Siapapun penyebar isu/kabar semacam ini, sangat membantu pihak" tertentu
dalam
mengalihkan perhatian publik (naiknya harga" sembako dan bbm).. Ingat saja
isu pocong,
kolor ijo dll.. Bahkan, IMHO, dalam beberapa kesempatan, isu" semacam ini
menjadi
pemanasan menjelang pemilu.. Untuk mengetes (testing the water), sejauh mana
daya
kritis publik.. Kalau isu semacam ini laku, bisa dipastikan pihak " yang
ingin publik tetap
bodoh sehingga dapat dikuasai.. dan mereka 'kekal' berkuasa..

Kepingin publik kita pintar atau tetap bodoh? Kalau ingin publik pintar,
stop menyebarkan
isu bohong/hoax!!

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

2008/5/16 Aldo Desatura ™ <[EMAIL PROTECTED]>:

>   *SITUBONDO -* Setelah Kabupaten Sumenep geger SMS santet, kini warga
> Jatim mendapat teror telepon setan. Bahkan di Situbondo, telepon setan
> tersebut telah memakan korban seorang ibu beserta anaknya.
>
> Haryono (23) warga Dusun Curah Malang, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus,
> Situbondo, mendadak pingsan kemudian muntah-muntah setelah menerima telepon
> melalui handphone (HP)-nya dari nomor 0866xxx pada Rabu (14/5) malam sekitar
> pukul 23.00 WIB.
>
> Malam sebelumnya, Mahati (45) ibu kandung Haryono, juga menerima telepon
> dari nomor 0866xxx. Seperti halnya Haryono, Mahati merasa tangannya bak
> disetrum sehingga langsung secara refleks membuang HP-nya ke lantai.
>
> "Karena kaget, HP langsung saya buang ke lantai," kata Mahati kepada Surya,
> Kamis (15/5), di Puskesmas Asembagus, Situbondo. Di Puskesmas itu, Mahati
> menunggui Haryono yang sedang dirawat.
>
> Beberapa saat setelah kejadian itu, pada Kamis pagi keluarga tersebut
> melaporkan peristiwa itu ke Polsek Asembagus.
>
> Untuk penyelidikan, polisi mengamankan ponsel merek Samsung dan Nokia milik
> korban sebagai barang bukti. Selain dua ponsel, polisi membawa baju yang
> terkena muntahan Haryono, beberapa saat setelah siuman dari pingsannya.
>
> Haryono menceritakan, Rabu malam itu ia dan adiknya sudah terlelap tidur di
> kamar. Tiba-tiba sekitar pukul 23.00 WIB ponselnya berdering. Ia pun
> terjaga. Karena mengira telepon itu dari temannya, ia langsung mengangkat
> ponsel.
>
> Ia mengaku sempat melihat panggilan itu berasal dari nomor 0866xxx dan
> layar ponselnya berwarna kemerahan. Saat tombol on ditekan, Haryono mengaku
> tangannya mendadak seperti disetrum listrik bertegangan tinggi.
>
> "Ketika telepon saya angkat, tiba-tiba tangan saya seperti kesetrum listrik
> dengan tegangan tinggi," kata Haryono ketika ditemui di Puskesmas Asembagus.
> Haryono kemudian menunjukkan tangan kirinya yang agak membengkak
> kebiru-biruan.
>
> Menurutnya, ia beruntung dapat tertolong dengan cepat oleh adik kandungnya
> yang tidur di sampingnya. Dengan cepat, adiknya yang juga terjaga itu,
> begitu melihat kakaknya seperti kesetrum, langsung menepis ponsel yang ada
> di tangan Haryono sehingga ponsel jatuh ke lantai.
>
> Setelah ponsel jatuh, Haryono kemudian pingsan. Namun begitu siuman,
> Haryono merasa sekujur tubuhnya kaku. Selain itu, Haryono muntah-muntah
> disertai berkali-kali kencing di celana. Karena khawatir terjadi sesuatu
> yang lebih buruk, ibu dan adiknya membawa Haryono membawa ke Puskesmas
> Asembagus.
>
> "Yang saya ingat, tangan saya seperti disetrum listrik dengan tegangan
> tinggi. Sengatan itu baru hilang setelah adik saya menepis handphone saya,"
> kata Haryono.
>
> Haryono mengakui, dalam beberapa hari terakhir ini dirinya memang dihantui
> adanya SMS atau telepon santet, yang isunya sudah meluas di beberapa daerah
> itu. Tidak hanya Haryono, warga Situbondo juga sering memperbincangkan isu
> menakutkan tersebut.
>
> Bagus Wicaksono, dokter jaga di Puskesmas Asembagus, mengatakan secara
> medis Haryono hanya mengalami tekanan psikologis akibat rasa ketakutan yang
> dialaminya. Karena dihantui SMS atau telepon setan itulah, sehingga ketika
> menerima telepon, dan dilihatnya layar berwarna kemerahan, ponsel itu ia
> pegang erat-erat.
>
> "Dari hasil diagnosa sementara, tubuhnya memang lemas dan korban dalam
> keadaan syok berat," kata Bagus.
>
> Untuk penyelidikan kasus ini, dua petugas Polres Situbondo juga meminta
> keterangan Harono di Puskesmas pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
>
> Dua hari sebelumnya, Rasmi, 20, warga Desa Karanganyar, Kecamatan
> Kalianget, Kabupaten Sumenep mengaku telah menjadi korban SMS santet.
>
> Kejadiannya pada Senin malam (12/05) sekitar pukul 20.15 WIB, Rasmi merasa
> ada yang aneh dari telepon miliknya. Saat itu, usai mengisi pulsa di sebuah
> counter HP, dia mendapat telepon dari temannya yang mengabarkan adanya isu
> SMS santet.
>
> Usai menerima telepon itu, tiba-tiba ada SMS masuk dari nomor yang tidak
> dikenal, bahkan mirip dengan nomor santet yang sempat dikabarkan
> teman-temannya. " Baru sebagian saja saya baca, tiba-tiba tubuh saya
> linglung dan perlahan ambruk,'' ujar Rasmi, Selasa (13/5) lalu. (st6/van/k6)
>
>
> --
> Aldo Desatura (R) & (c)
> 62.0817.19.40.50
> ========
> " kau membuatku mengerti hidup ini kita terlahir bagai selembar kertas
> putih tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai"
>

Kirim email ke