Refleksi: Dari tahun ke tahun tidak pernah urusan jemah haji beres, padahal untuk urusan jemah haji diadakan satu departamen luarbiasa, yaitu Departamen Agama [Depag]. Jemah haji Indonesia tidak diberi makanan sekalipun sudah dibayar, terlantar dsb adalah berita biasa pada setiap masa musim haji. Bukan itu saja malah selama adanya Depag hubungan antara umat beragama bukan menjadi baik dan toleransi berkembang tetapi sebaliknya, buruk, rumah-rumah ibadah dibakar, umat saling bunuh-bunuuhan atas nama Allah, padahal di zaman kolonial tidak terjadi hal-hal demikian. Jadi adalah wajar Depag diliwidasikan secepat mungkin, urusan jemah haji diserahkan kepada turis biro. Dapat dipastikan (a) Allah tidak akan murka bila Depag dan (b) Depag dan pembantunya MUI tidak mempunyai wewenang serta jaminan Allah menyelamatkan ummat masuk surga, dan oleh karena itu kedua instansi ini patut dibubarkan dengan segera. Allah akan lebih dari senang karena ummatnya dibebaskan dari cengkraman penyamun-penyamun yang bernama Departeman Agama dan pembantunya MUI.
http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/11765/1/ 359 Haji ONH Plus Telantar Kamis, 03-01-2008 | 02:25:30 . Raja Saudi Turun Tangan . Depag Kalsel Belum Tahu JEDDAH, BPOST - Kerajaan Arab Saudi akhirnya turun tangan untuk mengatasi masalah telantarnya ratusan jamaah haji dari Ongkos Naik Haji (ONH) Plus dari Indonesia. Raja Abdullah bin Abdul Aziz meminta agar para jamaah tersebut segera ditangani secara khusus agar bisa pulang ke Indonesia. Pengurus Asosiasi Muasasah, Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Ampuri), Abdullah Assegaf, mengatakan, bila raja sudah sampai turun tangan, maka itu pertanda akan ada penanganan secara hukum terhadap kasus tersebut. "Ini berarti orang-orang yang terlibat dalam kasus ini bisa dihukum," kata Raja Abdullah di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (1/1). Wartawan BPost, Hendra Gunawan, melaporkan dari Jeddah, bahwa sebanyak 359 haji ONH Plus dari Indonesia sempat telantar sejak 24 Desember 2007. Untuk sementara mereka ditampung di hotel-hotel transit yang ada di Jeddah. Mereka tidak bisa pulang ke tanah air karena tidak tersedianya pesawat yang mengangkut kepulangan mereka. Jamaah tersebut berangkat dari Indonesia melalui empat perusahaan penyelenggara haji yaitu Nurhana Pertiwi, Munawaroh, Anna Mona dan Anmar Bina Wisata. Tiket pulang pergi (PP) Saudi Arabian Airlines yang dimiliki oleh jamaah itu sudah lengkap. Tapi ternyata untuk tiket pulangnya, belum tersistem di Saudi Arabian Airlines, sehingga saat akan boarding pass di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mereka ditolak. Maskapai Penerbangan milik Kerajaan Saudi dan maskapai Garuda Indonesia tidak bisa mengangkut karena sudah habis untuk mengangkut jamaah haji regular maupun ONH Plus yang tiketnya lengkap. General Manager Garuda Branch Jeddah, RB Adi Utomo, mengatakan agen ONH Plus itu telah menghubunginya meminta disediakan tiket. Namun karena jumlahnya terlalu banyak, hal itu tidak bisa diluluskan. Menurut salah satu pengawas haji dari Departemen Agama, Rahadi, kasus ini murni kesalahan dari agen travel Al Kasabi Travel & Tour yang bertugas menyediakan tiket PP kepada ratusan ONH Plus tersebut. "Al Kasabi sudah menyatakan bersalah, dan dia bersedia memberikan penampungan sampai mereka bisa dipulangkan. Mulai 29 Desember 2007 mereka sudah dicicil, ditargetkan pekan ini semua sudah bisa diterbangkan," kata Rahadi. Mereka diterbangkan menggunakan sejumlah pesawat milik maskapai di Timur Tengah, seperti Yamanian Air dan Itihad. Tak Tahu Kepala Bidang Urusan Haji Kanwil Depag Kalsel, Anwar Hadimi mengaku mendengar kabar tersebut. Namun secara rinci, ia tidak mengetahuinya. "Kami mendengar kabar itu, tapi tidak jelas bagaimana duduk persoalannya. Kami juga tidak mengetahui ada atau tidaknya jamaah asal Kalsel," ujarnya kepada BPost, Rabu (2/1). Menurut Hadimi, jamaah haji pemegang ONH Plus dikelola para pengusaha travel. Mulai dari persiapan, proses ibadah haji di tanah suci sampai kepulangan adalah tanggung jawab pengusaha travel yang bersangkutan. "Kami tidak bisa ikut campur tangan mengusrusi ONH Plus. Depag hanya memberikan petunjuk bagi biro-biro travel," katanya. Direktur PT Kaltrabu Indah (salah satu biro travel ONH Plus di Kalsel), Hj Marwiyah F justru bingung jemaah haji ONH Plus bisa telantar. Sebab menurutnya, semua hal yang berkaitan dengan pemberangkatan haji biasanya sudah di konfirmasikan keabsahannya lebih dulu. Kaltrabu sendiri pada tahun ini memberangkatkan 67 orang dan semuanya sudah kembali ke Kalsel pada 24 Desember lalu.ais
