Jumat, 29/02/2008 20:04 WIB

Menhub: UE susah cabut larangan terbang buat maskapai RI
oleh : Antara

JAKARTA: Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal menilai, pihaknya sampai 
pada satu kesimpulan bahwa Uni Eropa akan susah mencabut pelarangan pelarangan 
terbang terhadap seluruh maskapai Indonesia yang diberlakukan sejak Juli tahun 
lalu hingga saat ini. 

"Saya sudah sampai pada satu kesimpulan, dia susah mencabut pelarangan itu 
karena proses pengambilan keputusannya melibatkan 27 negara. Kini, mereka akan 
bertambah lagi dengan Kosovo," katanya menjawab pers di Jakarta, Jumat. 

Pelarangan terbang terhadap 51 maskapai Indonesia ke Eropa terjadi sejak Juli 
2007 dan diperpanjang hingga November 2007 dan diperpanjang lagi hingga saat 
ini. Pelarangan ini timbul atas penilaian sepihak UE bahwa maskapai Indonesia 
dinilai tidak aman. 

Evaluasi pada 2008 oleh UE dijadwalkan akan dilakukan sekitar akhir Januari 
hingga awal Februari 2008. Namun, sampai sekarang masih belum ada titik terang. 

Menurut Jusman, persoalan tersebut telah dicoba disampaikan kepada salah satu 
duta besar negara Eropa di Indonesia yakni Swedia. "Bagaimana mungkin penilaian 
tingkat keselamatan penerbangan suatu negara oleh EU, keputusan pencabutannya 
harus dilakukan melalui sebuah cara seperti parlemen ?". 

Praktisnya, kata Jusman, mereka harus melakukan musyawarah untuk mufakat, jika 
tidak tercapai maka kemungkinan besar dilakukan voting. "Kemudian mereka 
bilang, itulah prosedurnya," kata Jusman. 

Oleh karena itu, kata Jusman, EU telah menawarkan kerjasama dengan pemerintah 
Indonesia untuk mengirimkan semacam perwakilan untuk menjembatani masalah 
tersebut dengan Indonesia yakni semacam jembatan penghubung. 

"Mereka mengutus ahli semacam LO. Besok akan diperkenalkan dengan saya. Namanya 
Ambrosini. Tujuannya satu yakni mempercepat pencabutan larangan terbang," kata 
Jusman. 


Perbaharui Perjanjian 

Pada bagian lain, Jusman juga menyatakan, saat ini pemerintah Indonesia juga 
telah memperbaharui perjanjian bilateral di bidang penerbangan dengan tiga 
negara Eropa yakni Belanda, Jerman dan Perancis. 

"Ketiga negara ini dikenal baik reputasinya untuk sektor penerbangan," katanya. 

Apalagi, konteksnya, PT Garuda Indonesia tengah berencana terbang kembali ke 
Eropa. Terbukti, Garuda telah membeli 10 pesawat berbadan lebar B777-300ER 
untuk kepentingan itu. 

Garuda dan penerbangan setempat, seperti KLM dan Lufthansa juga telah 
menandatangani perjanjian baru. 

Payung itu semua, kata Jusman, kedua negara diwakili otoritas penerbangan 
masing-masing telah menandatanganinya. Untuk itu, Dirjen Perhubungan Udara, 
Dephub, Budhi M. Suyitno dan timnya telah berada di Eropa beberapa hari lalu. 
(dj)


URL : http://web.bisnis.com/sektor-riil/transportasi/1id46683.html 


© Copyright 1996-2008 PT Jurnalindo Aksara Grafika

<<logo-bisnis-small.jpg>>

Kirim email ke