah jumlah kasus per jumlah penduduk dikalikan 100.000. 
Berdasarkan case rate itu Papua terhitung mempunyai proporsi kasus AIDS 
tertinggi.

Harus terbuka 
Lebih jauh Widaninggar menjelaskan, berdasarkan perkembangan yang terjadi, 
pencegahan AIDS harus dibicarakan secara terbuka. Apalgi HIV/AIDS merupakan 
penyebab kematian nomor empat terbesar di dunia, sudah menginfeksi 60 juta 
orang dan 21 juta di antaranya meninggal.
    
Di Indonesia, lanjutnya, meski saat ini juga masih terkendala faktor psikologis 
dan kultural, saatnya AIDS dibicarakan secara  terbuka.  AIDS, tegasnya, meluas 
karena tiga hal, yakni seks bebas, transfusi darah dan pemakaian narkoba dengan 
jarum suntik.  

Jadi, ujarnya, pendidikan yang efektif menyangkut seksualitas dan narkoba 
sangat diperlukan, agar tidak masalah ini tidak menjadi bumerang yang justru 
berdampak sebaliknya. "Coba bayangkan, angka kematian akibat AIDS telah 
menjadikan sedikitnya 13,2 juta anak di seluruh dunia menjadi yatim-piatu. 
Makanya pencegahan AIDS membutuhkan kepedulian yang penuh dari semua pihak," 
ujarnya.
    
Ia juga menegaskan bahwa dari 13,2 juta jiwa anak itu, 12,1 juta anak di 
antaranya berada di Afrika. Apabila tidak ditanggulangi dengan cepat akan 
meniadakan kemajuan pembangunan yang telah dicapai dalam 50 tahun terakhir," 
ujarnya lagi. (ANT/W

Kirim email ke