Amerika Memerangi Terror Islam, Bukan Memerangi Umatnya Islam sebagai "Religion of Terror" sudah menjadi pengetahuan umum diseluruh dunia sehingga sia2 ichtiar segelintir umatnya yang berusaha membantah kenyataan ini sementara mereka sendiri memusuhi sesama umat Islam dan umat lainnya diluar agamanya.
Sebagai umat Islam, saya sendiri hanya bisa menulis kenyataan2 ini agar menjadi kesadaran semua umat Islam untuk memperbaiki tingkah lakunya dalam mempraktekkan ayat2 yang penuh terror ini agar tidak menjadi bagian dari akidah maupun dakwah2 Islam itu sendiri. Karena pada kenyataannya, semua agama sama2 memiliki ayat2 terror meskipun tidak sebanyak ayat2 terror yang ada dalam AlQuran. Namun umat agama lainnya bisa menerima untuk menghapuskan ayat2 terror itu baik dalam dakwah2nya maupun dalam akidah2 agamanya. Hal ini tercermin berhasilnya umat Nasrani menghentikan perang antara Kristen dan Katolik meskipun secara akidahnya banyak hal yang memungkinkan mereka untuk saling berbeda dan berbantahan. Namun untuk saling berbunuhan sudah tidak memungkinkan lagi sejak diterimanya HAM sebagai moral universal yang berada diatas kepentingan kepercayaan mereka. Cara2 segelintir umat Islam membantah pandangan umum inipun sangatlah menggelikan sekali, disatu waktu mereka menyatakan ajaran Islam tidaklah salah karena para pelaku terror itu dikatakan sebagai bukan Islam dan Islam tidak mengajarkan terror. Tetapi diwaktu lainnya, mereka menganggapnya halal untuk membantai sesama umatnya sendiri yang dianggapnya murtad karena pindah ke agama lainnya. Bahkan, sesama umat Islam itu sendiri bisa saling menuduh murtad meskipun mereka tidak berpindah ke agama lainnya seperti halnya umat Ahmadiah yang dibantai, dianiaya, dan dijarah harta bendanya dianggap sebagai halal dan diwajibkan melalui fatwa2 MUI. Bukan cuma umat Ahmadiah, tetapi terus berkembang ke sesama umat Islam lainnya yang dituduhnya sebagai sesat yang dalam hal ini bahkan ulama terbesar di Indonesia seperti Gus Dur sendiripun berulang kali mendapatkan ancaman pembunuhan dari umat Islam yang tidak sejalan dengan dirinya. Apa yang terjadi dan yang bisa kita saksikan sebagai Islam agama terror di Indonesia ternyata tidak berbeda, bahkan lebih intense dan lebih biadab kejadian2nya diluar Indonesia seperti halnya di Pakistant, di Afghanistant, di Irak, di Mesir, dan di Arab Saudia. Lembaga HAM Internasional berulangkali turun tangan untuk menyelamatkan korban2nya seperti baru2 ini, Raja Arab Saudia sebagai Caliph terbesar Islam didunia mendapat tekanan untuk menyelamatkan seorang wanita korban pemerkosaan dari hukumannya karena sang suami tidak senang dengan apa yang dialami isterinya. Juga Presiden Hamid Kharsai dipaksa turun tangan menyelamatkan nyawa seorang rakyatnya sendiri yang mau dibantai akibat dituduh telah murtad berpindah ke agama Kristen. Terlalu banyak kejadian2 terror Islam didunia untuk diceritakan disini dimana kejadian2 di Indonesia saja sudah tidak pernah mendapatkan pemecahannya apalagi menyelamatkan maupun melindungi korban2nya seperti korban2 penjarahan umat Ahmadiah dan umat Islam yang dianggap sesat, juga korban2 pemerkosaan massal yang dialami amoy2 yang warganegara Indonesia maupun warganegara asing. Banyak umat Islam yang ingin melawan, menentang, dan menyalahkan terror2 seperti ini, namun mereka telah lebih dulu dicekam ketakutan akibat tidak adanya perlindungan pada diri mereka oleh pemerintahan yang berwenang. Hal ini bisa kita saksikan bagaimana tragisnya Benazir Bhutto dijagal kelompok terrorist Islam yang menganggap dirinya sebagai musuh Islam yang notabene ternyata juga sama2 beragama Islam seperti mereka sendiri. Hal yang sama juga dialami Gus Dur yang berulangkali terpaksa menutup mulutnya sendiri untuk menghindari ancaman2 yang lebih serius yang ditujukan kepada dirinya. Lalu dimana ada kehidupan yang tenang berdasarkan Islami ??? Semua hal yang berbau Islami tercekat diliputi ketakutan terhadap terror Islami yang dianggap sebagai kebahagiaan yang Islami. Demikianlah kehidupan masyarakat Taliban yang tenyata hancur lebur setelah masyarakatnya diberi hak untuk memilih secara bebas tanpa paksaan yang ternyata lebih banyak yang menolak cara2 Taliban ini. Amerika yang melalui organisasi2 resmi dari PBB atau UN telah memberi bantuannya keseluruh dunia dalam melindungi semua umat beragama baik mereka yang Islam maupun yang bukan Islam bahkan yang tidak beragama untuk mendapatkan perlakuan yang sama tanpa mem-beda2kannya atas dasar pemahaman HAM yang telah dideklarasikan secara Universal oleh negara2 diseluruh dunia. TERIMA KASIH KEPADA AMERIKA, dengan kekuatan superioritasnya didunia dibidang ekonomi, politik, dan angkatan perangnya, Amerika menjadi sandaran dan harapan2 semua mereka yang lemah dan menjadi ancaman mereka yang penuh kedholiman. DEMIKIANLAH AMERIKA BERHASIL MEMERANGI TERROR2 ISLAM DISELURUH DUNIA BUKAN DENGAN MEMERANGI UMAT MELAINKAN JUSTRU DENGAN CARA MELINDUNGI UMATNYA. Cara yang paling jitu dalam memerangi terror Islam adalah dengan melindungi umat Islam agar berani menentang terror2 dalam ajaran agama mereka sendiri yang sering dipaksakan para ulamanya dalam mempertahankan status sosial kehidupan pribadinya yang makin tertekan akibat sekularisme. Sekularisme ini menuntut setiap manusia untuk bekerja dalam mendapatkan nafkahnya, namun untuk bisa bekerja dibutuhkan skill yang tidak dimiliki para ulama. Sekularisme tidak memiliki lapangan pekerjaan untuk para ulama yang hanya bisa berdoa untuk menjadi kaya dari sedekah wajib yang dipaksakan kepada umatnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
