Ayat2 Cinta Itu Hanyalah Reklame Agama Islam

> "Wido Q Supraha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sayang meski laris manis, novel ini kurang mendapat apresiasi dari 
> sastrawan atau kritikus sastra lainnya. Hanya sastrawan yang 
> tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), tempat bernaung penulis 
> AAC Habiburrahman El Shirazy, yang memuji-muji novel ini.
> Sementara di luar FLP, jarang kritikus sastra ataupun sastrawan yang
> tertarik atau telah membaca novel ini. Mayoritas sastrawan dan 
> kritikus sastra yang dihubungi detikcom mengaku belum membaca, 
> bahkan menyatakan tidak berminat membaca AAC.


Sebenarnya bukan kurang mendapatkan apresiasi melainkan memang tidak
ada unsur yang bisa di apresiasi karena alur ceritanya tidak sesuai
dengan kenyataan hidup, padahal isi ceritanya adalah tentang
kehidupan.  Apalagi dalam dunia sastra yang dinilai itu justru unsur2
yang bisa applicable dalam kenyataan hidup.  Dengan kata lain,
ceritanya tidak logis, irasional, dan tidak ada rasionalitasnya. 
Mereka yang tertarik dan memuja filem ini hanyalah sekelompok orang2
yang diracuni iman keIslamannya saja yang selama ini haus akan
kebesaran agamanya yang kenyataannya tidaklah bisa dihargai bahkan
lebih terkenal sebagai agama yang melanggar HAM, bahkan didunia
sekarang Islam dikenal sebagai "The Religioun of Terror".


> Ayat-ayat Cinta itu novel Hollywood, novel yang akan membuat senang
> pembacanya. Cara membuat senang itu dengan memakai resep cerita pop,
> misalnya berita happy ending, katakan yang orang ingin dengar, 
> jangan katakan yang tidak ingin didengar.
> 

Justru filem ini tidak bisa disamakan dengan filem2 Hollywood, jauh
sekali perbedaannya karena ciri2 filem Hollywood selalu membuat
surprise dan happy ending bukanlah hal yang sering dilakukannya dan
biasanya happy ending itu mengundang banyak kritik untuk filem2 yang
mengundang surprise.

Alur cerita disini cuma memberi kepuasan kepada agamanya saja tanpa
ada unsur yang logis-nya bahwa manusia selalu punya kelemahan yang
tidak harus sempurna.  Dan lebih parah lagi, filem ini tidak membawa
pesan yang bisa menjadi teladan selain membanggakan agama Islam
merendahkan agama2 lainnya secara implisit.

Filem2 Hollywood sering menciptakan controversi, artinya apa yang umum
dianggap baik dibuktikan ternyata tidak baik, dan apa yang umumnya
dipercaya ternyata tidak masuk akal untuk dipercaya.  Controversi
inilah yang seringkali merupakan surprise yang mengejutkan sehingga
menarik banyak sastrawan maupun kritikus untuk memperbincangkan atau
mendiskusikannya.

Jadi kalo filem2 dakwah bukanlah filem Hollywood karena sebaliknya,
filem2 Hollywood itu ciri2nya selalu surprise yang diluar kebiasaan
yang umum dipercaya orang.  Oleh karena itu kritik ajaran agama
menjadi penting dalam semua filem2 Hollywood.  Sebaliknya filem ini
justru menjunjung cuma nilai2 Islam sehingga secara implisit filem ini
merendahkan nilai2 agama lainnya.  Sebaliknya filem2 Hollywood tidak
pernah membawa pesan dakwah agama Kristen, apalagi kalo saja anda
memahaminya, kelompok produsen filem2 Hollywood itu dimusuhi oleh
kelompok conservative Kristen di Amerika ini.  Dalam dunia politik pun
kelompok produser Hollywood bersama artis2nya itu tergabung dalam
partai demokrat yang Liberal yang selalu dianggap mengejek dan
menghina agama !!!

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke