Galamedia

24/03/2008 
      Mengapa Sarjana Menganggur? (2-habis)

      Oleh: DRS. H. SUKMANA
     


Dengan demikian untuk membuka usaha baru cukup sulit bagi sarjana yang kurang 
modal, kecuali ada pihak lain yang menaruh kepercayaan untuk menjalankan usaha 
tertentu.

Faktor lain, sebagian sarjana banyak yang berminat menjadi pegawai negeri, 
sementara lowongan untuk menjadi pegawai negeri sangat terbatas. Dengan kata 
lain, banyak pendaftar (sarjana) tidak sebanding dengan sedikitnya posisi yang 
ada atau dibutuhkan. Misalnya, pendaftar sampai ratusan, sementara lowongan 
yang ada hanya untuk satu atau dua orang. Di sini untuk menjadi pegawai negeri 
saingannya sangat ketat. Selain faktor di atas, tentu masih ada faktor lain 
yang menyebabkan sulitnya mencari pekerjaan.

Untuk mengatasi permasalahan di atas (masalah ketenagakerjaan), ada beberapa 
usaha yang dapat dilakukan para sarjana yang masih menganggur untuk bisa terjun 
ke dunia kerja. Sarjana harus kreatif dalam mencari peluang kerja. Peluang dan 
informasi kerja bisa diperoleh dari orang lain, media massa, baik cetak maupun 
elektronik. Misalnya dari koran, majalah, tabloid, televisi, radio, internet, 
dan lain-lain.

Bisa juga sarjana mengembangkan hobi yang telah ditekuni. Siapa tahu hobi yang 
selama ini hanya untuk kesenangan bisa ditingkatkan menjadi suatu pekerjaan 
tetap. Hobi bisa jadi profesi. Tidak sedikit sarjana yang kreatif, bisa bekerja 
hanya berawal dari hobi. Untuk ini ada sebuah ungkapan: "Sarjana sarat dengan 
ilmu dan penuh idealisme. Jadi karyawan dituntut karya nyata dan berpikir 
pragmatis".

Menjalin kenalan (koneksi) dengan orang yang sudah mempunyai pekerjaan atau 
pengusaha. Lowongan kerja bisa saja datang dari orang lain yang sebelumnya 
tidak kita sangka-sangka. Semakin banyak kenalan, akan semakin banyak 
kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai dunia kerja. Apabila kita sudah 
banyak dikenal orang, suatu saat kalau ada lowongan kerja, orang yang kita 
kenal tersebut akan memberitahukan dan menawarkannya kepada kita.

Untuk memudahkan mencari pekerjaan harus ditunjang oleh keterampilan. Semakin 
terampil dalam suatu bidang, akan semakin terbuka lebar kesempatan untuk kerja. 
Untuk itu, setiap saat harus terus mengasah, meningkatkan, dan menambah 
keterampilan. Meningkatkan keterampilan bisa melalui diklat (pendidikan dan 
latihan) atau kursus sesuai dengan potensi, bakat, dan minat. Selanjutnya, 
untuk mengetahui dan menguji keterampilan, alangkah baiknya mengikuti lomba 
yang sering diadakan dalam masyarakat.

Kemudian, untuk mendapatkan peluang kerja tidak ada salahnya mengikuti magang 
dalam bidang pekerjaan yang diminati. Melalui magang (melihat orang lain 
bekerja, terus kita mempraktikkannya), lama-kelamaan kita akan bisa melakukan 
suatu pekerjaan, sehingga pada saat betul-betul bekerja tidak akan merasa ragu 
dan kaku lagi untuk memulai pekerjaan. Misalnya mengikuti magang di sebuah 
perusahaan selama beberapa bulan.

Untuk menambah ilmu pengetahuan dalam bidang pekerjaan hendaknya dilakukan 
secara otodidak, yaitu belajar mandiri dengan banyak membaca buku. Biasanya di 
toko buku banyak buku yang membahas dan memaparkan berbagai jenis pekerjaan 
atau keterampilan. Dengan banyak membaca buku, maka wawasan teori atau ilmu 
pengetahuan dalam suatu bidang pekerjaan akan berkembang. Pada gilirannya dapat 
dijadikan dasar untuk membuka peluang usaha/pekerjaan sesuai dengan hobi yang 
selama ini ditekuni.

Akhirnya, untuk mendapatkan pekerjaan, berpulang kepada diri kita (sarjana) 
masing-masing. Semakin kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan, akan 
semakin cepat mendapatkan pekerjaan tetap.

Tidak sedikit pekerjaan yang berhasil diawali dari suatu hobi yang dikembangkan 
secara kreatif. Selamat bekerja!

 (penulis adalah guru pembimbing dan pembina mading sman 10 bandung

Kirim email ke