Refleksi: Syukur alhamdullilah mantan menteri Hukum dan HAM dilimpahkan berkat. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kehidupan apabila tidak dilimpahkan berkatNya.
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=18051 Rabu, 30-04-2008 Harta Hamid Awaludin Naik Dua Kali JAKARTA - Dalam waktu 2,5 tahun kekayaan mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin naik hampir dua kali lipat. Bila pada laporan 16 Desember 2004 kekayaannya hanya Rp890.113.293 ditambah USD 3.000, maka per Juni 2007 kekayaan menteri di era awal pemerintahan SBY ini naik hampir duakali lipatnya menjadi Rp1.569.263.192 plus USD 3.000. Menurut juru bicara KPK Johan Budi SP, Selasa (29/4), kondisi sebaliknya terjadi pada penghitungan mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), tertanggal 3 Oktober 2006 dan terakhir 13 Juni 2007, kekayaan menteri yang akrab dipanggil Arman ini tetap sama Rp1.440.139.352. Kekayaan Hamid naik tajam terutama dalam bentuk giro dan kas. Yang sebelumnya Rp40.113.293 kini menjadi Rp585.263.192. Nilai harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan yang dipunya Hamid juga naik. Sebelumnya Rp550 juta menjadi Rp800 juta. Aset perolehan tahun 2000, berupa tanah dan bangunan di Jakarta Timur yang tadinya bernilai 250 juta menjadi 400 juta. Tanah/bangunan seluas 307 m2 dan 600 m2 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang merupakan perolehan tahun 1997 sampai 2002 kini bernilai Rp400 juta yang tadinya Rp300 juta. Bila aset berupa tanah atau bangunan naik nilainya, mantan pejabat kelahiran Parepare tahun 1960 ini justru menjual mobil Toyota Altis keluaran 2003 senilai Rp175 juta. Sedangkan kekayaan Arman yang nilainya sama tersebut berupa tanah dan bangunan senilai Rp354.580.000, alat transportasi Rp240 juta, giro dan kas dengan nilai Rp969.479.352. Total kekayaan Arman sebelum dikurangi utang Rp200.000.000 adalah 1.640.139.352. Johan menambahkan, pemeriksaan kekayaan kedua mantan menteri itu dilakukan secara uji petik. Di antaranya laporan masyarakat, analisa kekayaan dan penghasilan, serta analisa perbandingan. Untuk itu, KPK sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat jika menemukan harta keduanya yang tak dilaporkan ke LHKPN. Dengan begitu bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (jpnn)
<<spacer.gif>>
