Refeleksi: Ada yang membantu untuk diluruskan ? http://www.bangkapos.com/berita/1c0f34727d48bbd8a67ed88d44f52865/8533/baca/2/0/0/1/2008/April/30/0
Kakak Adik Mengalami Kelainan
Tungkai Mata Kaki Bengkok
edisi: Rabu, 30 April 2008
bangka pos/alza munzi
Risma mangalami kelainan kaki
RISMA (4,5) tampak lincah berjalan-jalan di depan ruang tunggu Poli Penyakit
Dalam RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Selasa (29/4) pagi. Mengenakan baju
warna merah jambu dibalut jaket putih, putri sulung pasangan Andah (27) dan
Khumainah (24) itu tak menghiraukan keadaan sekitar yang memperhatikannya.
Seolah terbiasa menjadi pusat perhatian, Risma tampak santai berlalu lalang dan
kadang-kadang tersenyum. Terlihat bagian tungkai pada mata kakinya bengkok.
Selintas terlihat, kedua kaki Risma tidak memiliki tulang. Sehingga dengan
mengandalkan tumpuan punggung kakinya, Risma berdiri dan berjalan. Keadaan itu
tentunya tidak normal. Namun Risma terpaksa melakukannya, karena sejak lahir
kedua kakinya mengalami kelainan. Kedua orantuanya pun sudah berusaha mengobati
Risma, namun tak kunjung membuahkan hasil.
Belum selesai upaya menyembuhkan Risma, Khumainah kembali melahirkan anak
dengan kondisi hampir sama. Bagian tungkai kaki kanan Fajar (satu minggu), juga
tampak bengkok.
"Kami datang ke Pangkalpinang untuk mengobati bayi inilah. Baru lahir sudah
bengkok kakinya. Usianya baru satu minggu," ujar bibi Fajar yang menggendongnya
di RSUD Depati Hamzah.
Sedangkan Khumainah masih sangat lemah karena baru saja menjalani persalinan.
Khumainah dan suaminya mengaku berasal dari Simpangrimba, Bangka Selatan.
Andah tak tega kedua anaknya mengalami kelainan. Meski mengandalkan surat
keterangan tidak mampu (SKTM), Andah berharap nasib putranya jauh lebih baik
dari kakak perempuannya.
Selama hamil kedua anaknya, Andah mengaku kondisi kesehatan istrinya baik-baik
saja. Begitu saja saat persalinan yang berjalan normal. Hanya Khumainah sempat
mengalami demam ketika usia kandungan masih muda. Tetapi Khumainah menganggap
hal biasa apalagi dalam keadaan ngidam.
"Di keluarga kami juga tidak ada yang mengalami seperti ini. Saya juga tidak
tahu penyakit apa, karena saat lahir kondisinya seperti ini," ujar Andah.
Menurutnya, selama hamil istrinya cukup rutin berkunjung ke puskesmas terdekat.
Dia hanya bisa pasrah menerima kondisi kedua anaknya tersebut.
Andah yang bekerja sebagai buruh harian ini mengatakan, mereka sempat terlambat
saat mengobati Risma. Untuk itu, mereka tak mau lagi kejadian itu berulang pada
anak bungsunya."Dulu pernah ada yang bilang bisa dioperasi. Kami berharap anak
yang kedua juga bisa disembuhkan," harapnya. (h2)
showhs.php?id=2354
Description: Binary data
