Refleksi: Apakah larangan ini biasa dilakukan di Bali? Bila tidak, maka tentu 
sekali ada latarbelakang lain yang seram akibatnya. 

http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.10191212&channel=1&mn=59&idx=72

Wisatawan Dilarang Keluar Hotel Saat Nyepi


KOMPAS/BENNY DWI KOESTANTO
Kawasan Pantai Kuta, Bali dipadati wisatawan. Pada Hari Raya Nyepi, Jumat (7/3) 
nanti, para wisatawan diminta untuk tidak keluar hotel untuk menghormati Catur 
Tapa Brata Penyepian.Artikel Terkait: 
  a.. Tak Ada Dispensasi di Hari Nyepi 
  b.. Umat Beragama Tetap Dapat Beribadah Saat Nyepi
Minggu, 2 Maret 2008 | 10:19 WIB
BALI, MINGGU -- Wisatawan mancanegara maupun nusantara yang sedang menikmati 
liburan di Pulau Dewata saat umat Hindu menunaikan "tapa brata penyepian" 
menyambut tahun baru Saka 1930, Jumat 7 Maret mendatang, harus tetap tinggal di 
hotel masing-masing.
    
"Tidak ada dispensasi bagi hotel untuk menggunakan kendaraan bermotor maupun 
penerangan listrik yang sinarnya sampai ke luar hotel," kata Kepala Dinas 
Pariwisata Bali, Drs I Gede Nurjaya di Denpasar, Minggu (2/3).
    
Ia mengatakan, pelancong harus menghormati Catur Tapa Brata Penyepian, dengan 
cara tetap berada dalam lingkungan hotel, tanpa membunyikan musik yang bisa 
mengganggu lingkungan di luar kawasan hotel.
    
Hal itu dimaksudkan untuk menghormati umat Hindu menunaikan tapa brata 
penyepian yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak 
melakukan kegiatan), amati lelungaan (tidak bepergian) dan amati lelanguan 
(tidak mengumbar hawa nafsu).
    
Ketentuan itu berlaku selama 24 jam, pada Jumat, 7 Maret 2008 sejak pukul 06.00 
Wita hingga pukul 06.00 waktu setempat keesokan harinya (8/3).
    
Nurjaya mengatakan, meskipun tidak ada keistimewaan bagi pelancong saat umat 
Hindu memperingati hari pergantian tahun saka dari 1929 ke 1930, justru banyak 
wisatawan mancanegara yang ingin menikmati suasana Nyepi tersebut.
    
Mereka datang ke Bali beberapa hari lebih awal. Selama ini kehadiran wisatawan 
saat Hari Suci Nyepi tidak pernah menimbulkan masalah, karena semuanya sudah 
dikoordinasikan oleh desa adat dengan pemilik hotel di wilayah masing-masing.
    
Sesuai ketentuan, wisatawan harus tetap tinggal di dalam lingkungan hotel, 
tidak bepergian ke mana-mana, termasuk tidak ke pantai. "Sementara karyawan 
hotel sudah siap di tempat sejak sehari sebelum hingga sehari sesudah Nyepi, 
guna memberikan pelayanan kepada tamunya," ujar Nurjaya.
    
Biro perjalanan wisata maupun kalangan hotel yang ada di Bali, sejak dini 
gencar menawarkan paket Nyepi kepada wisatawan. "Upaya yang dilakukan itu tidak 
masalah, karena pelancong akan tetap berada dalam lingkungan hotel tanpa 
mengganggu ibadah Nyepi umat Hindu," kata Nurjaya. (ANT)

<<104218p.jpg>>

Kirim email ke