http://www.radarsorong.com/detail.php?ses=&id=6776
02 Mei 2008 08:29:05 Kodim Kibarkan Merah Putih di Kantor DAP MANOKWARI- Komandan Kodim 1703 Manokwari Letkol Inf Irham Waraoiham tampaknya agak jengah melihat Kantor Dewan Adat Papua (DAP) yang selama ini tidak pernah mengibarkan bendera Merah Putih. Jangankan berharap melihat bendera kebangsaan RI itu berkibar di Kantor DAP, di kantor yang terbilang megah itu malah tidak memiliki tiang bendera. Melihat kondisi tersebut, bertepatan dengan peringatan masuknya Irian Barat ke NKRI 1 Mei 1963, Dandim pun merasa terpanggil untuk memasang tiang bendera dan mengibarkan bendera Merah Putih di halaman Kantor DAP yang beralamat di Jalan Pahlawan, tepatnya didepan taman makam pahlawan (TMP), Sanggeng. Langkah pihak Kodim ini ternyata mendapat reaksi dari orang-orang DAP. Mereka menolak bendera Merah Putih berkibar di depan Kantor DAP. Namun aksi penolakan masih dalam batas kewajaran dan tidak sampai berbuat anarkis seperti menurunkan bendera Merah Putih. Menariknya, ada yang menawarkan kalau bendera Merah Putih boleh berkibar di depan Kantor DAP tapi harus bersama-sama dengan bendera Bintang Kejora. Dari pantauan Koran ini, Rabu (30/4) pagi hari dilakukan tabur bunga di TMP untuk memperingati 1 Mei 1963 kembalinya Irian Barat ke NKRI. Disaat para pejabat melakukan tabur bunga di makam pahlawan, beberapa anggota TNI sibuk mendirikan tiang bendera di halaman kantor DAP. Usai tabur bunga, Dandim, Kapolres dan Rektor Unipa Prof Frans Wanggai meninjau kantor DAP hingga ke dalam ruangan. Tidak lama kemudian anggota TNI langsung mengibarkan bendera Merah Putih. Orang-orang di DAP terkesan tidak senang. Namun mereka berusaha untuk sabar dan menahan emosi. Dandim 1703 Manokwari Letkol Irham Waroiham yang dikonfirmasi soal pengibaran bendera di Kantor DAP mengaku dirinya memasang bendera di halaman Kantor DAP hanya terpanggil karena melihat gedung yang megah tidak ada bendera Merah Putih. Apalagi kata Dandim gedung tersebut dibangun dengan menggunakan APBD dan operasionalnya dari APBD. Usai mengibarkan bendera, Dandim bersama jajarannya langsung meninggalkan TMP dan Kantor DAP. Spontan reaksi dari orang-orang DAP memprotes pengibaran bendera Merah Putih. Nampak emosi dan haru bahkan tangis dari beberapa orang DAP dibawa tiang bendera Merah Putih. Salah seorang wartawan dari media lokal yang hendak mengkonfirmasikan pengibaran bendera Merah Putih di Kantor DAP sempat diusir keluar dari lingkungan DAP karena dianggap sebagai anggota intelijen. Anggota TNI dari Kodim juga memasang bendera Merah Putih ukuran kecil di sepanjang pagar Kantor DAP. Pasca pemasangan bendera nampak pembesar DAP Wilayah Mnukwar seperti sekretaris DAP Zeth Rumbobiar, John Warijo dan tak lama kemudian menyusul Ketua DAP Wilayah Mnukwar Barnabas Mandacan. John Warijo yang dikonfirmasi Koran ini akan tanggapannya tentang sikap Kodim 1703 yang memasang bendera di Kantor DAP mengatakan pemasangan bendera Merah Putih di Kantor DAP harus melalui koordinasi dengan semua elemen yang ada dalam DAP. Termasuk untuk penggantian papan nama kantor DAP menjadi LMA. Warijo mengakui, Dandim 1703 sebelumnya menyampaikan tiga hal kepada Ketua DAP Wilayah Mnukwar, antara lain, menghendaki adanya bendera di depan Kantor DAP. Kedua menghendaki penggantian papan nama dan DAP menjadi LMA. Ketiga, kalau DAP diganti menjadi LMA akan mendapatkan dana otonomi khusus (Otsus). Menyikapi keinginan Dandim tersebut, DAP bersama elemen masyarakat lainnya menggelar rapat 25 April lalu. Kesepakatan dalam rapat tersebut tidak perlu ada bendera di depan Kantor DAP, baik itu bendera Merah Putih ataupun bendera Bintang Kejora. Hasil rapat tersebut sudah disampaikan kepada Dandim. Namun belum ada balasan dan langsung mengibarkan bendera Merah Putih. Dikatakan John Warijo, pihaknya tidak bisa bicara banyak karena kekuatan militer yang sedang bermain. Menurutnya keinginan agar tidak usah ada bendera Merah Putih ataupun bendera Bintang Kejora berkibar di depan kantor DAP untuk menghindari konflik yang selama ini aman. Tetapi kalau memaksakan bendera Merah Putih dikibarkan di Kantor DAP, kata John Warijo, pihaknya akan berkoordinasi agar bendera Bintang Kejora dikibarkan bersama-sama. "Pengibaran Merah Putih di depan kantor DAP merupakan pemaksaan militer, sehingga kita tidak bisa bicara banyak, tapi kita mau kalau Merah Putih berkibar, Bintang Kejora juga berkibar,"tandasnya. Menyikapi pengibaran bendera, John Warijo mengaku akan langsung menggelar rapat untuk menentukan sikap terkait pemaksaan militer yang menaikkan bendera Merah Putih di depan Kantor DAP. Ia menilai sikap militer yang mengibarkan bendera Merah Putih telah menodai tatanan adat yang sedang dibangun. Termasuk cara-cara seperti ini telah mematikan demokrasi. "Katanya Indonesia demokrasi tapi mana, semua dilakukan dengan cara-cara paksa,"tuturnya.(
