http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007121802123017
Selasa, 18 Desember 2007
BURAS
Shinjuku, Tersibuk di Dunia!
H.Bambang Eka Wijaya:
"ADUH, pusing kepalaku!" keluh Edo. "Orang berjubel sebanyak ini dari
segala penjuru, lorong selebar 40 meter dilintasi berdesakan! Di mana kita ini?"
"Di Shinjuku, stasiun kereta api (KA) tersibuk di dunia dari jumlah
penumpangnya!" jawab Edi. "Tahun 2006, setiap hari rata-rata 3,315 juta orang
ke stasiun ini!"
"Jumlah itu empat kali penduduk Bandar Lampung!" entak Edo.
"Shinjuku titik persilangan KA dari Tokyo Tengah dan pinggiran barat
dengan KA inter-city, KA commuter, metro lines, dengan lintasan atas dan bawah
tanah!" lanjut Edi. "Di stasiun ini KA dari lima perusahaan beroperasi!
JR--miik negara, dan empat operator swasta, Odakyu Lines, Keio Lines, Toei
Lines, dan Tokyo Metro Lines. Setiap operator punya KA biasa (berhenti tiap
stasiun), KA cepat (berhenti di stasiun tertentu), dan KA rapid yang berhenti
hanya di stasiun besar!"
"Begitu banyak kereta melintasi satu stasiun, apa tak takut tabrakan?"
kejar Edo.
"Setiap perusahaan KA--di Jepang ada belasan perusahan KA swasta--punya
track atau rel sendiri, membuat terowongan sendiri, membangun terminal sendiri
di setiap stasiun, sehingga banyak lorong dalam stasiun ke atas dan ke bawah
tanah!" jelas Edi. "Dengan track masing-masing KA di atas dan di bawah tanah,
kemungkinan tabrakan kecil sekali!"
"Kenapa Shinjuku jadi lebih sibuk dari Stasiun Central Tokyo?" tanya Edo.
"Itu dari segi jumlah penumpang! Dari ramainya KA, Stasiun Tokyo punya
keistimewaan! JR saja punya 19 track, dengan enam track (14 sampai 19) untuk
Shinkansen jurusan luar kota ke seantero Jepang, dengan keberangkatan dari
setiap track setiap 12 menit!" jelas Edi. "KA Shinkansen yang meluncur 350 km
per jam menjadikan Jepang termaju di dunia dalam perkeretaapian! Saingan kA
dengan kecepatan mendekati itu cuma ada di Prancis!"
"Kenapa soal KA Jepang bisa semaju itu?" tanya Edo.
"Sejarahnya cukup panjang dan diprioritaskan sejalan dengan Restorasi
Meiji yang dicanangkan kaisar--tahun 1867," jawab Edi. "Stasiun Shinjuku ini
contohnya, dibuka tahun 1885, sebagai terminal Japan Railway Akabane-Sinagawa
Line, sekarang bagian dari Yamanote Line! Waktu itu Shinjuku masih lengang,
sampai disusul pembukaan Chuo Line (1889), Keio Line (1915), dan Odakyu Line
(1923) yang meningkatkan kesibukan stasiun ini. Pelayanan subway--kereta bawah
tanah--dimulai tahun 1959!"
"Kalau dilihat dari sejarah, sebenarnya KA di negeri kita juga dimulai
pada priode yang sama, seiring dengan Daendels mencanangkan tanaman paksa dan
pembuatan jalan 1.000 km Anyer--Panarukan!" sambut Edo. "Bedanya, kita membeli
kereta dan rel dari Eropa, sedang Jepang membuat sendiri!"
"Maka itu, dalam hal-hal terkait teknologi kita selalu tertinggal karena
kita cuma jadi konsumen, sedang bangsa-bangsa lain sebagai produsen teknologi
tersebut!" tegas Edi. "Jika kita tidak serius menempa generasi muda agar bisa
mengejar ketertinggakan itu, kita akan selalu cuma bisa melihat negeri orang
seperti negeri dongeng!"
"Dalam olahraga usaha seperti itu sudah dilakukan lewat program Indonesia
Bangkit!" sambut Edo. "Tapi prestasi olahraga Indonesia di tingkat ASEAN saja
pun cuma di peringkat keempat!" **
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
