RIAU POS
Bagaimana jika KPK Dipilih Presiden?
Selasa, 18 Desember 2007
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) babak pertama yang dipimpin
Taufiequrachman Ruki telah menjalankan tugasnya. Kini KPK beranggota
wajah-wajah baru dengan dipimpin Antasari Azhar. Banyak kritik dan kecaman yang
muncul terhadap pimpinan baru KPK. Tetapi, menurut saya, ke depan sebaiknya
pimpinan KPK dipilih presiden karena pemberantasan korupsi harus langsung di
bawah kendali presiden.
Terlepas dari lobi atau KKN, memilih orang yang terbaik tidaklah mudah.
Tidak mungkin bisa menyenangkan semua pihak. Kita ingat bahwa anggota KPU
Mulyana W Kusumah dulu juga dianggap baik. Tetapi, setelah menjabat, dia
ternyata juga bermasalah. Masih banyak kasus lainnya, di mana lembaga
independen yang dipilih oleh tim yang netral, seperti mewakili akademisi, LSM,
tokoh masyarakat dan lainnya, tapi setelah bekerja ternyata bermasalah. Yang
terbaik saat ini, beri kesempatan kepada kru baru KPK untuk bekerja.
Mari kita doakan agar KPK yang dipimpin Antasari Azhar bisa menjalankan
tugas dengan sungguh-sungguh sesuai dengan harapan masyarakat. KPK yang telah
terpilih juga harus kita awasi bersama, jangan tebang pilih dalam menangkap
sejumlah tersangka. Karena peluang korupsi juga sangat besar.***
Hendri, Jalan Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.