Tidak Ada Setitikpun Kemungkinan Adanya Pencipta !!!

Besarnya kemungkinan adanya Allah sama besarnya kemungkinan adanya
Superman.

Tidak ada sedikitpun yang bisa membuat kemungkinan adanya Allah
menjadi lebih besar daripada kemungkinan adanya Superman.

Kalo anda yakin bahwa tidak mungkin adanya Superman, maka kemungkinan
adanya Allah lebih kecil dari kemungkinan adanya Superman.

Baik Allah maupun Superman menjadi se-olah2 ada hanya karena
manusia-lah yang menciptakannya sehingga se-olah2 ada meskipun cuma
dalam angan2 saja.


> "sangkakala ." <the_sangkakala@> wrote:
> Mungkinkah tidak ada pencipta?

> From: "harimau_campo" <[EMAIL PROTECTED]>
> Lalu siapa yang menciptakan pencipta?

> "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ......jangan berisik yang menciptakan pencipta ntu aku.....
> .....jangan kasih tahu siapa siapa lagi yah..rahasia 


Kepercayaan adanya Tuhan, God, Allah, Dewa Zeus dlsb, kesemuanya sama
saja yaitu karena dianggap sebagai sang pencipta.  Masing2 mereka yang
percaya pada dasarnya karena diyakini bahwa sang pencipta akan memberi
hukuman neraka kepada mereka yang tidak percaya, dan memberi ganjaran
hadiah sorga nantinya setelah mati kepada mereka yang percaya.  Selain
itu, ada yang percaya bahwa dalam kehidupan bisa dapat rezeki dan sial
se-mata2 karena tidak menyembah atau karena menyembahnya.

Cuma itu koq landasan mereka untuk percaya.  Apakah tanpa adanya sorga
dan neraka masih perlu ada orang yang mempercayai adanya sang pencipta???

Oleh karena itu, pembuktian hanya bisa dipastikan dengan analisa tanpa
perlu harus mati lebih dulu.

Dasar analisis harus dimulai dari hal2 pasti yang secara fisik dan
nyata bisa dipastikan kebenarannya, yaitu:

Untuk seseorang bisa merasakan sakit, sengsara, dan menderita haruslah
badannya secara fisik memiliki persyarafan yang sempurna, demikian
juga sama halnya untuk seseorang bisa merasakan senang, bahagia, dan
merasa nikmat harus memiliki persyarafan yang sempurna.

Cukup hanya dengan memblokade persyarafan secara sementara saja kita
bisa tidak merasakan sakit apabila tangan kita dipotong atau dibakar.

Bahkan apabila pusat persepsi rangsang dikulit itu dirusak secara
permanen misalnya karena luka bakar, maka wilayah dimana ujung2
sensoriknya rusak-tidak lagi bisa merasakan apa2, meskipun ditusuk
dengan jarum sekalipun tidak merasa sakit.  Rasa sakit akan timbul
lagi apabila jarum itu sudah menusuk tembus melampau ujung sensorik
dipermukaan kulit dan merangsang sensorik lain yang mungkin belum
rusak yang ada dibawah kulit.  Kesemuanya ini bisa dipastikan dalam
percobaan2 atau experiment2 yang bisa disaksikan semua orang.

Demikianlah, dari percobaan2 yang lebih luas, turunnya kesadaran juga
menyebabkan hilangnya transmisi rangsang persyarafan diseluruh tubuh.
 Dengan kata lain, semua orang mati tidak akan merasa sakit apabila
tubuhnya dipotong ataupun dibakar.

Kalo tubuh orang mati tidak lagi bisa merasa sakit karena tidak
bekerjanya persyarafan, maka tak mungkin rohnya bisa merasa sakit
karena roh itu malah tidak memiliki persyarafan, tidak perlu makan,
tidak perlu minum, lalu gimana perlu merasa sakit kalo dijebloskan
keneraka????  juga gimana bisa merasa nikmat dan bahagia kalo memasuki
sorga ????

Lebih enggak masuk akal lagi kalo mereka mempercayai Sang Pencipta itu
maha adil, dimana bisa adil kalo tubuh manusia yang melakukan dosa
malah roh-nya yang harus dihukum neraka????  juga dimana adilnya kalo
tubuh manusia dianggap berpahala tapi roh-nya yang diberi hadiah sorga ???

Jadi dari hasil percobaan2 diatas bisa di-analisa secara pasti, tak
perlu ada sorga karena tak ada yang bisa berbahagia dengan masuk
kesorga, dan juga tidak perlu ada neraka karena tak ada yang bisa
menderita karena dihukum dalam neraka.  Lebih lanjut lagi, roh itu
bukan tubuh manusia sehingga tidak perlu bisa merasa sakit, tidak bisa
merasa nikmat dan tidak perlu makan.

Roh itu tidak mungkin berdosa karena roh tidak punya perasaan karena
tidak butuh makanan dan minuman.  Hanya manusia hidup yang perlu makan
dan minuman saja yang terpaksa didorong perasaannya untuk berbuat
dosa.  Roh itu enggak bisa tumbuh dari bayi menjadi orang dewasa,
tidak bisa menjadi tua, dan yang paling penting, roh itu tidak bisa
beranak sehingga menjadi banyak.  Lalu mana mungkin ada sorga neraka
dan penciptanya ????

Sampai disini marilah kita merenungkan mereka yang telah menjadi
korban akibat dijarah karena kepercayaannya atau karena ketidak
percayaannya.....  perlukah korban2 sia2 begini???  Mereka menjarah
karena percaya Allah menghalalkannya.  Mereka menghalalkan memperkosa
wanita2 yang tidak berjilbab karena tidak lagi dianggap manusia
melainkan lebih rendah dari binatang2 yang harus dimusnahkan dari muka
bumi ini.

Sampailah akhirnya sebagai seorang muslimah, saya mengajak semua
muslim untuk saling mengasihi sesama manusia, artinya kita wajib
mengasihi orang2 kafir yang tidak percaya allah seperti juga mengasihi
sesama muslim.

Sebagai muslimah dan muslimin saya mengajak saudara2 semua untuk
menghormati orang2 kafir, orang2 musyrik, orang2 murtad, dan orang2
Yahudi sama sejajar sederajat sama tinggi dengan harga diri kita
sebagai muslimah atau muslimin.

Sebagai muslimah dan muslimin saya mengajak saudara2 untuk menghormati
kepercayaan semua manusia apapun kepercayaannya, dengan kata lain kita
harus menghormati patung2 yang disembah mereka seperti juga mereka
menghormati mesjid maupun kabah yang kita puja setiap shalat.

Kalo kebetulan terbaca dalam AlQuran bahwa patung2 berhala harus
dihancurkan, anggaplah itu salah membaca karena mata kita dibuat
kelilipan oleh setan.  Dan apabila terbaca dalam AlQuran bahwa orang
kafir, musyrik, murtad dan orang Yahudi harus dimusuhi, atau harus
diperangi, anggaplah sebagai salah pemahaman kita, karena pemahaman
yang sebenarnya justru bukan harus dimusuhi tetapi harus dikasihi sama
seperti kita mengasihi sesama muslim.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke