Harian Analisa
Edisi Sabtu, 1 Maret 2008 

Diduga Dibunuh, Seorang Nenek Ditemukan Membusuk di Kamar Tidur 

Medan, (Analisa) 

Seorang wanita lanjut usia ditemukan sudah menjadi mayat di samping tempat 
tidur dalam kondisi kaki diikat kain, kepala dibalut handuk kecil dilapis 
handuk ukuran besar serta seluruh tubuhnya diselimuti kain, Jumat (29/2) sekira 
pukul 13.00 WIB. 

Nenek yang diduga korban pembunuhan ini ditemukan terbaring dan kondisi mulai 
membusuk di sisi tempat tidurnya di Jalan Yos Sudarso belakang Timbangan 
Lingkungan IV Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. 

Keterangan dari seorang keponakan korban, Samuel Purba ketika mayat Mariani 
boru Purba alias Op Daud (73) dievakuasi Polsek Medan Labuhan ke Instalasi 
Forensik RSU dr Pirngadi Medan (RSUPM) sore kemarin mengatakan, awalnya korban 
ditemukan setelah salah seorang tetangga mencium bau busuk menyengat dari arah 
rumah korban. 

Ditanyakan kepada salah seorang anak perempuan korban, Tiar yang tinggal di 
samping rumah korban, merasa curiga terjadi sesuatu. 

Apalagi sudah empat hari korban tidak kelihatan/keluar rumah. Tiar yang 
bersuamikan Aken, pria Tionghoa ini mengecek rumah ibunya bersama tetangga. 

Saat pintu diketuk tidak ada sahutan, mereka mendapati pintu depan dikunci dari 
dalam sedangkan jendela depan sedikit terbuka. Karena tidak ada sahutan, mereka 
menuju pintu belakang yang tidak dikunci. Bau busuk semakin tercium begitu 
masuk ke dalam. 

Bau menyengat 

Alangkah terkejutnya Tiar dan beberapa warga yang ikut memeriksa begitu 
mengetahui bau menyengat itu berasal dari mayat pensiunan bidan puskesmas yang 
diselimuti kain, kaki terikat dan kepala dan wajahnya dibalutkan lapisan handuk 
kecil dan besar. 

Di lehernya terdapat memar, diduga bekas jeratan atau cekikan. Kondisi kamar 
juga berantakan seperti diobrak-abrik, diduga pelaku bermaksud merampok barang 
berharga milik korban dan kemudian menghabisinya. 

Penemuan yang menghebohkan warga setempat ini dilaporkan ke Kepala Lingkungn 
dan Polsek Labuhan Deli. Setelah melakukan olah TKP jenazah korban dibawa ke 
RSUPM untuk diotopsi. 

Ditambahkan Samuel, korban memiliki tiga anak kandung dan seorang anak 
angkatnya bernama Leo yang tinggal di Sialang Buah, Binjai. Namun selama 
menjanda, bibinya tinggal sendiri di kediamannya. 

Sementara keempat anaknya masing-masing telah berumah tangga dan tiga anaknya 
tinggal berjauhan, hanya Tiar saja yang tinggal berdekatan. 

Tiga minggu lalu, janda pemilik praktik bersalin di kawasan Sei Mati dan 
memiliki kebun sawit di Batang Serei baru saja pulang dari Jakarta mengunjungi 
anak perempuan tertua, Bunga Situmorang. 

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. 
(dn/ma 

Kirim email ke