http://www.bangkapos.com/berita/b97b7e8b8089d51df60b8d238c81c855/3749/baca/3/0/0/1/2007/Desember/29/0


Tumor Bersarang di Rahim Komariah

 
rico 
TERBARING - Komariah (50), penderita tumor rahim terbaring lemah di Ruang 
Melati RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, Kamis (27/12). Saat ini, Komariah 
beserta keluarga sangat membutuhkan bantuan dari para darmawan dan donatur guna 
penyembuhan penyakit yang dideritanya. 



CERITA duka tentang masyarakat ekonomi lemah di negeri ini tak kunjung 
berakhir. Hampir setiap waktu ada saja warga yang mengeluh. Kali ini terjadi 
pada keluarga Nur Muhammad (54), warga Desa Permis Bangka Selatan (Basel). 
Betapa tidak, istrinya bernama Ny Komariah ini divonis menderita tumor rahim 
oleh Tim Medis RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. 

Ketika ditemui Bangka Pos Group, Kamis (27/12), Komariah terlihat sangat lemah. 
Tubuh ibu enam anak ini terlihat sangat kurus. Matanya hanya bisa memandang 
kosong seolah 'sedang membaca' guratan nasib yang sedang menimpanya. Siang itu 
Komariah hanya bisa terkulai lemas di sebuah pembaringan, tak jauh dari Ruang 
Melati rumah sakit tersebut.

Kepada harian ini, sang suami, Nur Muhammad (54) mengaku sangat terpukul 
melihat kondisi istrinya. Karena waktu demi waktu kondisi kesehatan sang istri 
semakin menurun. "Kita masih tunggu hasil kepastian dari dokter. Jika tak ada 
pilihan untuk menjalani pengobatan di sini, maka kita harus menjalani 
pengobatan di luar. Yang jadi masalah sekarang adalah biaya. Untuk perjalanan 
ke rumah sakit kemarin saja, sudah habis Rp 800.000, termasuk untuk carter 
mobil. Belum lagi untuk biaya obat. Walaupun kita sudah ada Askeskin, tapi 
tetap saja obat yang di luar atau obat yang harganya mahal harus beli sendiri," 
kata Muhammad.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang kebun ini menceritakan, 
penyakit istrinya bermula ketika dia mengeluh saat akan buang air kecil. "Istri 
saya itu mulai merasakan sakit saat akan buang air kecil," katanya. 

Sementara itu kata Muhammad, hidup mereka hanya mengandalkan hasil kebun, yang 
tak menentu. Sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari, kian hari kian melambung. 
"Tiap hari kami hanya berkebun. Bayangkan saja, hasil kebun dak begitu bagus. 
Apalagi perekonomian kita juga dak juga membaik. Harga hasil tani banyak yang 
masih rendah, sedangkan lahan hanya sedikit. Untuk berobat, kita hanya 
mengandalkan keuangan keluarga yang dak akan cukup," katanya. 

Namun demikian Pasangan Muhammad dan Komariah ini masih beruntung mempunyai 
anak-anak yang bertanggung jawab. Anak-anak mereka tetap setia mendampingi sang 
ibu seraya berusaha sekuat tenaga demi memperlancar proses penyembuhannya. 

"Saya dak bisa tenang. Namun saya tetap berusaha dan terus berdoa agar Yang 
Maha Kuasa mau berbaik hati memberikan kesembuhan pada istri saya. Saya juga 
berharap ada donatur ataupun orang yang peduli untuk membantu proses 
penyembuhan istri saya ini," kata Muhammad nyaris meneteskan air mata.(rico 
ariputra) 

Attachment: showhs.php?id=999
Description: Binary data

Kirim email ke