http://www.radarsorong.com/detail.php?id=6753&ses=

     02 Mei 2008 08:16:04



      Dialog Interaktif Warnai Peringatan HUT Pepera



      MANOKWARI-Panitia peringatan hari ulang tahun Pepera 1963 kembalinya 
Irian Barat ke NKRI menggelar dialog interaktif di RRI Manokwari Rabu (30/4). 
Dialog tersebut menghadirkan 5 pembicara. Masing-masing Dandim 1703 
Letkol.Inf.Irham Waroiham, Kapolres AKBP Drs Yakobus Marjuki, Ketua Gerakan 
Merah Putih H Ismail Yenu, Ketua Pemuda Pancasila Fery Auparay dan Ketua 
Panitia Hj Fatimah Tahir.


      H Ismail Yenu yang diberikan kesempatan pertama berbicara mengatakan 
Irian Barat saat di tangan penjajah sama sekali anak-anak Papua tidak diberikan 
kesempatan untuk berkarya dalam berbagai bidang. Pada saat itu, putra-putra 
Papua terus dijajah sehingga terus terbelenggu dalam kebodohan dan kemiskinan. 
Tetapi pada saat Irian Barat bergabung kembali dengan NKRI, anak-anak Papua 
diberikan kesempatan yang sangat luar biasa.


      "Sekarang ini anak-anak Papua menjadi Bupati, Gubernur, menteri dan 
bahkan ada yang menjadi jenderal. Kalau jaman penjajahan Belanda tidak ada, 
tidak diberikan kesempatan untuk belajar menjadi orang yang sukses dan besar di 
atas tanahnya sendiri," tuturnya.Sementara tokoh pemuda Fery Auparay mengatakan 
sudah saatnya pemuda merapatkan barisan mengisi pembangunan dengan baik. 
Tentunya perlu pemahaman nasionalisme yang kuat. Pihaknya juga menyarankan 
kepada pemerintah agar memberikan dukungan kepada pemuda dalam melaksanakan 
kegiatan-kegiatan yang akan menumbuhkan semangat nasionalisme kebangsaan. 
Pihaknya menilai selama ini kegiatan-kegiatan yang bersifat nasionalisme kurang 
diberikan porsi dan perhatian.


      Pada kesempatan itu Kapolres mengajak pemuda dalam rangka memperingati 1 
Mei 1963 untuk mengingat kata-kata mantan Presiden Amerika John F Kennedy yang 
mengatakan 'Jangan tanyakan apa yang negara berikan pada kamu, tetapi 
sebaliknya tanyakanlah apa yang kamu berikan kepada negara'. Sebagai generasi 
muda harus bisa memberikan sesuatu yang berharga pada negara. Tentunya dengan 
mengisi pembangunan yang bernilai positif.
      Dialog yang dilaksanakan selama 1 jam lebih banyak mengundang partisipasi 
penelepon. Baik menyangkut Pepera 1963 hingga pejuang yang sampai saat ini 
belum diperhatikan. Menyikapi keluhan-keluhan yang disampaikan melalui telepon, 
Dandim 1703 mengatakan dirinya sangat terbuka bagi siapa pun untuk berdialog 
dan berdiskusi. Termasuk dengan pejuang yang belum terdata.(sr)

       
        

     

Kirim email ke