Quran Pertama Ditulis Dan Dicetak Orang Barat !!! Legende dan mitos2 tentang turunnya AlQuran begitu simpang siurnya karena legende2 dan mitos2 ini sengaja disebarkan oleh kelompok yang bertujuan untuk memaksakan aliran agamanya kepada mereka yang belum percaya. Semua mitos2 itu cuma bertujuan meningkatkan keimanan ataupun loyalitas umat kepada kelompoknya bukan memberitakan sejarah yang sebenarnya.
Sebelum menganalisa secara mendalam tentang AlQuran ini, lebih dulu kita memahami kehidupan sosial masyarakat Arab pre-Islam maupun semasa nabi Muhammad yaitu belum dikenal huruf bacaan, belum dikenal tulisan, dan masyarakat masih dihantui dengan kekuatan spiritual yang menakutkan sehingga banyak yang berusaha merebut atau memiliki segala bentuk batu, ataupun gabar2, simbol2, mantera2 bahkan tulisan2 yang dihyakininya bisa menguasai, memanfaatkan, maupun mendapatkan perlindungan dari kekuatan2 spiritual ini. QURAN itu kata dari bahasa Arab yang artinya "berita". Artinya semua kulit kambing yang bertulisan apapun disebutnya sebagai Quran. Dan karena orang Arab belum mengenal huruf tulisan, maka kulit2 kambing yang berisi tulisan itu berasal dari Syria atau dari Phoenicia yang kemudian diadopsi menjadi huruf Arab yang tidak sempurna karena tidak ada huruf consonan. Semua kata2 yang ditulis tidak bisa diartikan karena memang cuma bertujuan me-nakut2i dan mengusir setan atau spirit2 pengganggu. Dari pengaruh bahasa Arab inilah akhirnya kata "Quran" itu diadopsi menjadi kosa kata bahasa Indonesia "Koran". Jelasnya Quran itu bukanlah buku suci, melainkan cuma berita apa saja. Ajaran2 suci Islam dilarang untuk ditulis dan siapapun yang menuliskannya akan dipenggal atau dipotong tangannya. Jadi mitos tentang Abu bakar dan Umar memerintahkan team tiga dari Zaid bin Tsabit untuk menulis atau menyali AlQuran sama sekali tidak benar karena Zaid bin Tsabit sendiri buta huruf waktu itu dan untuk siapa tulisan itu diperuntukkan kalo tidak ada yang membacanya??? Bahkan tentang turunnya wahyu kepada Muhammad sekalipun tetap menjadi controversi yang tidak ada akhirnya karena dikatakan bahwa wahyu itu disampaikan malaikat Gibril kepada Muhammad melalui perintah "Bacalah....". Perintah Gibril ini akhirnya sekarang ini menjadi tanda tanya, karena belum ada buku lalu apanya yang dibaca, kalo sudah ada buku, dimana buku tsb. Celakanya untuk menganggap adanya buku yang diperintahkan oleh Gibril itu agar dibaca Muhammad menjadi tidak mungkin apabila kita harus mempercayai bahwa nabi Muhammad buta huruf. Kejadian ini akhirnya mengundang berbagai tafsiran2 yang bersifat mitos yang sama sekali tidak ada dasarnya, misalnya ada yang percaya Muhammad buta huruf tetapi hanya bisa membaca AlQuran yang dibawa turun oleh Gibril itu yang kemudian setelah dihafalkan oleh nabi maka oleh malaikat Gibril itu kitab aselinya dibawa kembali ke surga. Terlepas dari mitos2 yang dipercaya umat, namun ada satu hal yang harus kita sama2 ketahui, bahwa wahyu yang dibawa dan disampaikan Muhammad kepada umat Islam, merupakan wahyu suci yang dilarang untuk ditulis melainkan hanya dihafalkan. Oleh karena itu, belum pernah ada bukti2 AlQuran tertua yang berasal dari tulisan orang2 Arab, karena semua AlQuran2 tua yang diklaim berasal dari Persia dan ditulis oleh ulama2 Persia. Dengan kata lain, AlQuran pertama yang muncul kemuka bumi ini adalah ditulis tangan dalam bahasa Persia bukan dalam bahasa Arab. Barulah dengan berjalannya waktu, AlQuran ini kemudian disalin diterjemahkan kedalam bahasa Arab yang waktu itu belum bisa digunakan sebagai tulisan maupun bahasa untuk menyampaikan pesan sejarah ataupun ajaran2 spritual. Bahasa Arab baru berkembang pesat setelah abad ke 10 yaitu lebih dari 400 tahun setelah wafatnya nabi Muhammad. Di Arab sendiri tidak seorangpun berani menulis AlQuran, karena dianggap menodai kesucian wahyu Allah. Bahkan tulisan AlQuran dalam bahasa Persia inipun ditulis bukan oleh orang Arab maupun umat Islam, mereka yang menulis ada yang ditangkap dan dipotong tangannya dan kitabnya dimusnahkan. Itulah sebabnya, andaikata ada tulisan AlQuran dalam kulit2 kambing, si-pemiliknya tidak akan berani memberitakannya karena besar resiko akan keselamatan nyawanya. Quran aseli yang pertama kali ditulis berbahasa Persia inilah yang kabarnya berhasil ditemukan, didapatkan atau dibeli oleh seorang pendeta Vatican dari seorang dukun Persia yang biasa menjual berbagai jimat2 pengusir setan sehingga bisa disalin kedalam tulisan tangan pada 1193 untuk kemudian diterjemahkan dari bahasa Persia kedalam bahasa latin dan baru belakangan diterjemahkan lagi kedalam bahasa Arab yang akhirnya dicetak pertama kali di Venice pada 1537 atas pesanan sultan Ottoman dari Turki. Sampai disini, berita selanjutnya menjadi simpang siur karena dikabarkan adanya konspirasi Vatican yang ikut campur pencetakan ini yang berakhir melarang pencetakan AlQuran ini untuk memenuhi pesanan sultan Sulaiman dari Ottoman dinasty. Ada issue2 yang menyatakan AlQuran aseli yang dibeli sultan Ottoman itu berhasil dihancurkan kerajaan Inggris. Dinasty Ottoman sendiri berkuasa selama sekitar 300 tahun yaitu 1520 - 1789. Penggantinya adalah sultan Mahmout yangmenjadi boneka Napoleon Bonaparte. 1798: Napolean imported a printing press into Egypt Pengalaman Napoleon dalam perang di Mesir, menyadarkan dirinya bahwa seluruh wilayah Arab, Afica, maupun Timur Tengah akan mudah direbutnya dari Inggris apabila penduduknya bias membantu dirinya mengusir Inggris. Caranya adalah dengan mencetak AlQuran untuk disebarkan kepada semua penduduk wilayah jajahan Inggris tsb yang sebelumnya sangat ketat dikontrol ulama2 Islam yang diangkat oleh masing2 Caliph-nya. Isi cetakan Alquran ini khusus direkayasanya berdasarkan ilmu perang yang baru berkembang di Perancis waktu itu yang disebutnya War Psychology. Tujuannya adalah, umat Islam yang tadinya sangat lekat dengan ulama ke Caliphnya, mendadak menjadi saling cakar setelah memahami dan mengimani AlQuran yang dicetak secara missal ini oleh Napoleon Bonaparte. Design AlQuran ini dikerjakan oleh pendeta2 Vatican yang dibayarnya yang terkait karena adanya permusuhan mendalam antara Inggris dan Vatican akibat sikap raja Henry yang mendeklarasikan Gereja Angelican yang terlepas dari Vatican karena raja Henry menolak peraturan yang ditetapkan Vatican. Demikianlah, seorang pendeta Vatican yang masih menyimpan secara rahasia satu copy cetakan pertama AlQuran dari tahun1953, ditawarkannya kepada Napoleon yang kemudian mengilhaminya sebagai satu jalan yang sangat effective menghancurkan kekuatan Inggris diseluruh jaziran Afrika, Asia, dan Timur Tengah. Dengan pengetahuan ahli2 psychatry dan Psychology yang sangat pesat berkembang di Perancis, Napoleon berhasil mencetak ratusan ribu AlQuran yang disebarkannya diseluruh Mesir, Afrika, Timur Tengah, maupun Asia. Keberhasilannya yang pertama merebut Mesir telah mendorongnya untuk mengirim mesin2 cetak ke Mesir guna mendistribusikan AlQuran ke wilayah2 sekitarnya hingga ke Arab Saudia. Yang sangat mengesankan adalah, setiap wilayah yang sudah tersebar AlQuran, maka wilayah itu menjadi kacau balau, ketertiban masyarakat akan hukum hilang, setiap orang merasa hanya Allah yang berhak menegakkan hukum dan mereka tidak wajib untuk tunduk kepada hukum buatan manusia. Sebenarnya, cara yang dilakukan oleh Napoleon hamper sama caranya seperti yag dilakukan Vatican terhadap umat Calolic. Yaitu, tidak seorangpun umat katolik diperkenankan memiliki atau membaca sendiri Bijbelnya, yang memiliki dan yang bias membaca bible hanyalah pendeta2nya saja. Hal inilah yang dilakukan oleh Napoleon yang mengumpulkan para ulama yang diberi tugas untuk mengobarkan perang melalui khotbah2 dari isi Alquran tsb. Wajar dalam kekacauan yang melemahkan kekuasaan penjajahan Inggris ini, dengan mudah angkatan perang Napoleon Bonaparte membuat semuanya kocar kacir, dalam waktu singkat Napoleon sudah berhasil menguasai demikian luasnya wilayah2 di Afrika dan Timur Tengah. AlQuran yang kita kenal sekarang inilah yang merupakan alQuran yang dicetak dan disebarkan oleh Napoleon Bonaparte yang kita akui sebagai AlQuran yang aseli, sedangkan cetakan2 AlQuran lainnya yang berbeda dianggap oleh umat Islam sebagai AlQuran palsu. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_translations_of_the_Qur'an#Afrikaans http://anakalam.blogsome.com/2007/08/22/europes-first-quran/ "Before printing with movable type became common practice in the Islamic world in the early nineteenth century, it had long been forbidden there to print books, especially holy ones. In the Ottoman Empire, the latter even constituted a capital crime. As a result, the first printed Qur'an in Arabic is a Western production. It was printed in Venice by Paganino and Alessandro Paganini in 1537/1538. For centuries, no one has seen a copy of it. " This gave rise to the rumour that the Catholic Church had ordered the burning of the complete print run. Yet why would the Pope order the destruction of a Qur'an in a language hardly anyone could read while Arrivabene could print a vernacular edition in the same city only ten years later? The mystery remained unsolved until 1987, when the Italian scholar Angela Nuovo discovered a surviving copy in a monastery in Venice.[1] As could now be reconstructed [2], father and son Paganini printed their Qur'an in order to export it to the Ottoman Empire. http://islamworld.net/docs/UUQ/3.txt Writing, although not very widespread in pre-Islamic time, was well-known among the Arabs. The script used in the seventh century, i. e . during the lifetime of the Prophet Muhammad, consisted of very basic symbols, which expressed only the consonantal structure of a word, and even that with much ambiguity. http://www.lightplanet.com/islam/quran.html The oldest surviving Qur'an for which movable type was used was printed in Venice in 1537/1538. It seems to have been prepared for sale in the Ottoman empire. Catherine the Great of Russia sponsored a printing of the Qur'an in 1787. This was followed by editions from Kazan (1828), Persia (1833) and Istanbul (1877) [15].
