REFLEKSI: Di negeri kafir Swedia untuk mencegah kanker rahim diadakan vaksinasi 
tanpa bayar.  Kurang lebih 50% dari Penduduk Indonesia adalah wanita, apakah 
rezim  NKRI yang berdiri atas rachmat surgawi bisa bermurah hati untuk 
melakukan vaksinasi demikian demi kesehatan kaum wanita?

http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=35827

Wanita usia 30-40 tahun rentan terserang kanker leher rahim
      Tanggal:  14 Jan 2008 
      Sumber:  Harian Terbit 


JAKARTA - Sekitar 40 persen kanker leher rahim menjadi pembunuh keganasan 
ginekologi pada wanita. Usia penderita penyakit ini berkisar pada 30-60 tahun. 
Di usia ini para wanita sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatannya secara 
dini. 

Penderita penyakit ini secara klinis mempunyai ciri-ciri keputihan yang tidak 
gatal, timbul cairan yang berbau, tumbuh tumor, pendarahan keluar setelah 
senggama dan terjadi penurunan berat badan pada penderita stadium tiga. Dulu 
diagnosa penyakit ini disebabkan pernikahan usia dini, sering melahirkan, 
merokok, banyak minum pil KB, atau penggunaan pembersih wanita. 

"Namun perkembangan ilmu kedokteran mengungkapkan penyakit ini berkaitan dengan 
penyakit menular seksual," kata ahli kandungan dr. Rahmalina, SpOG, RSJ Dr. 
Soeroyo Magelang, kemarin. 

Meski demikian, katanya, pernikahan pada usia dini juga perlu diwaspadai adanya 
kanker tersebut. Apalagi pada usia-usia tersebut belum matang dalam melahirkan.

Untuk pencegahan disarankan memeriksakan diri secara dini, tujuannya menemukan 
stadium dan untuk pengobatan sedini mungkin. Sayangnya kesadaran kaum wanita 
untuk melakukan pencegahan penyakit ini masih rendah. 

"Faktor-faktor penyebab enggannya masyarakat melakukan pemeriksaan secara dini 
biasanya karena malu, biaya mahal serta minimnya fasilitas pelayanan kesehatan 
dari pemerintah. Hal itu sering terjadi pada daerah-daerah terpencil," tegasnya.

Di daerah, tandasnya, terdapat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)ΓΏ 
memberikan layanan deteksi dini melalui papsmear dengan harga terjangkau oleh 
seluruh lapisan masyarakat. Alangkah baiknya kalau kaum wanita memanfaatkan 
pelayanan yang diberikan. 

Kirim email ke