Refleksi: Apakah dana tidak halal bin haram itu berplat merah? Bukankah selama
ini para kleptokratik alias koruptor beplat hijau dan kekuningan-kunginan?
Harian Komentar
03 Mei 2008
Kalla Larang Golkar Cari Dana 'Plat Merah'
Pemilu tentunya membutuhkan dana. Tak heran jika menjelang Pemilu 2009, par-pol
akan berlomba-lomba mengumpulkan 'peluru' untuk perang. Namun jauh-jauh hari,
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla melarang kadernya mengumpulkan dana dengan
cara yang tidak halal, apalagi dari duit 'plat merah'.
"Saya tidak menganjurkan bahkan melarang, jangan kembangkan dana partai dari
sisi yang tidak benar. Ini berbahaya bagi masing-masing, maka bisa perburuk
citra partai juga," kata pria yang juga menjabat wakil presiden ini dalam dalam
Rapat Konsultasi Partai Golkar di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto,
Jakarta, Jumat (02/05).
Kalla mencontohkan, praktik tidak halal yang dimaksud adalah dengan
mengumpulkan dana dari instansi-in-stansi pemerintah atau departemen yang ada
kader partai. "Ini bisa jadi bumerang dan merusak citra partai," tandasnya.
Selain memperburuk citra, dana-dana 'tidak benar' ini bisa menjerat pengurus
atau perorangan ke masalah hu-kum.
Kalla juga menegaskan, Partai Golkar bukan benteng ko-rupsi.
"Kalau ada anggota Golkar yang masuk penjara karena KKN, banyak makin rusak.
Kalau nampak bukti jelas maka tidak ada dibela," kata Kalla. Namun, kata pria
berkumis tipis ini, jika ada kadernya yang teraniaya, partai tidak akan
ragu-ragu untuk membelanya. "Kalau terbukti ya akan diserahkan ke hukum,"
tandasnya. Seperti diketahui, tahun 2008 ini, dua anggota Fraksi Partai Golkar
DPR ditahan KPK yakni Saleh Djasit dan Hamka Yandhu. Bersama Hamka, mantan
anggota Fraksi Partai Golkar DPR Antony Zeidra Abidin juga turut
ditahan.(dtc/zal