Refleksi: Buntut dari politik "devide et impera" ialah sengketa, jadi bukan 
suatu politik yang membawa kebaikan bagi penduduk setempat..

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.03.02284525&channel=2&mn=162&idx=162


Pemerintahan
Pemekaran Daerah di Papua Berbuntut Sengketa
Senin, 3 Maret 2008 | 02:28 WIB 

Jayapura, Kompas - Pemekaran kabupaten di Papua kembali menimbulkan sengketa 
batas wilayah antara kabupaten hasil pemekaran dan kabupaten lain yang sudah 
ada. Kabupaten Mamberamo Raya, yang baru terbentuk tahun lalu, kini berebut 
wilayah di bagian hulu Sungai Mamberamo dengan Kabupaten Tolikara.

Penjabat Bupati Mamberamo Raya Demianus Kyeuw-kyeuw menceritakan, Pemerintah 
Kabupaten Tolikara, yang terbentuk pada tahun 2002, membentuk lima distrik baru 
di wilayah Kabupaten Mamberamo Raya. "Kelima distrik itu didirikan di wilayah 
Kampung Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan Dorman," kata Kyeuw-kyeuw, akhir 
pekan lalu.

Kabupaten Mamberamo Raya adalah kabupaten yang dibentuk berdasarkan 
Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2007. Kabupaten ini merupakan daerah 
penggabungan sebagian wilayah Kabupaten Sarmi dan sebagian wilayah Kabupaten 
Waropen. Sebelum Mamberamo Raya dibentuk, daerah yang dijadikan distrik oleh 
Tolikara adalah bagian dari Sarmi.

Sarmi pun sebenarnya merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayapura 
melalui UU No 26/2002. Saat itu berdasarkan UU ini, ada 14 kabupaten baru yang 
dibentuk di Papua, termasuk Tolikara.

Kabupaten Tolikara dibentuk dari pemekaran Kabupaten Jayawijaya sehingga 
wilayahnya diambil dari sebagian wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Batas alami

Terkait dengan sejarah pemekaran daerah tersebut, Bupati Tolikara John Tabo, 
sependapat bahwa sebelum UU No 26/2002 diberlakukan, wilayah Tayeve, Douyi, 
Taria, Bernakamp, dan Dorman masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Jayapura.

"Memang betul seperti itu. Masalahnya, perbatasan Kabupaten Jayapura itu yang 
salah. Wilayah Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan Dorman sudah berada di 
sebelah barat Sungai Mamberamo. Seharusnya wilayah Kabupaten Jayapura saat itu 
tidak boleh menyeberangi Sungai Mamberamo karena itu batas alami," paparnya.

Tabo menambahkan, warga yang tinggal di Tayeve, Douyi, Taria, Bernakamp, dan 
Dorman adalah warga sejumlah suku yang berasal dari Kabupaten Tolikara. 
"Kenyataannya, saya yang membangun fasilitas umum di wilayah itu. Kami 
membangun sekolah, kantor distrik. Sebelumnya, di sana tidak ada fasilitas 
apa-apa," katanya menekankan.

Menurut Tabo, wilayah Tayeve merupakan wilayah yang strategis untuk 
memperlancar distribusi barang ke wilayah pegunungan tengah Papua. "Di 
Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, kami tidak bisa membangun landasan 
pesawat terbang yang besar karena Karubaga dikelilingi gunung yang menyulitkan 
manuver pesawat terbang berbadan lebar. Kami akan membangun bandar udara besar 
di Tayeve," kata Tabo lagi.

Sebelumnya, sengketa wilayah terkait dengan pemekaran daerah juga berlangsung 
antara Kabupaten Asmat dan Kabupaten Yahukimo. Sampai kini kedua kabupaten itu 
masih memperebutkan Syuru-syuru, wilayah yang awalnya merupakan bagian dari 
Kabupaten Merauke. Kabupaten Merauke adalah induk dari Kabupaten Asmat.

Selain itu, Yahukimo pun memperebutkan Distrik Kurima dengan kabupaten 
induknya, Kabupaten Jayawijaya. (row)

Kirim email ke