--> --> --> --> --> --> [input] [input]
[input] All [input] Daily News [input] Magazine HOME Majalah
Contact Us Gatra Mobile Menu Anggota Log Out Gobang
KURS
.vnewsticker{font-family:verdana,arial,sans-serif;font-size:10px;color:#000000;text-decoration:none;font-weight:normal}.vnewsticker:hover{font-family:verdana,arial,sans-serif;font-size:10px;color:#ff0000;text-decoration:underline}
USD : 9423.00
Yen : 87.0405
HGK$ : 1207.6124
Sing$ : 6593.6602
AUS$ : 8454.3135
Rial : 2513.3027
Ringgit : 2893.1533
Baht : 319.4237
Euro : 14011.5205
User ID : [input] Password : [input]
Anggota baru ?
Lupa password ? [input] Alkisah
- Fakta Langka
Mancanegara
- Asia
- Timur Tengah
- Amerika
- Afrika
- Australia & Pasifik
- Eropa
Apa & Siapa
Ekonomi
Hukum & Kriminalitas
Sehat
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Teknologi & Sains
Wisata & Hiburan
Nusantara
- Sumatera
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Bali & Nusa Tenggara
- Maluku & Papua
Suplemen
- Teras BRI
Haji
[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
NASIONAL
Lee Sedih, Soeharto Tak Terima Kemuliaan Sepatutnya
Batam, 14 Januari 2008 11:46
Lee Kuan Yew menyatakan bersedih karena Soeharto sampai menjelang akhir
hidupnya tidak menerima penghargaan dan kemuliaan yang sepatutnya selaku
pemimpin di masa lalu.
"Saya sedih melihat sahabat lama yang dengannya saya pernah bekerja erat lebih
dari 30 tahun, tidak sepenuhnya menerima itu," kata Lee kepada media Singapura
setelah mengunjungi Soeharto, 86 tahun, yang sudah sepekan terbaring kritis di
RS Pertamina, Jakarta, Minggu.
Menurut Menteri Pembimbing Singapura, dalam 32 tahun pemerintahan Soeharto,
betul terjadi korupsi, dan pemberian sokongan kemudahan (favours) kepada
keluarga dan teman-temannya, tetapi pada ketika itu pula terdapat pertumbuhan
dan kemajuan yang nyata.
Ketika banyak orang di dalam dan di luar negeri menyoroti Soeharto dari aspek
korupsi, penyalaggunaan kekuasaan, dan pelanggaran hak asasi manusia, Lee
mantan kepala negara pertama penjenguk Soeharto yang telah sepekan dirawat
intensif, mengenang jasa mantan koleganya dari sudut pembangunan.
Lee seperti dipublikasikan Channel News Asia, juga menyatakan, "Ia mendidik
rakyat. Ia membangun berbagai jalan dan infrastruktur."
Hal tersebut berbeda dengan Jenderal Newin yang mengambil alih kekuasaan di
Burma (Myanmar) di era 1960-an dan tenggang waktu kekuasaannya dengan Soeharto
hampir sama.
Jenderal Newin memilih jalan sendiri--sosialisme Burma--sedang Jenderal
Soeharto, menurut Lee, mempunya tim ekonom sehingga membawa negerinya pada
pertumbuhan dan kemajuan.
Ia mengatakan, "Sangat sedikit orang seusia dia dan seumur saya yang masih
ingat masa silam. Jika mereka bisa mengingat masa lalu, akan mengetahui bahwa
pada tahun 1960-an, Indonesia berada dalam masa ekonomi yang sangat sulit,
hyper-inflasi seperti Zimbabwe sekarang."
Dewasa ini, menurut Lee, perekonomian Indonesia lebih baik, dan itu
kepemimpinan Soeharto.
Soeharto, demikian Lee, menstabilkan hubungan internasional, bekerjasama denga
negara-negara anggota ASEAN dan membuat ASEAN lebih sukses ketimbang SARC
(sekarang SAARC, Perhimpunan Asia Selatan untuk Kerjasama Kawasan) setelah
ekses konfrontasi dan kebijakan luar negeri Soekarno.
"Sekarang, kita memiliki Asia Tenggara yang stabil," katanya.
Lee berpendapat, rakyat Indonesia beruntung.
Mereka, katanya, mempunyai jenderal yang berkuasa, dengan tim penyelenggara
(administrator pemerintahan) yang kompeten, termasuk tim ekonom yang sangat
baik untuk membangun negeri. [TMA, Ant]
Versi Cetak Kirim Berita ke Teman Komentar Anda
<< 15 January 2008 >> Su M T W
Th F Sa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 [input]
[input]
[input] All [input] Daily News [input] Magazine Copyright ©
2002-04 Gatra.com. Designed and maintenance by Gatracom.
The Mind Advances by Evolution, not by Revolution ---*****
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.