http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=94214


      Cinta Ditolak, Racun Bertindak  
      Terkapar Tewas di Ruang Tamu  

      BALIKPAPAN. Diduga akibat cinta yang bertepuk sebelah tangan, seorang 
pria yang diketahui bernama Frans (25) nekad bunuh diri dengan cara minum 
racun. Jalan pintas itu, tak ayal mengantarkan Frans di pintu kematian. Pemuda 
tersebut ditemukan terkapar tewas di ruang tamu rumahnya di kawasan Komplek 
Papan Lestari Blok D 90 RT 80 Sepinggan, Balikpapan Selatan, Selasa (1/1) sore 
kemarin. 
      Anak dari Antonius M ini, saat ditemukan di kamar, sudah tak bernyawa. Di 
dekatnya terdapat dua gelas kosong dan satu teko yang diduga bekas cairan racun 
serangga yang digunakan korban untuk mmenghabisi nyawanya. 

      Menurut beberapa warga, akhir-akhir ini atau sejak Natal (25/12) lalu, 
korban mulai terlihat lain dari biasanya. Bahkan korban sempat berusaha bunuh 
diri dengan menenggak cairan pembasm serangga. Akan tetapi, kenekatan Frans 
ketahuan oleh keluarganya sehingga bisa diselamatkan. 

      "Memang akhir-akhir ini dia (Frans, Red) tampak berbeda. Dia terlihat 
murung dan banyak melamun. Hal ini mulai tampak setelah dia diputus oleh 
pacarnya," kata seorang warga yang juga teman bermain korban kemarin. 

      Diterangkan juga, sebelum mengakhiri hidupnya, Frans seringkali 
mencurahkan isi hatinya kepada beberapa temannya. Termasuk ke tetangganya 
tentang cintanya terhadap seorang gadis warga Balikpapan. Frans mengaku, 
cintanya bertepuk sebelah tangan alias ditolak. 

      Korban ditemukan pertama kali oleh neneknya, sekitar pukul 15.00 Wita, 
kemarin. Sempat diupayakan untuk menyelamatkan korban, namun nyawa Frans sudah 
tidak tertolong lagi. Korban akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara untuk 
dilakukan visum. 

      Kapolsekta Balikpapan Selatan AKP Rendra Kurniawan P SIK, mengatakan, 
pihaknya telah melakukan penyelidikan. Korban diduga meninggal akibat minum 
racun jenis potas. Cairan potas ini biasanya digunakan untuk meracuni ikan. 

      "Saat kejadian, korban (Frans, Red) tidak sendiri di dalam rumah. Korban 
bersama neneknya. Tetapi saat kejadian, nenek korban sekitar pukul 13.00 Wita, 
masuk ke kamarnya untuk beristirahat, kemudian bangun sekitar pukul 15.00 
Wita," kata Kapolsek Rendra. 

      Ketika nenek korban keluar dari kamarnya, dia terkejut melihat cucunya 
sudah terkapar di lantai di ruang tamu dengan gelas yang masih basah dengan air 
berada di dekatnya. Nenek Frans ini, langsung memanggil tetangganya untuk 
meminta bantuan. 

      Kabar soal peristiwa ini, langsung membuat heboh warga Papan Lestari. Tak 
heran, rumah korban langsung dipenuhi oleh warga yang ingin melihat wajah Frans 
yang sudah tidak bernyawa lagi. Beberapa petugas polisi ayng mtelah menerima 
laporan peristiwa ini, langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa jenazah 
korban ke RS Bhayangkara Balikpapan guna diautopsi. 

      Dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan petugas 
kepolisian, tidak ada unsur kejahatan dalam tewasnya pemuda tersebut. Demikian 
halnya dengan hasil autopsi di rumah sakit , sama sekali tidak ditemukan adanya 
penganiayaan. 

      Kematian Frans diduga akibat bunuh diri setelah meminum cairan potas. Hal 
ini tampak dengan ditemukan beberapa tanda, seperti mulut berbusa dan badan 
korban tampak kebiruan. (my/kpnn
     

Kirim email ke