Terorist Palestina Bukanlah Pejuang Kemerdekaan !!! Perang terror Arab Palestina dan Israel bukanlah perang kemerdekaan melainkan murni perang agama.
Israel berperang atas dasar hak membela tanah airnya, sebaliknya Arab Palestina memerangi Israel juga murni melaksanakan kewajiban agamanya. Oleh karena agama Islam itu merupakan ajaran sesat, maka kewajiban2nya juga tentu sesat sehingga tak mungkin bisa dianggap benar dan didukung oleh peradaban dunia yang beradab. > "dipo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kata siapa? Kata buku suci orang Yahudi? > Alim amat ngook, bikin negara landasannya buku agama. > Bukan cuma berdassarkan agama tapi juga berdasarkan sejarah dan berdasarkan hasil referendum 1947 oleh Perserikatan bangsa2. Buktinya tak perlu kalian perdebatkan karena semua negara didunia adalah saksinya dan mereka tidak ada yang membenarkan klaim Arab Palestina. Arab Palestina bukanlah orang Palestina karena mereka sama dengan Cina Indonesia yang juga bukan orang Indonesia. Tanah Palestina dihuni oleh satu ras penduduknya yang berbeda kepercayaannya. Mereka yang menyembah dewa Yahweh disebut orang Yahudi dan mereka yang menyembah dewa Philistine disebut orang Palestina. Beda dengan Arab Palestina yang melarang menyembah Dewa2 tapi menyembah Allah. Arab Palestina inilah yang kemudian membantai habis berhala dan penyembah2nya. Begitulah sejarahnya masa lalu. Tapi dizaman kemudian, seluruh wilayah Timur Tengah menjadi jajahan Inggris, dan berakhir setelah Amerika keluar sebagai pemenang perang dunia kedua dimana Inggris diwajibkan membebaskan seluruh jajahan di Timur Tengah untuk dimerdekakan melalui Referendum. Demikianlah Raja Arab Palestina yang adalah boneka Inggris akhirnya digusur dan diwilayah kerajaan Arab Palestina ini diadakan referendum sama seperti Timor Timur yang juga dibawah pengawasan UN. Tanah bekas kerajaan Palestina akhirnya terpecah empat, Syria, Libanon, Yordania dan Israel. Jadi yang dinamakan tanah Palestina itu bukan cuma tanah Israel tapi juga Syria, Libanon dan Yordania. Inilah buktinya, bahwa perang melawan Israel itu murni perang antara Islam yang berkewajiban memusnahkan Yahudi bukan perang kebangsaan apalagi nasionalistis karena yang mau dimusnahkan hanyalah orang Yahudi dan tanah yang mau direbut bukanlah tanah Palestina tapi tanahnya milik Yahudi. Seluruh dunia tahu sejarah ini, cuma di Indonesia dirahasiakan agar rakyatnya mau mendukung Islam di Timur Tengah sana untuk memusnahkan bangsa Yahudi yang tidak bersalah. Itulah sebabnya Amerika berpihak kepada yang benar, berpihak kepada yang tidak bersalah. Siapapun yang bersalah akan digempur, Amerika adalah superpower dunia yang mampu memusnahkan Allah dan Islam sekalipun, namun sepanjang umat Islam bisa berdiri dan berpihak kepada kebenaran dan keadilan tak perlu untuk dimusnahkan. Masih terlalu banyak umat Islam yang berdiri dan mendukung Amerika dalam menegakkan keadilan, kebenaran dan Demokrasi dimuka bumi ini. Siapapun umat Islam mau membantahnya silahkan saja, dan mari kita berdebat dan berdiskusi dengan menggunakan akal sehat yang berdasarkan kenyataan bukan berdasarkan keimanan, apalagi kewajiban2 dalam Islam yang jelas2 salah. Sebagai umat Islam saya hanya berdiri diatas kebenaran bukan berdiri diatas keimanan yang angan2 yang diciptakan orang2 Arab biadab itu. Dan supaya anda semua ketahui, seluruh negara2 didunia dan bangsa2 didunia ini makin terbuka matanya dan dukungan kepada para terorist Palestina hingga detik ini sudah nol dan mereka dalam kondisi sekarat tak ada lagi yang bersimpati kepada kebohongan2 yang telah mereka sebar luaskan selama ini. Ingat, bahkan Gus Dur sendiri cenderung berpihak kepada yang benar, dia telah memeloporinya dengan membuka hubungan pribadi dengan pemimpin2 Yahudi yang penuh persahabatan ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
