Media Indonesia
Selasa, 25 Maret 2008 17:40 WIB

Ribuan Warga Segel Kantor Gubernur Maluku Utara
Reporter : Burhanuddin
TERNATE--MI: Ribuan warga Maluku Utara memblokade jalan di depan kantor 
gubernur dan menyegel pintu gerbang utama kantor tersebut, Selasa (25/3).

Massa menuntut pasangan Abdul Gafur dan Abdurrahim Fabanyo segera dilantik 
sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.

Penyegelan kantor gubernur Maluku Utara dilakukan massa dengan memasang rantai 
pada pintu lalu menguncinya. Warga juga merusak dan membakar lembaran fiber 
glass yang menghiasi pintu gerbang, sehingga ratusan pegawai di lingkungan 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara yang berada di luar maupun di dalam 
kantor tersebut tidak dapat melalui pintu itu.

Akibat aksi tersebut, aktivitas di kantor itu lumpuh. Seluruh pintu kantor di 
kunci dari dalam, sedangkan ratusan pegawai negeri sipil (PNS) yang berada di 
dalam kantor tidak dapat bekerja karena ketakutan. Beberapa orang dari mereka 
melarikan diri dengan meloncat pagar dari samping kantor gubernur.

Sementara itu, puluhan PNS lainnya yang berada di luar kantor tidak berani 
masuk. Apalagi salah seorang rekan mereka yang melewati pengunjuk rasa dipukuli 
massa hingga babak belur. Pemukulan terhenti setelah aparat kepolisian yang 
berada di sekiitar lokasi melerai.

Halaman kantor gubernur yang biasanya dipadati puluhan mobil dinas terlihat 
legang. Saat itu yang ada hanya lima mobil dinas dan empat truk polisi.

Massa dalam unjuk rasa juga meminta Pejabat Gubernur Maluku Utara Timbul 
Pujianto menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat. Yaitu, 
secepatnya melantik pasangan Abdul Gafur-Abdurrahim Fabanyo sebagai Gubernur 
dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Mereka juga menuntut agar Kejaksaan Tinggi dan 
Polda Maluku Utara segera menuntaskan kasus dugaan korupsi dana tidak tersangka 
sebesar Rp6,9 miliar yang melibatkan mantan Gubernur Thaib Armayin. (BR/OL-01)

Kirim email ke